
Setelah pulang dari rumah Om Bimo mereka berniat kembali ke apartemant namun sebelum itu mereka mempir ke Mall belanja dulu untuk keperluan dapur.
"Ini sudah semua?" tanya Bayu meliat semua barang-barang yang ada di troli.
"Kaya nya udah," jawab Melati.
Namun Melati baru ingat dia lupa membeli sesuatu dia pun lantas izin sebentar kepada Bayu.
"Mas tunggu bentar ya aku ada yang lupa tadi," ucap Melati.
"Ya sudah Mas tunggu di sini," ujar nya Melati pun meninggalkan Bayu di antrian kasir.
Dia kembali ke tempat buah-buahan dia lupa untuk membeli nya.
Melati pun memilih beberapa buah-buahan yang segar salah satu nya jeruk dan juga buah naga.
Namun saat sedang asyik memilih tiba-tiba dia menoleh saat ada yang menepuk pundak nya.
"Mel, kamu di sini?" ucap pria itu membuat Melati kaget dan melepaskan plastik buah nya hingga jatuh berhamburan.
Melati melebarkan mata nya mulut nya pun terbuka dan segera mundur beberapa langkah.
"Mel kamu kenapa?" tanya pria itu.
Melati pun menutup mulut sungguh dia sangat kaget sekali, dia langsung pergi begitu saja meninggalkan pria itu dia langsung berlari ke tempat parkir dan bersembunyi di dekat mobil suami nya sambil membekap mulut nya.
Jujur dia sangat kaget sekali meliat Rian ada di sana, ya pria yang tadi tak sengaja Melati temui adalah mantan pacar nya.
"Sial kemana sih dia cepet banget lari nya?" ujar Rian menendang ban mobil sedangkan Melati nampak membekap mulut nya, tidak tahu kenapa melihat Rian yang sekarang membuat nya takut.
Melati sampai lupa kalo suami nya masih di dalam.
Bayu sudah selesai membayar semua nya, Bayu sendiri bingung kenapa istri nya lama sekali.
Dia pun menelpon Melati sambil mendorong troli ke dekat mobil nya.
Drtt.. drtt...
Ponsel Melati pun bergetar namun Melati masih belum menyadari nya sehingga, Bayu pun mencoba nya beberapa kali namun masih sama.
__ADS_1
"Kemana sih kok lama banget," guman nya sambil memasukan belanjaan nya kedalam bagasi mobil.
Bayu pun berjalan ke arah pintu depan namun dia kaget melihat istri nya sedang duduk di sana sambil membekap mulut nya.
"Mel kamu kenapa?" ujar Bayu membuat Melati histeris.
"Ahhh jangan-jangan ganggu aku, pergi aku takut," ujar nya sambil memejamkan matanya yang sudah banjir dengan air mata.
Jangan di tanya detak jantung nya sudah tak beraturan rasanya sehabis marator apalagi keringat juga sudah membasahi kening nya.
Melati mengira kalo itu Rian yang menemukan nya, dia sangat takut sekali tubuh nya pun ikut bergetar.
"Mel kamu kenapa ini aku Bayu," ujar nya ikut berjongkok di depan Melati dan itu membuat Melati memberanikan diri membuka matanya.
Melati pun langsung memeluk nya dengan tubuh yang masih bergetar.
"Ada apa kenapa nangis?" tanya Bayu mengelus pundak nya sedangkan Melati masih terisak.
"Aku mau pulang," ujar nya membuat Bayu semakin bingung.
Bayu pun menggendong nya masuk ke dalam mobil dan segera makaikan sabuk pengaman.
Melati masih saja diam belum mau bicara sehingga selama perjalanan pun hening.
Sedangkan Bayu masih bingung apa yang terjadi dengan istri nya itu yang tiba-tiba menangis.
Mereka pun akhirnya sampai di besmand apartemant, Melati turun lebih dulu dan dia langung membantu suami nya membawa belanjaan.
"Biar aku bantu Mas," ujar nya mengulurkan tangan.
Bayu pun menatap nya bingung."Kamu udah gak papa?" tanya Bayu dan Melati pun mengangguk.
Bayu pun tersenyum sambil mengelus rambut panjang nya.
Mereka pun jalan barengan naik lift menuju lantai unit nya Bayu.
Bayu pun memencet pin nya dan segera mendorong pintu, mereka pun langsung masuk ke menuju dapur.
Melati meletakan barang belanjaan nya di atas meja, sedangkan Bayu nampak bingung melihat istri nya itu.
__ADS_1
Melati pun menata belanjaan nya ke dalam kulkas dan juga lemari.
Bukan hanya sayuran dan daging yang di beli nya namun juga banyak yang lain nya.
"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Bayu melihat Melati nampak duduk di kursi makan, Melati sudah selesai menata belanjaan nya.
Melati melirik ke arah suami nya yang berdiri dia samping nya, dia pun lantas memeluk perut suami nya itu.
"Aku takut," ujar nya membuat Bayu heran dia mengeryitkan kedua alis nya.
"kamu takut apa sayang di sini tidak ada siapa-siapa?" tanya Bayu heran.
Melati pun semakin mengerat kan pelukan nya Bayu hanya mengelus kepala istri nya itu dengan sayang, Bayu membiarkan nya tenang terlebih dahulu setelah beberapa menit berlalu Bayu pun lantas bertanya.
"Apa kamu sudah tenang sayang?" ujar nya membuat Melati mengangguk.
Lantas Melati pun melepaskan pelukan nya dia membiarkan Bayu duduk di sebelah nya.
Bayu pun menarik kursi dan segera duduk, dan menggenggam tangan Melati yang ada di atas meja.
"Cerita kan apa yang sebenarnya terjadi kepada mu?" tanya Bayu.
"Aku tadi tak sengaja bertemu Ri-an," ucap nya terbata dan itu sukses membuat Bayu melebarkan matanya dan tak sengaja melepaskan tangan istri nya itu.
Melati yang menyadari hal itu pun langsung menggenggam nya lagi, dia seolah tak percaya melihat raut wajah suami nya yang nampak kecewa pada nya.
"Mas dengerin pejelasan aku dulu, aku gak bicara apa-apa sama dia saat dia menyapa ku, aku langsung berlari karna takut," jawab nya menunduk.
Bayu pun bisa melihat kesedihan dari mata istri nya, dia pun mengusap pelan tangan istri nya itu.
Melati pun menatap suami nya dia tidak tahu harus menjelaskan nya bagaimana, mungkin orang bilang dia terlalu lebay namun bagi nya lebih baik begitu dari pada menimbulkan fitnah dan membuat Bayu marah pada nya.
Dia berlari karna tak sanggup melihat laki-laki yang selama ini di rindu kan nya berdiri di depan nya, namun Melati tidak bisa berbuat apa-apa karna dia sudah menikah dengan pria lain.
Dan mungkin ini cobaan yang harus dia lewati nya di awal pernikahan yang hanya baru berjalan beberapa minggu.
"Apa yang kamu rasakan saat melihat nya?" tanya Bayu penasaran.
"Aku kaget dan benar-benar bingung aku takut buat kamu salah paham jadi aku bersembunyi di balik mobil saat Rian mengejar ku jujur aku sangat takut sekali tadi," ungkap nya.
__ADS_1
"Ya sudah jangan pikirkan nanti kita cari tahu kenapa dia kembali di saat kita sudah menikah dan apa motip nya selama ini," ucap Bayu dan Melati pun mengangguk.