
"Saya mohon bantu saya.Ini ada kaitan nya dengan masa depan saya Pak."
"Apa yang harus saya bantu, sedangkan saya tidak tahu masalah kamu apa?" tanya Rio.
Dia memang belum tahu siapa tunangan dari Ayumi itu, karna Ayumi tak pernah berkata apa-apa hanya bilang sudah bertunangan begitu saja.
"Saya tadi lihat tunangan saya bersama seorang perempuan namun saya tidak tahu mereka masuk ke kamat yang mana dan apa yang mereka lakukan."
Rio pun melebarkan mata nya mendengar apa yang Ayumi katakan jangan bilang kalo Dewa yang menjadi tunangan nya.
"Apa kamu liat kemana mereka masuk?" Ayumi pun hanya menggelengkan kepala dia terlambat datang sehingga kehilangan jejak mereka.
"Apa tunangan kamu dokter Dewa?" tanya Rio penasaran dan Ayumi pun mengangguk samar.
Rio pun mengguyar rambut nya baru saja dia akan merelakan Ayumi dengan pria lain. Namun sekarang Tuhan seolah sedang memberikan kesempatan untuk nya.
Ada sedikit rasa kesal yang ada dalam diri nya, dia benar-benar tidak menyangka kalo bajingan itu yang akan menjadi suami Ayumi. Rio tidak mengenal sosok dokter tampan tapi dia sangat mengenal Jovanka wanita angkuh dan penuh obsesi dan benar dunia ini kadang sempit.
Rio pun menghela nafas dan mengeluarkan ponsel nya dia membuka galeri dan membuka satu Video di sana.
"Apa benar dia Dewa tunangan kamu soal nya aku sering melihat nya ada di club malam bersama temanku nama Jovanka."
"Cl-ub?"
Ayumi menggelengkan kepala nya sambil tertawa garing, dia meyakin kan hatinya kalo apa yang di dengar nya itu hanya gosip semata.
"Bapak yang benar saja mana mungkin dia ketempat seperti itu, saya yakin dia orang yang baik dan hidup nya lempeng-lempeng saja tidak neko-neko," ucap nya tersenyum samar.
"Maaf Ay bukan ny saya memfitna dia tapa memang kenyataan nya seperti itu, bahkan Bayu pun sudah tahu ini aku kira dia bukan tunganan mu karna Bayu diam saja tak memberi tahuku."
Ayumi mengepalkan tangan nya jangan lupa dia juga mengeratkan gigi nya, dia benar-benar kesal dengan Bayu kenapa dia tidak mau memberi tahu kepada nya kelakuan buruk Dewa.
Rio melihat kilatan kemarahan di mata Ayumi dan dia juga merasa bersalah karna telah mengatakan hal itu.
"Maafkan saya Ay tidak masalah kalo kamu tidak percaya, tapi kamu harus lihat dulu ini sebelum kamu menyesal," ucap nya memutar vidio itu.
__ADS_1
Ayumi yang penasaran pun langsung mengambil ponsel mahal itu dan dengan tangan yang bergetar dia mulai membuka nya jujur dia takut kalo itu benar-benar Dewa.
Dan benar saja dia beberapa kali mengucek mata nya takut salah orang, dan dia juga melihat itu wanita yang sama, dada nya mulai terasa sesak dan kaki nya mulai melemas untung saja dia tidak menjatuhkan ponsel Rio.
"Ay kamu gak papa kan?"
Ayumi menggelengkan kepala nya dia berusaha tenang, walau pun tangan nya sudah bertumpu pada tangan Rio untuk bersandar dan air mata nya pun sudah tak terbendung lagi dia benar-benar kecewa.
"Kamu tenang ya tarik nafas keluarkan pelan-pelan, jangan panik semua akan baik-baik saja."
Rio pun lantas menelpon resepsionis mananyakan dimana kamar Dewa dan meminta kunci cadangan kepada petugas.
"Ayo kamu bukannya penasaran dengan mereka, ini kesempatan kamu buat buktiin kecurigaan kamu," ucap nya menunjukan kunci kamar cadangan.
Dengan hati yang pasrah dia melangkahkan kaki nya, mencari kebenaran tentang semua ini dia tidak mau ada salah paham nanti nya.
Ayumi pun menghela nafas dan mengeluarkan nya pelan lalu membuka kunci pintu kamar dan benar saja apa yang di lihat nya Dewa sedang bergerumul di atas kasur dan terlihat wanita itu mendesah di bawah nya membuat Ayumi jijik.
Prok
prok
prok
Mereka pun langsung sok melihat ada orang masuk ke dalam kamar jangan lupakan wajah Dewa dia sudah merah padam.
Dia turun dari ranjang dan memakai boxer nya, Ayumi memalingkan wajah nya saat melihat Dewa bertelanjang dada dia sangat jijik sekali apalagi terlihat jelas warna merah keunguan di dadanya.
Sedangkan Jovanka nampak duduk dan menutup tubuh nya dengan selimut sampai ke dada.
"Ay aku bisa jelaskan aku benar-benar khilaf," ucap nya ingin meraih tangan Ayumi namun melepaskan nya dengan kasr dia tidak mau tangan nya di sentuh oleh Dewa.
Ayumi menggelengkan kepalanya dan melepaskan cincin pertunangan nya, dia meletakan nya dia atas nakas jujur dia sangat benci sekali situasi seperti ini.
"Cukup Mas aku muak dengan semua ini, kita sudah tidak ada hubungan lagi," ucap nya berlari keluar kamar dia menahan tangis nya sampai melupakan Rio yang sedari tadi memunggu nya di depan kamar.
__ADS_1
Rio terus mengejar nya namun Ayumi berlari kencang namun naas saat dia menyebrang jalan dia tidak melihat kanan kiri .
Brukk
Suara keras terdengar di telinga Rio dia berlari ke arah suara ternyata benar Ayumi sudah terkapar berlumur darah.
Dia keserepet mobil barang yang lewat di area hotel dan yang terdengar keras adalah mobil itu menabrak tiang.
"Ay bangun," ucap nya sedikit berteriak memanggil nama nya namun Ayumi sudah tidak sadarkan diri.
Rio terus berteriak hingga beberapa scurity datang membantu nya memang sepi di sana karna sudah dini hari.
Mereka langsung mengangkat Ayumi dan memasukan nya ke dalam mobil.
"Pak Maman bisa antarkan kami ke rumasakit," ucap nya mengajak salah satu dari mereka.
Dan yang bernama Maman itu menganggukan kepala nya."Baik Pak," jawab nya lalu mengambil kunci di tangan Rio.
Mereka pun segera melajukan mobil nya kerumasakit terdekat, dia tidak mau terjadi apa-apa dengan Ayumi.
Ponsel Ayumi terus saja berdering terlihat nama Ibu di sana, pasti ibu nya Ayumi kawatir karna anak nya belum pulang.
Rio pun mengangkat nya dengan tangan yang gemetar, sungguh dia sangat panik sekali.
[Hallo nak kamu dimana jam segini belum pulang] ucap wanita di sebrang sana.
[Maaf bu saya bos nya Ayumi, ini kami sedang berada di jalan mau kerumasakit] jawab nya bergetar.
[Apa siapa yang sakit Pak, anak saya baik-baik saja kan]
[Ayumi kecelakaan bu ini mau di bawa ke rumasakit Medika] jawab nya.
[Baik lah saya akan segera menyusul]
Setelah itu Rio pun mematikan ponsel nya dan langsung keluar dari mobil dia berteriak memanggil dokter dan suster pun berhamburan membantu Rio membawa nya ke ruang ICU.
__ADS_1