Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
part 31


__ADS_3

"Mas kita mampir kerumah ibu yah pulang nya aku kangen pengen ketemu sama ibu," ucap Melati sambil mengeringkan rambut nya.


Sedangkan Bayu baru saja selesai mandi dan berganti baju.


"Ya udah kalo gitu ayo," ajak nya seraya mengancingkan kemeja nya.


Melati pun tersenyum dan mencabut colokan hairdryer dan menyimpan nya ketempat semula.


"Ayo aku udah siap," ucap nya mengambil tas nya di meja belajar.


"Bisa gak sih lipstik nya jangan yang ini,rasanya gemes kalo liat kamu pake kaya gini," ucap nya mengecup bibir Melati dan sedikit ******* nya untuk memudarkan warna lipstik yang terlihat sedikit terang.


"Isstt kamu mah modus," ucap nya mengelap bibir nya pelan dengan tisu.


Sedangkan Bayu hanya terkekeh sambil mengerlingkan sebelah matanya.


'Sejak kapan suami gua jadi mesuk kek gini?' batinnya.


Mereka pun keluar dari kosan menuju rumah Ibu Zoya, Melati tampak antusias karna sudah lama dia tidak bertemu dengan ibu nya itu karna kesibukan kantor di tambah dia harus membantu Bayu selama Pa Ali belum kembali.


"Mas berhenti bentar di depan," ujar nya menunjuk jajaran pedagang pinggir jalan.


"Mau ngapain?" tanya Bayu heran.


"Tunggu bentar di mobil aku segera kembali," ucap nya dan langsung keluar dari mobil.


Bayu hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan Melati yang seperti anak kecil.


Tak lama kemudian Melati datang membawa beberapa jajanan pinggir jalan.


"Sayang kamu kok beli banyak banget buat siapa?" tanya Bayu heran karna setahu nya Melati tidak terlalu suka ngemil.


"Untuk aku lah," jawab nya sambil memasang lagi sabuk pengaman nya.


"Tumben," ucap Bayu heran.

__ADS_1


"Heran ya?" Tanya Melati dan Bayu pun mengangguk.


"Gak tahu lagi pengen aja sih," jawab nya.


Bagaimana tidak heran kalo yang Melati bi bukan cuma satu atau dua rupa tetapi banyak.


Mulai dari cilok, cimol, cilor, terlur gulung dan juga cireng bumbu rujak, astaga siapa yang bakal makan nanti kan mubazir.


Dan jangan di tanya bagai mana warna nya, sudah pasti merah merona karna terlalu banyak bumbu cabe nya.


"Sayang kenapa sih kalo beli gituan tuh harus pedes banget, kamu gak takut sakit perut?" tanya Bayu heran sedangkan Melati hanya menggelengkan kepala nya sambil terus mengunyah.


Bayu tak habis pikir kenapa cewek tuh suka banget kalo makan yang pedes kaya gitu apa gak takut sakit perut apa.


"Mau coba gak Mas ini enak loh," ujar nya namun Bayu menggelengkan kepala nya.


Baru melihat nya saja tubuh nya sudah berkeringat apalagi mencoba, udah pasti bolak balik ke kamar mandi.


Selama perjalanan Melati anteng dengan jajanan nya sedangkan Bayu hanya diam saja tak berkomentar apa-apa, karna melihat Melati saat ini seperti anak kecil sekali.


Setelah beberapa lama mereka pun sampai di rumah Zoya, Melati pun turun terlebih dulu setelah itu Bayu menyusul namun sebelum masuk Melati melemparkan dulu sampah ke tempat nya yang tak jauh dari diri nya.


Bayu pun mengangkat bahu nya." Aku juaga gak tahu," jawab nya.


Melati pun memencet bel beberapa kali namun tak ada yang keluar mereka pun saling menatap bingung.


"Aku telpon aja kali yah, siapa tahu ibu gak denger bel bunyi lagian jam segini kan Mbo udah pulang," ujar nya.


Karna mereka sampai di sana hampir magrib jadi wajar kalo Mbo Darmi sudah pulang apalagi hari minggu pasti dia pulang cepat.


Saat Melati ingin menghubungi Ibu nya tiba-tiba sebuah mobil masuk ke area rumah itu.


Melati sangat tahu mobil itu yang ternyata mobil nya Om Bimo, pantas saja dari tadi gak ada yang bukain pintu ternyata ibu nya sedang keluar rumah.


Zoya pun terlihat keluar dari mobil Om Bimo sambil membawa dua buah paper bag di tangan nya seperti nya mereka habis belanja pikir nya.

__ADS_1


"Loh kalian udah lama?" tanya bu Zoya melihat anak dan menantu nya ada di sana.


"Kamu baru sampai ko," jawav Bayu.


"Ya sudah ayo masuk," ajak nya membuka kunci pintu.


Pintu pun terbuka mereka semua pun masuk Zoya meletakan bawaan nya di atas meja lalu memeluk putri tercinta nya.


"Bagaimana kabar mu sayang, sudah lama kamu tidak main kesini?" tanya Bu Zoya.


"Kabar baik, ibu juga baik -baik aja kan?" tanya Melati dan Bu Zoya pun mengangguk.


Melati pun meraih tangan Om Bimo dqn mencium nya begitu pun Bayu dia ikut menyalami Om dan mertuanya tak lupa mencium tangan mereka.


"O-ya sayang mungpung kalian ada di sini kita mau kasih tahu kalo kami jadi menikah minggu depan sesuai dengan apa yang telah kami sampai kan minggu lalu," ucap nya.


"Melati senang mendengar nya semoga di berikan kelancaran ya bu," ucap Melati mengelus tangan ibu nya itu.


Memang minggu lalu Zoya sudah meminta izin kepadanya bersama Bimo kalo mereka mau menikah dan Melati pun nampak senang mendengar nya dan dia sangat setuju Ibu nya menikah dengan Om dari suami nya itu.


Akhirnya ibu nya tidak akan kesepian lagi di rumah, bukannya Melati tidak mau tinggal bersama ibu nya namun dia takut gak tahu kenapa mendengar berita yang heboh akhir-akhir ini dia menjadi sedikit parno apalagi ibu nya seorang janda.


Bayu yang kala itu mendengar keluahan istri nya bukan marah namun dia nampak terbahak mendengar nya bagai mana tidak masa dia di samakan dengan pria bajingan di luar sana.


Ya mana mungkin lah dia akan selingkuh dengan ibu mertua nya yang jelas-jelas sudah tua, mendingan dengan istri nya saja lah sudah cantik pintar lagi kurang apa coba.


Apalagi Melati selalu memberikan kepuasan lidah nya karna Melati pintar memasak dan bukan itu saja Melatu juga memberi kepuasan di atas ranjang yang membuat Bayu begitu candu kepadanya.


"O-ya ini baju yang harus kalian pakai nanti Ibu sengaja membelikan nya untuk kalian," ucap Bu Zoya menyerahkan satu buah paperbag kepadanya.


"Wah terimakasih banyak bu, kenapa harus repot-repot," ujar nya sambil tersenyum senang.


"Ibu tidak repot kok sayang, eh sampai lupa kalian mau minum apa?" tanya Bi Zoya.


"Biar Melati saja bu yang bikin minum, ibu di sini temenin Mas Bayu sama Om Bimo," ujar nya dan Bu Zoya pun mengangguk.

__ADS_1


Melati pun melangkah ke dapur membuat kan dua kopi dan juga membuat teh untuk ibu nya sedangkan untuk diri nya sendiri dia membuat jus lemon.


Gak tahu kenapa lidah nya sedang suka dengan yang asem-asem.


__ADS_2