Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 59


__ADS_3

Bayu langsung menghubungi mertuanya kalo Melati ada di rumah Mbok Darmi dan dia bain-baik saja.


Zoya pun merasa sangat senang mendengar nya dia benar-benar tidak menyangka kalo Melati akan datang ke sana.


"Mbok kok gak beri tahu saya kalo Melati ada di kampung?"


Mbok Darmi pun mengerutkan kening nya dia juga tidak tahu apa-apa karna Dita tak memberitahukan nya.


"Saya tidak tahu nyonya, Dira tidak bilang apa-apa sama saya," jawab nya dan Zoya pun menganggukan kepala nya.


Melati masih asyik berbincang dengan suami nya tiga bulan tidak bertemu membuat mereka banyak bercerita.


"Bagaimana anak kita apa tidak rewel?" tanya Bayu mengusap perut rata Melati.


Melati pun tersenyum ini kali pertama nya Bayu memegang perut nya ada rasa bahagia dalam hati nya.


"Dia baik gak rewel ko paling kalo mau cuma makanan aja gak aneh- aneh kok dan kita harus berterimakasih kepada Dira karna dia yang selama ini nurutin kemauan anak kamu," ucap nya.


Bayu pun tersenyum dia benar-benar bahagia akan menjadi ayah, namun ada penyesalan yang begitu besar saat Melati ngidam dia tidak ada di samping nya.


"Syukurlah kalo begitu, maaf untuk semua nya seharus nya aku bukan Dira yang kerepotan ngurusin kamu sayang," jawab nya mengelus rambut istrinnya itu.


"Aku udah masak tadi kita makan siang bersama yuk, Mas pasti laper kan apalagi perjalanan lumayan lama."


Bayu pun menganggukan kepala nya dia mengikuti Melati sampai ke ruang makan dan mereka pun makan siang bersama, sejauh ini Bayu masih lupa memberitahu keadaan Ayumi kepada istri nya itu.


Makan siang pun terasa berkesan walau menu nya hanya sederhana saja, Bayu hanya pokus kepada istrinya itu yang semakin cantik dia lupa dengan tujuan nya membawa Melati pulang.


"Gimana kabar kantor Mas?"

__ADS_1


Melati memang sudah lama resign namun dia masih berkomunikasi dengan teman-teman nya walau pun cuma sekedar se hay saja.


"Mas udah lama gak ngantor, Mas cuma fokus nyari kamu dan ada Bagas yang bantuin Mas di kantor," jawab nya.


Melati pun menganggukan kepala nya dia tidak menyangka kalo Bayu akan mencari nya bahkan meninggalkan pekerjaan nya demi mencari nya.


"Maaf ya Mas pasti Pak Ali marah sama kamu karna gak masuk-masuk lagi kekantor." Melati benar-benar merasa bersalah kalo sampai Bayu di pecat bagaimana.


"Kamu itu apaan sih sayang kalo pun aku di pecat aku kita gak akan jatuh miskin, aku akan kembali mengambil perusahaan Papa asalkan kamu gak ninggalin aku lagi, kamu sangat berarti untuk ku aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi dengan alasan apa pun, maafkan aku karna sudah membuat kamu sedih maaf sudah salah sangka sama kamu," ucap nya.


"Aku udah maafin Mas dan jangan minta maaf lagi yah," ucap nya menggenggam tangan suami nya sambil tersenyum.


Di sisi lain Rio baru saja sampai di rumasakit dia benar-benar cemas sekali dengan keadaan Ayumi yang masih belum sadar dia hanya bisa berdoa semoga Ayumi cepat sadar.


Sedangkan Ayunda pulang dulu untuk mandi dan mengambil baju ke kontrakan nya,tadi Rio membujuk nya untuk pulang dan Rio lah yang akan menganggantikan nya.


"Tapi nak," ucap nya merasa tidak enak seharus nya Dewa yang menunggu calon istri nya di sini tapi hingga saat ini dia belum terlihat batang hidung nya.


Seharus nya Dewa tahu Ayumi di sana karna dia juga bertugas di rumasakit tersebut.


"Ibu pulang ya, jangan khawatir aku akan menjaga nya hingga ibu datang."


Bu Ayunda pun akhirnya mengalah dia pun pamit pulang dulu sebentar, di sini dia tidak punya siapa-siapa selain Melati namun Melati sedang ada di kota lain begitu yang dia dengar beberapa hari yang lalu.


"Baiklah nak maaf ya merepotkan titip Ayumi sebentar ya, ibu akan segera kembali," ucap nya dan Rio pun menganggukan kepala nya.


Ayunda segera naik taxi menuju kontrakan nya cukup waktu lima belas menit akhirnya dia sampai di kontrakan.


Baru saja masuk tiba-tiba pintu kontrakan di ketuk dari luar, dia pun mengeryitkan dahi nya siapa yang bertamu siang-siang begini.

__ADS_1


Pintu pun terbuka namun belum sempat dia bicara pintu sudah di dorong sempurna sehingga Ayunda pun tidak bisa menahan nya untung saja dia tidak jatuh sedangkan orang itu langsung menutup pintu dan menguncinya.


Ayunda tidak menyangka kalo Kenta akan secepat ini menemukan nya, baru saja dia berniat pindah dari sana namun Kenta malah lebih cepat dari nya.


"Apa-apaan sih kamu, tahu dari mana kalo aku ada di sini?" tanya Ayunda bingung dan sedikit kesal.


Apa mungkin pria itu mengikuti nya dari rumasakit sehingga bisa tahu dimana tempat tinggalnya.


"Sudah cukup kamu bersembunyi selama ini sudah waktu nya kamu kembali," ucap nya menggenggam tangan Ayunda namun Ayunda langsung melepaskan nya dengan kasar.


"Jangan sentuh aku, dan sebaiknya kamu segera pergi dari sini karna aku akan teriak jika kamu masih terus aja mengganggu ku."


Sedangkan Kenta menggelengkan kepala nya dia tidak mau kehilangan Ayunda lagi, sampai kapan pun Ayunda adalah istrinya.


"Teriak saja karna kalo pun ada orang yang datang kesini aku tidak akan takut karna kamu lihat ini," ucap nya menunjukan surat nikah milik nya sedangkan surat nikah istri ada pada Ayunda.


Ayunda menggelengkan kepala nya kenapa dia sampai lupa kalo surat nikah itu masih ada di tangan Kenta.


"Ku mohon Mas jangan ganggu aku lagi aku tidak mau berurusan dengan kalian dan aku tidak mau anak ku celaka karna aku dekat-dekat dengan kamu."


"Apa maksud kamu jangan bilang kalo Riana mengancam kamu?"


Ayunda pun mengangukan kepala nya sudah cukup dia mengalah selama ini dan sekarang biarkan Kenta tahu semua nya setelah itu dia akan membawa Ayumi pergi jauh.


Dan tangis Ayunda pun pecah dia teringat dimana hari itu dia pergi dari rumah Kenta tanpa membawa apa-apa hanya bayi nya di dalam perut saja hingga dia berniat untuk bunuh diri namun Tuhan malah mengirimkan penyelamat bagi nya hingga dia dan bayi nya selamat.


"Sudah lah Mas kalo pun kamu tahu itu juga tidak akan mengubah keadaan aku tidak mau menjadi orang ketiga diantara kalian," ucap nya sendu.


Kenta pun memeluk nya erat dan mengelus pucuk kepala istrinya itu dia tidak menyangka kalo Ayunda semenderita itu karna dia hanya menyangka kalo Ayunda pergi karna tidak mencintai nya.

__ADS_1


__ADS_2