
Satu bulan berlalu Melati masih saja tetap bersikap seperti itu, Ia merasa kalo Ia baik baik saja dan tidak hamil karna beberapa hari yang lalu ada sedikit darah yang keluar Melati merasa kalo itu mungkin darah mentruasi nya.
Ia tidak berkata apa apa pada suami nya hanya bilang kalo cuma telat datang bulan saja dan sekarang sudah normal seperti biasa.
Sedangkan Dira sedang menikmati masa kehamilan nya dimana Ia merasakan mual dan muntah setiap hari, untung saja Rian siap siaga merawat nya.
Dira sangat bersyukur sekali karna mempunyai suami yang baik dan perhatian seperti Rian yang paket komplit, kadang Ia suka takut kalo suami nya di goda oleh wanita lain yang lebih cantik dari nya.
Namun Rian malah tertawa saat mendengar keluhan Dira yang ketakutan itu, Ia selalu meyakinkan sang istri kalo cintanya hanya untuk Dira seorang karna Rian tidak pernah merasakan perasaan itu kepada orang lain.
Di tempat lain Jovanka sibuk mengurus bayi nya yang tampan itu, dan Erwin pun ikut senang meski harus membohongi istri nya namun itu demi kebaikan Jovanka sendiri.
"Sayang kok malah melamun katanya mau ke rumah Ibu," ucap Bayu membuat Melati tersadar dari lamunan nya.
"Gak Papa Mas cuma kepikiran aja, mentruasi ku gak lancar apa mungkin karna stres? perasaan aku gak ngelakuin apa apa di rumah," ucap Melati heran.
"Periksa yuk takut nya kenapa napa," ajak Bayu Ia ingin memastikan sesuatu takut nya terlambat seperti sebelum nya karna memang Ia merasa ada yang aneh dengan istrinya.
Melati lebih sering makan buah dari pada nasi, Melati juga cepat sekali tidur dan selalu mengantuk.
"Tapi Mas aku gak mau di suntik," keluh nya membuat Bayu menggelengkan kepalanya.
"Asataga sayang kamu tuh ya, cuma jarum doang takut," ucap nya.
"Ya sudah ayo, tapi jangan disuntik pokok nya," ucap nya dan Bayu pun mengangguk.
"Iya bawel," ucap nya.
Mereka pun pergi ke rumasakit, Melati pun melakukan pemeriksaan oleh Dokter dan Dokter itu malah menyarankan ke dokter kandungan.
"Apa istri saya hamil dok?" tanya Bayu penasaran.
"Seperti nya begitu pak tapi lebih baik anda membawa istri anda ke dokter kandungan biar lebih jelas," ucap dokter itu dan Bayu pun mengangguk.
"Ayo sayang kita pindah tempat," ajak Bayu membantu istrinya bangun.
__ADS_1
"Mau kemana sih Mas bukannya pemeriksaan nya belum selesai?" tanya Melati bingung.
Melati memang tidak mendengarkan saat dokter bicara dengan suami nya,jadi Ia belum mengerti maksud Bayu.
"Kita cek kandungan kaya nya kamu beneran hamil sayang," ucap Bayu dan Melati pun mengerjapkan matanya tidak percaya.
"Aku hami?" tanya Melati masih belum percaya.
"Iya kamu lah siapa lagi, masa aku?" ucap Bayu dan mereka pun akhirnya sampai di ruangan dokter kandungan.
Setelah mengikuti pemeriksaan ternyata memang benar Melati hamil dan sudah 3 bulan.
"Hah 12 minggu dok, kok aku gak ngerasa hamil ya," ucap Melati bingung.
Kalo dia hamil terus darah apa yang keluar, bukannya itu darah mentruasi pikirnya.
"Memang benar bu, mungkin karna tidak mual ibu jadi tidak merasakan tanda tanda kehamilan," ucap Dokter paruh baya itu.
"Lalu darah apa yang keluar dok apa janin nya baik baik saja?" tanya Melati karna memang Ia sudah menceritakan keluhannya.
Sedangkan Bayu nampak bersyukur sekali karna Melati bisa hamil lagi dengan cepat setelah keguguran waktu itu semoga saja kehamilan kali ini Melati di berikan kesahatan dan keselamatan.
"Mas kok malah bengong, ayo kita sudah selesai," ucap Melati menyadarkan Bayu dari lamunan nya.
"Ah iya, mari Dok," ucap Bayu dan Dokter itu pun mengangguk. Mereka pun menebus obat sebelum pulang.
"Marta kamu di sini juga?" tanya Bayu yang kebetulan berpapasan dengan Marta yang juga baru saja menebus obat.
"Ah iya aku habis cek kandungan," ucap nya menunjukan perut nya yang sudah mulai buncit.
"Oh kamu hamil juga ternyata.Berapa bulan?" tanya Melati basa basi.
"6 bulan," jawab nya dan Melati pun hanya mengangguk.
"Suami kamu mana?" tanya Bayu penasaran.
__ADS_1
"Ada di mobil, lagi ngambil sesuatu, ya sudah aku pamit dulu ya," ucap Marta dan mereka pun mengangguk.
Setelah menebus obat Bayu pamit ketoilet sebentar dan Melati pun menganguk, Ia akan menunggu di mobil saja.
Namun setelah menunggu 30 menit Bayu tidak datang juga Melati pun segera menyusul suami nya ke toilet namun Ia tidak menemukan suaminya di sana.
"Kemana dia?" pikir nya.
Melati pun mencari ke lorong rumasakit hingga ia mendengar seperti orang bertengkar, penasaran Melati pun mendekat.
"Lo liat hmm Marta hamil sekarang dan gua yakin itu anak lu," ucap Reno menarik kemeja Bayu sehingga Bayu sedikit tercekik.
"Maksud lu apa,jangan fitnah gua gak pernah ada apa apa dengan Marta," ucap Bayu berusaha terlepas dari Reno yang nampak emosi.
"Halah jangan pura pura, gua juga tahu lu sama istri gua dekat bahkan saat lu hilang ingatan lu malah ingat dengan dia bukan ingat sama istri lu, apa coba itu artinya dan lu harus tahu gua gak mungkin punya anak karna gua mandul," ucap nya mendorong tubuh Bayu hingga tersungkur.
Sedangkan Melati nampak membekap mulut nya Ia ingin sekali berteriak memarahi Bayu, entah lah Ia sangat sakit hati mendengar itu.
Begitu juga dengan Marta wanita itu nampak syok saat mendengar suami nya ternyata madul.
"Mas kamu jangan bercanda?" tanya Marta berusaha tenang sedangkan Bayu segera bangkit dan mengusap darah di sudut bibir ya akibat bogem mentah Reno.
Reno memang sudah ingin melupakan balas dendam nya namun saat tahu Ia mandul Ia yakin kalo Marta dan Bayu ada main di belakang nya selama Bayu amnesia.
Hingga dendam nya kembali membara Ia ingin menghancurkan hidup Bayu.
"Diam kamu wanita ******, sekarang mengaku saja kalo kalian memang sama sama penghianat," ucap Reno menarik rambut Marta membuat wanita itu meringis.
"Sakit Mas," ucap Marta membuat Bayu geram Ia pun membantu Marta agar bisa lepas dari Reno.
"Bagus, dengan ini aku bisa lihat bagaimana hubungan kalian iya Mel," ucap nya menatap Melati sambil tersenyum.
Melati terdiam melihat Bayu memeluk Marta yang kesakitan, Ia mengusap air mata nya dan langsung berlari begitu saja meninggalkan mereka.
Tidak ada yang tidak mungkin, karna Ia pun melihat bagaimana dekat nya Bayu dan wanita itu saat Bayu amnesia.
__ADS_1