
Pagi sekali Melati pergi dan tanpa pamit dengan siapa pun, sungguh sikap kabur kaburan nya kembali lagi bahkan Melati tidak bercerita kemana dia akan pergi.
Mbok Darmi nampak menangis saat membuka kamar Melati kosong, dia sudah mengetuk beberapa kali namun tidak ada jawaban dan dia pun memberanikan diri membukanya.
Lalu Mbok Darmi mengetuk kamar Rian."Mas Rian bangun mas," ucap nya di depan pintu.
Dira yang sedang di dapur pun mendekati ibu nya yang yang berteriak di depan kamar Rian.
"Ada apa bu kenapa menangis?" tanya Dira bingung.
"Non Melati sama den Bryan tidak ada di kamar, ibu takut kalo mereka di culik," ucap nya.
"Gak mungkin bu semalam aku masih mengobrol dengan Mbak Mel, sebaik nya kita cari saja sekeliling rumah takut nya Mbak Mel sedang jalan jalan membawa Bryan keluar," ucap nya menenangkan ibunya.
Dan pintu kamar Rian pun terbuka, Rian terbangun saat mendengar ribut ribut di depan kamar nya dia memang sudah biasa akan tidur lagi setelah sholat subuh.
"Ada apa?" tanya Rian.
"Itu kak katanya Mbak Mel gak ada di kamar," ucap Dira.
"Apa?" tanya Rian, dia benar benar kaget mendengar nya.
Rian pun langsung naik ke kamar Melati, dia ingin memastikan kalo apa yang di katakan Dira itu salah.
Jam 7 pagi biasanya Melati sedang memandikan akan nya dan Rian pun akan mencari nya di kamar mandi.
Sesampai nya di kamar Rian nampak bingung karna benar kamar Melati sudah kosong dan kamar mandi pun sama, terlihat tirai kamar nya sudah terbuka jadi gak mungkin di balkon karna dia lihat tidak ada siapa siapa di sana.
"Kemana Melati pagi pagi begini, apa kerumah ibu Zoya ya?" gumannya.
Dira yang dari tadi mengikutinya pun sama bingung nya hingga dia tidak sengaja menginjak sesuatu di bawah sana.
"Loh ini kan kotak yang semalam?" ucap nya membuat Rian mendekatinya.
__ADS_1
"Ini kan?"
Rian merebut poto yang ada di tangan Dira lalu dia mengepalkan tangan nya.
"Brengsek jadi ini alasan Melati pergi," ucap nya.
"Kamu kenal dengan wanita yang bersama Bayu ini?" tanya Rian dan Dira pun menganggukan kepalanya.
"Dia dosen di kampus aku gak tahu dia ternyata mengenal mas Bayu tapi yang aku tahu dia sudah menikah dan suami nya juga Dosen tapi mengajar di kampus yang berbeda." ungkap nya, Dira sangat menganal bu Marta selama ini Bu Marta orang nya baik dan sangat sayang terhadap murid nya.
"Aku harus membuat perhitungan dengan Bayu sudah cukup aku diam selama ini membiarkan adikku tersakiti," ucap nya.
"Kak sabar dulu kita gak tahu kak Melati kemana jangan dulu menyipulkan sesuatu, jangan memperkeruh semua nya sebaiknya kita cari dulu Mbak Mel di semua sudut rumah takut nya nanti malah salah paham," ucap nya sambil memasukan poto poto itu ke dalam kotak lagi dan meletakan nya di atas nakas.
Sedangkan Rian benar benar marah dia mengucapkan sumpah serapah nya sungguh dia benar benar sangat marah kepada Bayu.
"Eh apa ini?" ucap Dira mengambil surat yang tergeletak di atas nakas dan membaca nya.
-Rian mungkin saat kamu baca surat ini aku sudah pergi dari rumah, maaf aku tidak pamit pada kalian aku hanya ingin memenangkan diri sejenak, jangan cari aku karna aku dan Bryan pasti baik baik saja hanya saja aku pasti akan membutuhkan mu nanti kalo aku sudah tidak punya uang 😁 jangan lupa kirim bekal untuk ku agar aku bisa menikmati liburan ku di sana.-
Rian pun meremas surat itu."Apaan sih dia gak jelas banget orang khawatir juga malah bikin surat kaya gini, sebenarnya dia kemana sih bikin orang khawatir saja," ucap nya.
"Sebaiknya Kakak tanya pada bu Zoya siapa tahu beliau tahu kemana Mbak Mel pergi," saran nya dan Rian pun menganggukan kepalanya.
Rian segera masuk ke dalam kamar nya di harus menemui Bu Zoya menanyakan semua nya.
Sedangkan Dira menghampiri ibunya yang sedang duduk di dapur.
"Bu sudah jangan menangis ya Mbak Mal dan Bryan pasti baik baik saja," ucap nya mengusap bahu ibu nya dari belakang.
"Mana bisa ibu tenang Bryan masih sangat kecil," ucap nya.
"Ibu harus yakin kalo mereka baik baik saja selama ini Mbak Mel tidak pernah mau berbagi kesedihan nya kita biarkan dia rehat sejenak untuk berlibur," ucap nya membuat Bu Darmi bingung.
__ADS_1
"Maksudnya gimana?"
"Mbak Mel menulis surat untuk Kak Rian dia memberikan pesan agar kak Rian harus mengirimkan uang untuk bekal nya selama liburan," ucap nya.
Mbok Darmi pun sedikit merasa tenang saat tahu Melati sedang pergi untuk berlibur, bukan seperti dugaan nya kalo Melati di culik.
Di sisi lain Bayu merasa heran karna Melati tidak datang ke unit apartemant nya biasanya wanita cantik itu akan datang pagi pagi untuk mengantarkan sarapan untuknya, meski Bayu sering sekali menolak nya namun Melati tidak pernah mendengarkan nya.
Selama 6 bulan ini Melati tidak pernah absen mengirimkan makanan untuk nya tak jarang dia juga membawa Bryan kesana.
"Apa dia menyerah?" ucap Bayu merasa ada yang hilang saat Melati berhenti menemui nya.
"Ah sudah lah aku harus ke kantor secepat nya karna aku ada metting pagi ini, untuk masalah wanita itu aku akan mengunjungi ke rumah nya setelah pulang kantor ."
Sedangkan Rian melajukan mobil nya menuju kantor ibu Zoya, karna biasanya bi Zoya sudah berangkat jam segitu.
Setelah sampai dia langsung masuk ke dalam kantor, mereka semua sudah tahu kalo Rian adalah anak dari pemilik perusahaan.
"May apa ibu ada di dalam?" tanya Rian kepada Maya sekertaris ibunya.
"Ada Pak silahkan ibu juga baru datang," ucap nya.
"Apa ibu tidak ada metting pagi ini?" tanya Rian menanyakan jadwal ibu nya.
"Ada nanti jam 10 kita ada metting dengan perusahaan asing," ucap nya dan Rian pun menganggukan kepalanya.
Rian segera mengetuk pintu ruangan ibu nya itu dan terdengar suara dari dalam.
"Masuk."
Rian pun membuka pintu dan tersenyum melihat Ibu nya sedang membuka berkas berkas.
"Loh Rian ada apa pagi pagi kesini?" tanya Bu Zoya kaget melihat anak laki laki nya pagi pagi sudah barada di sana.
__ADS_1