Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 46


__ADS_3

"Seharusnya loe tanya dulu ke dia jangan langsung usir gitu aja, bagaimana kalo dia benar-benar hamil anak loe bro kasian kan dia, wanita hamil itu gak boleh stres," ujarnya.


"Loe kaya tahu aja tentang wanita hamil,atau jangan-jangan loe udah hamilin anak orang," ujar nya.


Rio pun menggeplak kepala Bayu pelan dia benar-benar kesal dengan sahabat nya itu bisa-bisa nya dia menuduh nya sembarangan.


"Brengsek lu ya bisa-bisa nya nuduh gue sembarangan gue gak pernah melakukan hal itu sama siapa pun asal loe tahu gue masih perjaka dan kalo loe tanya gue tahu dari mana karna gue tahu dari kak Rinda, selama hamil dia tuh nyusahin gue karna suami nya sering keluar kota," ujarnya.


Ya Rio memang dulu satu rumah dengan orang tua nya dan Rinda adalah kakak kandung nya yang juga sama tinggal di sana.


Selama Rinda hamil dia yang selalu kerepotan hingga dia memutuskan untuk membeli sebuah rumah agar dia aman tanpa gangguan kakak nya itu.


Bayu pun diam mencerna apa yang Rio katakan kalo memang benar Melati hamil anak nya bagai mana dia harus mencari Melati.


"Gue kenal lama sama istri loe bro dia wanita yang baik dan juga setia dulu dia gue aja dulu sampai iri sama Rian yang notaben nya bukan orang kaya tapi bisa membuat Melati nyaman, bukan nya gue ngatain Rian ya emang dia kan kuliah aja pake beasiswa dan udah gak punya orang tua, tapi Melati selalu setia pada nya, gue gak tahu apa yang membuat mereka putus yang jelas Melati tidak akan pernah mau kembali dengan orang yang udah ngancurin hatinya."


"Melati bisa nekat melakukan hal apapun demi orang yang di cintainya namun saat hati nya sudah terluka dia tidak akan pernah mau memaafkan orang itu, dan loe sebagai suami nya harus nya loe cari bukti dulu dong jangan main ambil keputusan gitu aja, bisa aja kan itu rencana nya Rian agar dia bisa kembali miliki Melati," lanjut nya.


Bayu pun berdiri dan pergi begitu saja membuat Rio semakin bingung kenapa sih sahabat nya itu.


"Bay loe mau kemana?" teriak nya namun Bayu sudah masuk dan melajukan mobil nya dengan kencang.


Rio pun membayar minuman nya dan segera menyusul Bayu takut nya terjadi sesuatu dengan Bayu.


Namun mobil Bayu benar-benar tak terlihat lagi, akibat hujan deras yang tadi mengguyur jalan sedikit berair dan Rio tidak bisa ngebut.


Saat pikiran nya terus memikirkan Bayu dia tak sengaja melewati genangan air dan sial nya itu mengenai seorang pejalan kaki.


"Shitt sial banget sih gue," gumannya melihat gadis itu nampak menggerutu.


"Maaf ya saya tidak sengaja," ucap nya.


Wanita itu itu mengurai rambut panjang nya kebelakang dan dia langsung melebarkan matanya, bagitu juga dengan Rio.

__ADS_1


"Ayumi?"


"Pa Rio?"


"Maaf ya aku benar-benar gak sengaja," ujar nya.


Ayumi pun tersenyum."Gak papa kok Pak cuma dikit kok di cuci juga ilang," jawab nya.


"Kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya Rio heran.


Karna ini sudah hampir tengah malam dia melihat jam tangan nya sudah jam 22.00


"Ya mau kerja lah pak," jawab nya Rio sampai lupa kalo Ayumi bekarja sistem sift.


Dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore dan dari jam 3 sampai jam 11 malam dari jam 11 malam sampai jam 7 pagi lagi begitulah setiap minggu nya.


Rio benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengan Ayumi di sana, tapi kenapa Ayumi jalan kaki bukannya hotel masih sedikit jauh.


"Kenapa kamu jalan kaki ini sudah larut malam kamu gak takut apa?" tanya Rio heran.


"Eh tunggu aku antar kamu sampai kesana, sekalian aku ada urusan."


Rio pun menarik tangan Ayumi agar masuk kedalam mobil nya, Ayumi pun hanya bisa pasrah rasanya tidak karuan mimpi apa dia semalam bisa naik mobil bos nya itu.


Hening tak ada yang berbicara Ayumi menatap ke arah jendela sedangkan Rio berkendara dengan hati-hati karna banyak genangan air.


Tak sampai lima menit mereka pun sampai Rio memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke loby, Rio memutuskan untuk mampir sejenak ke sana untuk memeriksa berkas keruangan nya yang ada di lantai 2.


Karna sudah beberapa hari ini dia mengurusi hotel barunya yang ada di dekat pantai.


Sedangkan Ayumi sudah pergi ke ruang ganti karyawan dia memang suka bawa baju ganti katanya biar gak ribet.


Setelah rapi dia menyimpan barang-barang nya di dalam loker." Hay Ay kamu sudah siap?" tanya Lani yang baru saja datang.

__ADS_1


"Hay juga Kak, tumben baru datang?" tanya Ayumi.


"Biasa macet," jawab nya dan Ayumi pun mengangguk. Mereka lanjut berbincang sebelum mulai bekerja.


.


Sedangkan di sisi lain Melati baru saja sampai di sebuah kampung untung saja dia masih ingat dengan alamat nya.


Terlihat rumah itu di terangi lampu yang sangat terang.


"Asalamualaikum," sapa nya sambil mengetok pintu.


Melati pun terus berdiri di depan pintu sambil menggaruk-garuk tangan nya yang digigitin nyamuk bagaimana tidak dia datang ke sana hampir jam 2 pagi untung saja rumah itu tak terlalu jauh dari terminal jadi dia bisa jalan kaki meskipun sedikit takut tapi daerah itu masih sama seperti dulu aman.


Tok


Tok


"Dira buka pintu nya ini aku Mba Mel," serunya masih menepuk-nepuk tangan nya duh lama banget si Dira kenapa gak cepet di buka sih pikir nya.


Ceklek


Terdengar suara kunci di putar Melati pun bernafas lega akhirnya di buka juga.


"Ya Tuhan Mba Mel sama siapa malem-malem begini?" tanya Dira melirik kiri kanan tidak ada siapa-siapa.


Dira benar-benar kaget dengan kedatangan anak majikan ibu nya itu biasanya Melati akan ngasih kabar dulu kalo mau kesana, namun sudah hampir dua tahun ini Melati tak pernah main lagi kesana.


"Ayo masuk Mba," ujar nya menarik tangan Melati masuk kedalam rumah.


Sudah terbiasa sedari dulu kalo ada masalah dia pasti akan kesana.


Rumah itu adalah milik Mbo Darmi art nya dan Dita adalah anak bungsu dari Mbo Darmi.

__ADS_1


Selama ini Dita memang sudah sering kedatangan Melati namun Dita tak pernah mengadu pada ibu nya kalo Melati main kesana.


__ADS_2