
Mereka pun akhirnya pulang ke apartemant nya Bayu setelah pulang dari rumah Ibu nya mereka mampir makan di warung pecel lele Mang Ujang yang ada di dekat kampus nya dulu gak tahu kenapa Melati pengen banget makan di situ, dan mau tak mau Bayu pun harus ikut makan.
Walau pun berat bagi nya untuk makan pinggir jalan namun demi membuat Melati bahagia dia pun gak mempermasalah kan nya.
Melati langsung masuk ke dalam kamar mandi rasanya lelah sekali hari ini padahal cuma main doang gak kerja, setelah memakai baju tidur dia langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Dia sampai lupa kalo suami nya dari tadi memperhatikan nya di atas sofa, Bayu sampai geleng-geleng kepala melihat nya.
"Sayang kamu udah ngantuk?" tanya Bayu mengusap kening istri nya itu.
"Emm.. Aku ngantuk banget Mas," ujar nya masih memejamkan mata nya.
Bayu pun hanya terkekeh gemas sekali melihat nya, lantas dia pun mencium kening nya dan membiarkan Melati tidur.
Dia pun masuk ke kamar mandi lalu membersihkan diri.
.
Keesokan hari nya Melati sudah menyiapkan sarapan untuk mereka, setelah itu dia membangunkan suami nya yang masih terlelap.
"Mas bangun," ujar nya.
"Hmmm..., " jawab nya masih memejamkan mata nya.
"Mas ayo bangun bukannya kita ada metting pagi," ujarnya sambil menata baju suami nya dan meletakan nya di atas meja.
Tak lupa dia juga menyiapkan air hangat untuk suami nya mandi.
"Ya Tuhan masih belum bangun juga," guman nya melihat suami nya masih memejamkan mata hanya posisi nya saja yang bergeser.
Melati pun gemas sekali dengan suami nya itu lantas dia pun duduk dan mencium pipi suami nya itu setelah itu dia segera berdiri.
Namun Bayu malah menarik nya hingga Melati pun jatuh ke atas kasur, Bayu pun tak menyia-nyia kan kesempatan itu dia memeluk istri nya dari samping sambil mendusel-dusel kepala nya di leher Melati.
"Astaga Mas bangun malah mesum gini sih," ujar nya menepuk-nepuk tangan Bayu agar melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Diem sayang lima menit lagi, aku nyaman kaya gini," ujar nya dan sangat terasa hembusan nafas di belakang telinga nya membuat Melati meremang.
Dia tidak nyaman dengan suasana seperti ini, namun dia hanya membiarkan nya saja.
Setelah lima menit berlalu Melati pun menepuk nepuk lagi tangan Bayu sehingga tangan nya pun terlepas.
"Ayo mandi sayang aku mau ganti baju, udah siang nih gak enak kalo sampe telat," ujar nya segera mengganti baju nya.
Melati memang sudah mandi dari pagi jadi dia hanya ingin perlu berdandan dan ganti baju saja.
Bayu pun masuk ke dalam kamar mandi nya sedangkan Melati nampak membereskan tempat tidur setelah itu dia berganti baju.
Bayu memang suka lama kalo mandi jadi Melati sudah tidak heran lagi setelah beberapa menit berlalu dia pun keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya.
Melihat Melati yang tampak beda hari ini membuat nya sedikit heran dan bertanya-tanya, kenapa dengan istrinya itu.
"Sayang kamu ke kantor dandan kaya gini?" tanya Bayu berdiri di belakang Melati dan menatap istri nya di cerimin.
Dia heran karna tak seperti biasa nya Melati memakai make up dan juga lipstik yang sedikit terang seperti ini.
Rambutnya juga di biarkan tergerai tanpa kacamata yang menghalangi mata indah nya.
"Gak boleh pokok nya aku gak mau ya nanti banyak cowok yang deketin kamu, pake kacamata aja udah pada ngantri yang deketin apalagi kalo dandan kaya gini, aku gak mau istri ku di lihat oleh cowok lain dengan wajah yang secantik ini cukup aku aja. Atau kamu memang sengaja mau nunjukin wajah cantik kamu di depan si Rian itu iya," ucap nya sedikit kesal.
Melati pun diam tidak tahu kenapa ucapan Bayu malah membuat nya sedih, dia pun mengambil kapas dan menghapus kembali wajah nya dengan kasar.
Lalu dia berdiri mengambil ikat rambut dan juga kacamata nya, sungguh mood nya benar-benar buruk sekali hari ini.
Bayu pun ikut kaget melihat nya dia tidak tahu apa yang ada di pikiran istri nya hari ini, dia benar-benat tak bisa di tebak.
Melati pun keluar begitu saja tak memperdulikan suami nya.
Biasa nya Melati akan memasangkan dasi namun kali ini mood nya sangat buruk jadi dia berangkat lebih dulu.
"Sayang pasangin dasi," ujar Bayu namun tidak ada sahutan dari Melati.
__ADS_1
Dia pun keluar dari kamar mencari keberadaan istri nya namun nihil dan sepatu kerja nya pun sudah tidak ada.
"Astaga kenapa pergi duluan apa dia benar-benar marah karna ucapan ku tadi yah," guman nya.
Bayu pun segera mengambil tas kerja nya tak lupa kunci mobil dan juga dompet dia harus mengejar istrinya.
Sedangkan Melati sudah duduk di dalam taxi sambil terisak, Melati tahu dia salah namun dia juga sudah capek di hina terus oleh teman-teman satu kantor nya.
Dari dulu Melati memang sering sekali mendapat kan perlakuan buruk dari teman-teman nya bahkan ada yang terang-terangan bilang gak menyukai nya.
Biasanya Melati tidak akan ambil pusing dia akan bersikap acuh. Namun beberapa hari ini dia sedikit sensitif saat orang lain membandingkan nya dengan Jovanka yang tiba-tiba datang ke kantor mengatakan calon tunangan nya Bayu kepada semua orang.
Flasback
Jam istirahat pun tiba Melati berniat makan siang di kantin saja kali ini karna Bayu masih ada kerjaan jadi tidak bisa makan siang bersama dengan nya.
Saat akan keluar dia di kagetkan dengan kedatangan Jovanka yang sengaja datang ke sana mencari Bayu.
"Mba cari siapa ya?" tanya seorang karyawan.
"Saya cari Bayu, apa dia ada di dalam?" tanya Jobanka.
"Tanya pada sekertaris nya Mba itu dia," ucap karyawan lain menunjuk Melati yang berdiri tak jauh dari mereka.
Jovanka pun menghampiri nya sambil tersenyum sinis melihat penampilan sekertaris nya Bayu 'Kampungan' pikir nya.
"Mba apa Pa Bayu nya masih ada di dalam?" tanya Jovanka.
Melati pun hanya menganggukan kepala nya tak menjawab.
"Oww apakah kamu bisu?" ejek nya sambil terbahak.
"Ah lupakan, kenalkan aku Jovanka calon tunangan nya Bayu," ucap nya mengulurkan tangan nya kepada Melati.
Melati pun menjabat tangan nya sambil menahan kesal pada dirinya.
__ADS_1
Terdengar bisik-bisik dari para karyawan lain yang ada di sana, tentu saja mereka mendengar apa yang Jovanka katakan.
Flasback of