
Melati yang sudah sadar pun terlihat bingung karna tidak menemukan suami dan juga saudara nya.
"Mas Bayu sama Bang Rian kemana Bu, ko sudah sore belum juga kembali Dira juga apa sudah pulang dia?" tanya Melati membuat bu Zoya bingung harus menjawab apa, karna dia tidak tahu mereka sekarang dimana.
Dari tadi Bayu mau pun Rian tidak ada yang menghubungi mereka,entah apa yang terjadi yang jelas ibu nya sedang sangat mencemaskan mereka.
"Tadi sih mereka bilang mau ketemu Klien tapi kalo Dira tadi izin pulang dulu," ucap nya harus berbohong karna Bayu mewanti wantikan agar Melati tidak tahu kejadian ini.
"Oh begitu, aku coba telpon Mas Bayu deh siapa tahu udah selesai," ucap nya mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas nakas.
Memang sebelum berangkat ke rumasakit bi Sumi masih sempat membawa ponsel milik majikan nya itu.
Melati pun mencoba menghubungi Bayu namun tidak diangkat angkat, lalu dia pun menghubungi Rian.
(Hallo Bang kamu dimana, apa sedang bersama Mas Bayu? aku telponin tapi gak diangkat) tanya Melati.
(Aku lagi di jalan baru aja selesai metting dan kalo gak salah Bayu masih di kantor ada klien nya dari luar negri yang tidak bisa di tinggal) jawab nya.
Sedangkan Rian nampak menatap tajam adik ipar nya itu karna tidak mengangkat telpon dari Melati.
(Ya sudah kalo gitu aku tutup ya) ucap Melati.
(Iya, nanti abang ke sana sama Dira kamu istirahat ya) ucapnya lalu mematikan sambungan telponnya.
"Gimana, dimana mereka sekarang?" tanya Bu Zoya penasaran.
"Kenapa sih bu seperti nya sangat mencemaskan mereka, apa ada yang ibu sembunyikan dariku?" tanya Melati malah jadi curiga.
"Astaga nak kamu tuh ya, wajar dong ibu tanya dimana mereka habisnya pergi nya udah mulai lama, ya takut nya terjadi sesuatu dengan mereka," jawabnya salah tingkah, bu Zoya berusaha baik baik saja padalah diri nya benar benar tidak tenang.
"Ibu tenang aja mereka baik baik saja kok nanti setelah urusan mereka selesai pasti mereka akan ke sini juga, lagian tumben Mas Bayu metting sampe malem gini gak kaya biasanya," ucap Melati.
"Ya kan paginya harus nunggu kamu di sini, harus nya kamu bersyukur sayang punya suami siaga seperti Bayu," ucap nya walau pun dalam hati nya terus berdo'a keselamatan mereka.
__ADS_1
'Ya Tuhan selamatkan lah anak, mantu, dan juga cucu ku lindungilah mereka dimana pun mereka berada sekarang, ' batinnya.
"Kalo Bryan sama siapa Ibu sama Papa kesini?" tanya Melati lagi membuat bu Zoya dan Papa Bimo saling menatap.
Mereka lupa kalo Melati pasti akan menanyakan anak nya, bu Zoya pun berusaha tenang dan memasang senyum.
"Di rumah," jawab bu Zoya.
"Dengan Dira," jawab Papa Bimo, mereka menjawab hampir barengan membuat Melati hampir curiga.
"Jadi gimana maksud nya?" tanya Melati ingin memastikan.
Bu Zoya pun mengisyaratkan suami nya agar diam dan suami nya pun mengerti.
"Iya memang tadi Ibu mau membawa Bryan kesini tapi Dira melarang nya dan membawa Bryan pulang katanya gak baik anak kecil berada di sini," ucap nya berusaha tenang.
'Semoga Dira gak ke sini malam ini, kalo itu terjadi aku bingung harus jawab apa," batinnya.
'Mulai lagi manja nya,' batin bu Zoya.
Namun Bu Zoya tersenyum melihat Melati sudah kembali lagi kesemula, meski mereka harus berbohong dengan semua nya.
"Sabar dong sayang kamu harus pulih dulu, takut nya nanti malah sakit lagi," bujuk nya.
"Tapi aku bosan bu," jawab nya membuat mereka terkekeh.
"Belum juga sehari udah bosan aja, ayo makan dulu terus di minum lagi obat nya biar cepat sehat," ucap bu Zoya membantu Melati duduk dan segera menyuapi anak nya itu.
"Papa keluar sebentar ya," ucap Papa Bimo, Ia ingin memastikan keadaan Bayu dan Rian dengan menghubungi mereka.
Setelah makan dan minum obat Melati pun kembali tidur mungkin karna efek dari obat sehingga Ia mudah terlelap.
"Gimana Pah apa sudah menghubungi mereka?" bisik bu Zoya penasaran.
__ADS_1
"Sudah, dan Papa juga sudah meminta bantuan dari Kenta dia banyak meliki akses dunia bawah sehingga akan lebih mudah menemukan penculik nya," ucap Papa Bimo berbisik juga karna tak mau Melati sampai terbangun.
"Bagus lah kalo begitu semoga semua baik baik saja mereka selamat dan segera kembali ke sini," ucap nya.
Mereka harap harap cemas menunggu kabar dari Rian dan juga Bayu.
Sedangkan Bayu dan Rian mereka baru saja sampai di alamat itu, rumah itu nampak seperti tidak ada penghuni nya.
"Kita harus hati hati, gua yakin dia bikin banyak jebakan di sekitar sini," ucap Rian mengingatkan karna Ia sangat tahu betapa licik dan jahat nya Ilham.
"Oke lu tunggu di sini biar gua yang masuk nanti kalo ada apa apa lu lapor polisi," ucap Bayu mengingatkan dan Rian pun mengangguk.
Di sisi lain Diandra berusaha membawa Bryan dan Melati kabur karna Ia tahu Dira tidak akan pernah melepaskan Dira lagi, wanita itu tidak ingin Melati hidup tersiksa seperti dirinya.
Mereka berjalan mengendap ke pintu belakang seperti nya Ilham lupa mengunci pintu itu sehingga mereka dengan mudah keluar dari sana sehingga tidak sampai ketahuan dengan anak buah Ilham.
"Lu yakin jalannya kesini, gelap banget jalan nya," ucap Dira merasa Diandra sedang menjebak nya.
"Ayo cepetan, nanti setelah kita keluar dari gang ini akan ketemu jalan raya, dan lu cepatan cari bantuan," ucap nya yakin mereka akan selamat.
"Terus lu sendiri gimana?" tanya Dira penasaran walau bagaimana pun Ia tidak yakin kalo harus meninggalkan Diandra bersama Ilham apalagi dia sedang hamil.
"Gua gak papa kok, gua akan kembali ke sana yang penting lu lolos dari dia," ucap nya.
Dira menatap Diandra sendu, sungguh Ia tidak bisa berbuat apa apa selain membawa bayi yang berada dalam gendongan nya itu keluar dari sana.
Namun setelah mereka sedikit jauh dari rumah itu mereka malah bertemu beberapa orang pria mabuk, mereka menggoda Dira dan juga Diandra.
"Gimana ini?" tanya Diandra memegang tangan Dira, Ia benar benar takut melihat mereka.
"Tenang kita berdo'a semoga bantuan segera datang," ucap nya.
Meski Dira juga sedang ketakutan namun Ia berusaha setenang mungkin agar bisa lolos dari mereka.
__ADS_1