Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 102


__ADS_3

Dira langsung mengangkat ponsel nya saat melihat nama Ilham di sana, dia ingin tahu apa mau nya dia.


(Hallo)


(Hallo Ra, buka pintu aku di depan rumah kamu)


(Ngapain? pulang sana) ucap Dira kesal ngapain juga Ilham datang kesana di saat mati lampu seperti itu.


(Gua tahu Ra,lu masih takut gelap jadi gua mau nemenin lu buka pintunya)


Dira pun semakin kesal saja apa yang ada di pikiran Si Ilham sih aneh-aneh saja emang nya dia siapa.


(Pulang sana gak usah ngurusin gua, lagian gua udah gak takut gelap sekarang) hohong nya padahal dari tadi dia sudah berkeringat ketakutan untung saja di menemukan senter di atas meja belajar nya jadi ada sedikit terang.


(Gua serius Ra mau nemenin lu, buka pintunya ya) ujar nya namun Dira langsung mematikan ponselnya dia benar-benar tidak mengerti kenapa Ilham terus saja mengganggu nya.


Tok


Tok


Terdengar suara kaca jendela di ketuk Dira benar-benar semakin kesal saja itu pasti Ilham ngapain sih dia gak ada kerjaan banget.


Dira tidak menghiraukan nya dia menutup kepala nya dengan selimut sehingga Ilham pun pergi dengan sendiri nya.


Rian yang saat itu akan ke rumah Pak Rasim mengerutkan kening karna sekeliling komplek nampak gelap sekali.


Rian juga khawatir dengan Dira karna dia tahu kalo Dira takut gelap, awal nya dia tidak tahu namun saat di kantor Dira pernah masuk ke dalam gudang dan lampu nya mati Dira langsung pingsan kala itu dan teman nya bilang seperti itu.


Sesampainya di sana Rian langsung keluar dari dalam mobil bukan menemui Pak Rasim namun dia mau menemui Dira.


Rian mengetuk pintu berulang kali sehingga membuat Dira kesal dan kembali membuka matanya.


"Benar-benar ya si Ilham awas aja," ujar nya langsung terbangun dan membuka pintu karna senter nya sudah lama tidak di pakai membuat cahaya nya sudah kabur dan tidak terlalu terang.


"Ngapain sih kesini kan gua udah nyuruh lu pulang dari tadi. pulang sana gue gak mau nyokap sama pacar lu marah sama gua," ucap nya saat melihat pria di hadapan nya.


Dira belum sadar kalo itu bukan Ilham namun Rian sedangkan Rian nampak tertegun mendengar Dira marah ywng entah pada siapa.


Untung saja lampu kembali terang sehingga Dira bisa melihat siapa yang ada di hadapan nya itu.


"Pak Rian anda di sini? maaf saya kira tadi itu emmm lupakan, ada apa anda kemari?" tanya Dira benar-benar malu karna sudah marah-marah tidak jelas.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa saya hanya mau memastikan kalo kamu baik-baik saja," ucapnya membuat Dira tidak percaya kalo bos nya itu menghawatirkan nya.


"Ya sudah kalo gitu saya permisi ya," ujar nya.


Rian pun segera meninggalkan tempat itu, dia segera masuk ke dalam mobil dia tidak jadi bertamu ke rumah Pak Hasim karna sudah malam.


Dira sendiri seperti kebingungan sehingga dia lupa mengunci pintu rumah.


Ilham yang sedari tadi masih ada di sana pun segera masuk kedalam rumah Dira dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan agar bisa berbicara berdua dengan Dira.


Dira sangat kaget saat melihat Ilham sudah berada di rumah nya.


"Ilham ngapain lu di sini, keluar!!" ucap nya sambil mendorong Ilham yang ada di depan pintu kamar.


"Dira dengerin gua dulu gua masih sayang sama lu dan gua mau lu yang jadi istri lu bukan Diandra," ucap nya memeluk paksa Dira.


Sedangkan Dira terus meronta ingin lepas dari pria itu.


"Lepas Ilham lu tuh udah gila ya," ucap nya namun Ilham hanya tersenyum dia malah mencium leher dia membuat Dira menginjak kaki nya dan berlari kekamar dan mengunci nya.


Dira benar-benar ketakutan saat ini dia takut Ilham melakukan hal yang tidak seronoh padanya.


"Ra buka pintu nya, aku tahu kamu masih cinta sama aku ayo buka pintu nya," ujar nya terus mengetuk pintu kamar.


Dira mengambil ponselnya dan menekan nama bos nya itu di sana, untung saja Rian langsung mengangkatnya.


(Hallo Ra, ada apa?)


(Tolong aku) ucap nya.


Dira langsung mematikan ponsel nya saat mendengar pintu kamar nya di dobrak oleh Ilham.


Dira benar-benar sangat ketakutan saat ini apalagi melihat Ilham seperti hewan yang kelaparan saat melihat dirinya.


"Pergi Kak jangan dekat-dekat," ucap nya namun Ilham malah tersenyum.


"Udahlah Dira aku tahu kamu juga menginginkan nya ayolah berikan keperawan mu kepadaku," ucap nya.


Dira pun menggelengkan kepala dia mengepalkan tangan nya, dasar pria berengsek sudah tidur dengan sepupu nya sekarang dia malah menggoda nya.


"Kamu memang brengsek Kak, gue nyesel pernah suka sama cowok kaya lo," ujar nya.

__ADS_1


Namun Ilham tidak mendengarkan apa yang Dira katakan dia memeluk paksa Dira dan membawa nya kearas tempat tidur dia mengungkung Dira agar tidak bisa lepas.


Sedangkan Dira menangis sambil meminta tolong.


"Siapapun tolong gue," teriak nya.


Sedangkan Ilham hanya tersenyum melihat nya hingga satu pukulan pun mendarat di punggung nya membuat Ilham meringis.


Ilham terbangun dan menatap tajam orang yang telah memukulnya itu.


"Oh jadi lu lagi, jangan ikut campur," ujar nya.


Namun Rian yang sudah sangat emosi dia tidak bisa manahan nya lagi dia memberikan bogem mentah kepada Ilham dan perkelahian pun terjadi.


Hingga para tetangga pada datang memisahkan mereka termasuk Pak Rasim.


"Ada apa ini?" tanya nya.


"Pah mereka mau berbuat mesum di kampung kita," ucap Ilham memutar balikan fakta.


Dan mereka semua tercengang mendengarnya, sedangkan Dira menggelengkan kepalanya.


Diandra membantu Ilham dia tidak tahu apa yang terjadi namun dia yakin kalo yang Ilham bilang itu tidak benar.


"Ini kesempatan gue buat Ilham menjauh dari Dira," batin Diandra.


"Tidak seperti itu cerita nya Pak," ucap Dira membela diri.


"Iya Pak bukan begitu tapi dia yang mau berbuat jahat kepada Dira," Timpal Rian.


"Papa jangan percaya mereka Bohong Pah sebaiknya mereka di usir saja dari sini," ucap Ilham membuat Dira semakin kesal.


"Aku yakin Kak Ilham benar Om, lebih baik nikahkan saja mereka agar tidak membuat rusuh lagi di kampung kita," ucap Diandra.


Membuat para tetangga mengganggukan kepala nya termasuk pak Rasim.


"Iya itu lebih baik," ucap Pak Rasim.


Sedangkan Ilham nampak mengepalkan tangan nya kenapa jadi seperti ini harus nya mereka di usir saja bukan di nikah kan.


"Sial," batinnya.

__ADS_1


Sedangkan Dira menggelengkan kepala nya dia tidak mau menikah karna insiden seperti ini, sedangkan Rian hanya tersenyum karna ini adalah musibah yang membawa berkah.


__ADS_2