Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 48


__ADS_3

Pagi ini di apartemant Bayu terasa sepi, Bayu masih tertidur pulas di balik selimut membuat Pak Ali bingung karna tidak biasanya Bayu telat.


Hingga dering ponsel nya pun membuat nyambuka mata meski masih berat, selamat saat kembali dari club malam dia tidak bisa tidur, hingga jam 3 pagi dia baru bisa terlelap.


"Astaga jam berapa ini," guman nya merasakan silau dari sinar matahari yang masuk melalui celah dari gordeng.


Bayu pun bangun dari duduk nya dia langsung mengangkat ponsel nya dan tertera nama Pak Ali di sana.


[Hallo Pak] ujar nya dengan suara serak khas bangun tidur.


[Bay kamu gak papa kan? kenapa tidak ke kantor? apa kamu jadi cuti hari ini?] tanya Pak Ali di sebrang sana.


Bayu pun nampak bingung harus menjawab apa, sedangkan dirinya sedang tidak baik-baik saja.


[Hallo Bayu kamu dengar saya? saya sudah menelpon istri kamu namun malah tidak aktip kalian baik-baik saja, atau Melati muntah-muntah lagi?] tanya Pak Ali cemas.


Bayu memang menceritakan pada Bos sekaligus ayah angkat nya itu kalo Melati muntah-muntah sudah lebih dari satu minggu namun Melati sendiri malas ke dokter.


Kemarin Ali menyarankan untuk Bayu cuti dan mengajak Melati periksa ke dokter takut nya ada penyakit yang serius yang di derita Melati.


[Ah iya Pak saya jadi cuti hari ini, Melati sudah mau di ajak periksa] bohong nya,tidak ada cara lain selain berbohong dia tidak mau Pak Ali tahu kalo dia sedang ada masalah.


[Syukur lah kalo begitu biar nanti Bagas yang hendel semua pekerjaan kamu, kamu kirimkan saja kepada nya, dan kalo ada apa cepat kabari saya.] ujar nya.


Bagas adalah sekertaris Pak Ali yang menggantikan posisi Melati, memang bu Fatma tidak mengizinkan sekertaris suami nya seorang wanita jadi dia mencari kan sekertaris pria untuk suaminya.


[Baik lah Pak]


[Ya sudah kalo begitu, saya tutup dulu terlepon nya] ujar nya.


[Iya Pak]


Panggilan pun terputus Bayu pun menyimpan kembali ponsel nya di atas nakas.

__ADS_1


'Mas bangun sudah siang'


'Cepat mandi Mas'


'Mas baju nya sudah aku siapkan'


'Mas mau sarapan apa'


Dia mengingat ucapan dari istrinya yang setiap pagi membangunkan nya, suara itu terasa begitu nyata di telinga dia merasa kalo Melati ada di sana.


'Sial kenapa suara seperti terngiang-ngiang di telinga,' batinnya.


Walau pun Bayu merasa kecewa dengan apa yang istri lakukan namun dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat mencemas kan keadaan istinya itu apalagi dia sedang hamil muda.


'Tidak aku tidak mau memikirkan nya lagi dan sebaiknya aku segera menceraikan nya,' batinnya.


Bayu pun masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuh nya, hari ini dia berniat pergi ke makam kedua orang tua nya tidak tahu kenapa pikiran nya benar-benar kacau.


empat puluh menit berlalu dia pun akhirnya sampai di sana dia langsung berjalan menuju ke tengah tak lupa membeli satu keranjang bunga untuk mereka.


Bayu pun duduk dan mengusap batu nisan milik ibu nya tak terasa air mata nya pun mengalir dia pun membuka kacamata hitam nya dan mengusap air mata nya pelan.


"Ma maafkan Bayu Ma, Bayu gak bisa menjaga rumah tangga Bayu, Mama pasti bisa lihat kan Bayu begitu kecewa dengan Melati, dia benar-benar sudah membuat Bayu marah Ma dia membuat Bayu kecewa untuk yang kedua kali nya," ucap nya lirih seolah Ibu nya nyata ada di hadapan nya.


Dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekecewaan nya, Bayu memang terbilang anak yang manja saat mendiang orang tua nya ada sehingga dia selalu mencurahkan isi hati nya apapun itu.


"Mah Bayu harus bagaimana sekarang Bayu benar-benar bingung?" ucap nya sambil terus terisak.


Setelah selesai bercerita dia pun melantunkan beberapa do'a untuk mereka dan menaburkan air juga bunga setalah itu dia langsung meninggalkan tempat itu.


Di sisi lain Dira menawarkan Melati makan namun Melati terus saja menolak Dira benar-benar bingung takut nya Melati sakit.


Dia terus saja menemani Melati dia menghibur Melati agar tidak sedih lagi, namun dia juga tidak bisa meninggalkan mata kuliah nya hari ini dia ada kelas jadi harus kekampus.

__ADS_1


Jam 9 pagi dia sudah bersiap pergi, dengan celana panjang katun dan sebuah kemeja kotak dan kaos putih sebagi daleman nya Dira terlihat seperti sudah dewasa apalagi dengan rambut andalan nya yang di kuncir kuda.


"Mba aku tinggal dulu yah, aku ada kelas jam 10 nanti aku pulang jam 3 sore,maaf ya gak bisa nemenin, aku akan usahain oulang cepat." ujar nya membuat Melati tersenyum.


Dia jadi teringat saat dirinya kuliah dulu, dia selalu semangat apalagi ada pria yang di cintai nya Rian adalah semangat nya kala itu.


"Pergilah Mba gak papa ko lagian di sini kan tempat nya lumayan rame," jawab nya.


Tempat tinggal Dira adalah kawasan padat penduduk dan bukan perumahan elit jadi suara tetangga pasti akan terdengar jelas karna jalan yang ada di depan rumah nya bukan jalan besar cuma cukup satu mobil saja


"Ya sudah aku berangkat ya jangan lupa pintu gerbang sama pintu rumah nya di kunci takut nya ada orang masuk," ucap Dira mengingat kan.


Melati pun menganguk dia menantar Dira sampai kedepan rumah sedangkan Dira segera memakai helm nya dan memanas kan motor nya sebentar setelah itu dia melambaikan tangannya.


"Asalamualaikum."


"Walaikum salam," jawab Melati


Lantas dia pun menutup gerbang dan mengunci nya namun saat akan masuk rumah dia di panggil oleh tetangga yang dekat rumah Dira.


"Mba saudara nya Dira ya?" tanya Pria muda itu dan Melati pun mengangguk.


"Iya Mas ada apa ya?" jawab nya bingung.


"Oh tidak saya hanya cuma tanya saja Mba, permisi," ujar pria itu membuat Melati mengerutkan kening dia bingung dengan pria itu yang langsung pergi begitu saja.


Melati pun langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci nya sesuai apa yang Dira katakan, dia menyalakan ponsel nya dan menghubungi Ayumi namun ponsel Ayumi tidak aktip.


Melati baru ingat kalo Ayumi pasti sedang tidur karna dia baru pulang kerja tadi pagi.


"Apa aku cerita saja ya sama dia, tapi bagai mana kalo Bayu sampai tahu terus nyusul ke sini aku gak mau buat dia marah lagi, aku tahu aku salah sudah berduaan di depan unit walau itu bukan kemauan ku," gumannya.


Melati bertekad akan menunggu dia melahirkan dulu setelah itu dia akan menerima apapun kepatusan yang akan Bayu ambil.

__ADS_1


__ADS_2