
Mereka pun sampai di dalam rumah Dira langsung membawa mangkuk dari dapur dan menuangkan bakso itu setelah mencuci tangan.
Begitu juga dengan Melati dia mencuci tangan nya dan duduk di sebelah Dira, mereka menikmari bakso nya yang lumayan enak juga walau tidak senak dimakan di tempat nya.
"Mba liat gak pria tadi, masa dia malah marah sama aku," ucap nya kesal sambil mengunyah bakso nya.
Melati pun terkekeh emang kebiasaan dia kalo makan sambil ngomong gitu gak takut keselek emang.
"Mba tadi lagi telponan sama temen, jadi gak liat Mba aja keget liat kamu ribut-ribut pas Mba balik badan tu mobil udah jalan jadi gak lihat orang nya," ucap Melati.
Melati memang kalo pergi selalu memakai masker karna dia takut ada orang yang mengenali nya.
"Aku juga baru liat orang nya, mungkin saja itu tamu nya Pak Rt karna tadi berhenti di sana."
"Oh emang dekat ya rumah pak Rt nya?" tanya Melati karna selama tinggal di sana Melati tak pernah ketemu dengan pak Rt.
Hanya tukang sayur yang dia temukan di pagi hari itu pun yang beli ibu-ibu semua, malahan mereka menyangka Melati masih gadis dan ingin menjadikan nya menantu aneh -aneh saja pikir Melati.
"Itu loh Mba rumah nya Pak Rt itu yang paling mewah ada kan yang rumah nya dua lantai di depan rumah kita, nak yang kemarin nanya sama Mba itu adalah anak nya," ucap Dira.
"Oh iya Mba ingat, kamu sepertinya menghindari dia Ra, apa kalian ada hubungan?"
Dira pun menghela nafas kasar mungkin ini waktu nya dia cerita kepada Melati tentang pria itu.
"Dia Ilham dulu kakak kelas aku waktu SMA, sekarang dia Kuliah di Fakultas hukum dulu kami memang dekat bisa di bilang pacaran namun saat dia mulai masuk kuliah dan satu kampus dengan Diandra dia berubah mungkin karna orang tua nya sejutu kali yah karna mereka sama-sama orang kaya dan aku pun mundur aku gak punya apa-apa untuk di banggakan,"
__ADS_1
"Dulu aku mengajar les adik nya Ilham nama nya Intan dia masih kecil dan aku gak sengaja dengar kalo pak Rt dan istri nya sedang membicarakan Ilham dengan Diandra mereka cocok dan banyak lagi pujian, jujur hatiku sakit Mba di saat aku benar-benar sayang sama Ilham namun keadaan yang harus memaksa kita putus,"
"Dia gak mau putus namun aku bertekad menghindari dia, dan gak mau berhubungan lagi dengan laki-laki apalagi orang kaya, sakit nya tuh di sini Mba," ucap nya menunjuk dada.
Melati paham sekarang saat mengingat perkataan Dira beberapa hari yang lalu, dia jadi teringat kisah cinta nya dengqn Riwn dulu yang terhalang restu namun ini beda ya cerita nya di sini Melati adalah orang kaya dan bebas memilih sedangkan Dira apa cuma anak seorang art.
"Udah ya jangan sedih aku yakin suatu saat nanti akan ada pria dan keluarga yang nerima kamu apa adanya."
Dira pun menganggukan kepala nya dia hanya ingin fokus kuliah dan sukses dulu sebelum menikah.
.
Di sisi lain Bayu nampak kacau selama satu minggu ini dia benar-benar tidak bisa bekerja dengan baik untung saja ada sekertaris nya Pak Ali yang membantu nya.
"Aku gak minat Pak lagian pekerjaan lagi banyak-banyak nya gak mungkin kan aku lepas tangan," ucap nya.
Namun Pak Ali memaksa nya dia melihat Bayu benar-benar kacau bahkan dia tidak memperdulikan penampilan nya.
"Baik lah saya akan cuti beberapa hari kedepan," ucap nya.
Setelah itu mereka pun pulang, namun Bayu tidak pulang ke apartemant nya namun dia malah pergi ke apartemant nya Rio.
Sudah beberapa hari ini dia akan pulang ke sana karna alasan nya dia gak bisa ke apartemant nya karna terlalu banyak kenangan bersama Melati.
"Pulang sana loe mandi, jorok amat sih loe semenjak bini loe gak ada loe bukan nya membaik malah makin ancur kaya gini, apa sih yang loe pikirkan?" tanya Rio heran.
__ADS_1
Bayu juga tidak tahu apa yang di pikir kan nya yang jelas dia sangat merindukan istri nya itu, namun saat mau mencari pikiran nya kembali goyah dia berfikir kalo Melati sekarang sudah bahagia dengan keinginan nya bersama Rian.
"Gue gak tahu harus kaya gimana mungkin gue milih cerai aja sama dia, itu lebih baik dari pada dia sama gue namun gak bahagia," ucap nya sendu.
Rio gak bisa berbuat apa-apa selain mendo'ankan yang terbaik untuk nya, semoga ada keajaiban bagi mereka.
"Gua tahu loe sangat mencintai istri loe tapi apa loe gak mau perjuangin ya setidak ny loe tahu kebenaran nya dulu gitu, biar gak salah paham nanti nya loe enak dan Melati pun sama, loe liat cctv di apartemant loe siapa tahu apa yang loe lihat gak seperti kenyataan nya," ucap Rio mengingat kan.
Dia teringat percakapan nya dengan Ayumi beberapa hari hari, mereka membahas masalah pasutri itu.
"Aku udah kenal lama sama Melati bahkan sebelum dia pacaran dengan Rian, Melati tipe cewek setia gak mudah goyah apalagi dia sangat menghargai sakral nya pernikahan, jangankan menjadi istri menjadi pacar saja dia setia sampai menunggu hingga bertahun-tahun, aku bisa melihat Melati bahagia bersama Bayu apalagi saat dia bercerita dia nampak berbinar dan soal Rian aku gak tahu mau nya dia apa, mungkin saja itu salah satu rencana nya agar bisa membuat Bayu salah paham."
Itu lah yang Rio ingat perkataan Ayumi kepada nya, Ayumi juga tidak tahu dimana Melati sekarang karna biasa nya Melati akan ke rumah nya namun sekarang kan Mama nya Ayumi ada di sana tak mungkin Melati ke sana.
"Ya udah loe mau di sini apa mau pulang, gue mau keluar soal nya," ucap Rio menenteng jaket nya.
Bayu pun beranjak dari duduk nya dia terpaksa bangun dan segera pulang dia tidak mau di tinggal sendiri di sana.
"Loe mau kemana sih ini masih sore," ucap Bayu kesal.
Sedangkan Rio hanya tersenyum."Gue mau ngecek ke hotel bentar kenapa emang?"
"Gak papa gue langsung pulang ya," ucap Bayu.
Dan Rio pun mengangguk mereka berpisah di tempat parkir, mereka menaiki mobil nya masing-masing.
__ADS_1