
Bayu sudah pulang dari kantor dia bertekad memberikan kesempatan untuk Melati agar bisa membuat nya mengingat masalalu nya.
"Baiklah besok aku akan membiarkan nya masuk dan tinggal di sini semoga saja aku bisa dengan cepat mengingat nya," gumannya.
Bayu pun memutuskan untuk mandi setelah itu dia keluar untuk mencari makan malam itu lah rutinitas nya karna tidak ada Melati jadi dia mencari makan sendiri.
Namun saat akan pulang dia melihat mobil Marta berhenti di jalan, seperti nya mobilnya mogok itu yang dia lihat.
Bayu pun segera menghentikan mobilnya dan menghampiri Marta yang sedang berdiri di sana.
"Ta mobil kamu kenapa?"
"Eh Bay kamu di sini, kebetulan sekali aku sedang menunggu taxi yang lewat tapi gak ada yang lewat juga dari tadi. Mobil ku tiba tiba mogok apa bisa aku meminta bantuan?"
"Apa yang bisa ku bantu?" tanya Bayu.
"Antarkan aku ke Grand Hotel aku sudah ada janji dengan teman teman ku di sana," ucap nya membuat Bayu mengerutkan kening nya.
"Hotel?" tanya Bayu.
"Iya kami ada acara di sana, apa kamu keberatan mengantarku kesana?"
"Ah tidak sama sekali, ayo aku antarkan sekarang ini sudah malam," ucapny membukan pintu untuk Marta.
Mereka pun segera masuk ke dalam mobil dan mobil pun melesat meninggalkan tempat itu menunju hotel yang di maksud oleh Marta.
"Apa kamu yakin di sini tempat nya?" tanya Bayu melihat hotel bintang yang ada di hadapan nya.
"Iya, apa kamu bisa mengantarku sampai ke atas? tiba-tiba kepalaku sedikit pusing," alasanya sambil memengang kepalanya seolah dia sedang tidak baik baik saja.
Bayu pun tidak tega melihatnya, dia memapah Marta dan mengantarkan nya sampai ke depan kamar nya.
Namun ada yang dia sadari oleh Bayu kalo ada seseorang yang memotret nya dan mengirimkan nya kepada Melati.
__ADS_1
"Makasih ya Bay maaf sudah merepotkan, aku benar benar berhutang budi padamu mungkin kalo kamu tidak datang aku masih disana," ucap Marta setelah sampai di sana.
"Tidak masalah ya sudah aku langsung pulang ya," ucap nya dan Marta pun menganggukan kepalanya.
Bayu memang hanya menganggap Marta teman dari dulu mereka memang dekat jadi Bayu tidak tega meninggalkab Marta sendirian di sana.
Marta pun masuk kedalam dan tersenyum melihat suami nya sudah duduk bersandar di tempat tidur.
"Bagaimana apa semua sesuai rencana?" tanya Pria itu meletakan buku dan kacamata nya di atas nakas .
"Tentu saja kamu tidak usah meragukan ku, aku yakin Melati sedang menangis malam ini melihat poto suami nya yang berada di Hotel dengan wanita di sebuah hotel."
"Kamu memang sangat pintar sekali sayang, aku sangat mencintaimu." ucap nya dan Marta pun tersenyum lalu memeluk tubuh suami nya itu.
"Tentu saja aku sudah berjanji akan membalas kan dendam kalian pada mereka," ucap nya.
Dan Reno pun tersenyum simpul."Bagaimana Mel apa kamu menyerah sekarang atau kamu mau melihat yang lebih lagi? ini belum seberapa Mel dengan apa yang dulu kamu lakukan padamu, pria yang kamu campakan," batinnya.
Reno memang dulu sempat mencintai Melati kala itu dia adalah Dosen dari Melati namun Melati bersikeras menolak nya, dan dia lebih sakit hati lagi saat adik nya yaitu Ana masuk penjara.
Saat Ana menceritakan tentang Melati yang menjebak nya Reno penasaran dan mencari tahu wanita itu dan benar itu wanita yang sama.
Reno memanfaatkan Marta yang notaben nya adalah teman dekat Bayu saat SMA dan dia juga yang memberikan obat agar Bayu melupakan Melati untuk selamanya.
"Lalu apa selanjutnya yang akan kita lakukan?" tanya Marta.
"Kita buat mereka bercarai dan setelah itu aku akan membuat Bayu sembuh, aku yakin Bayu akan menyesal dan aku bisa melihat kehancuran mereka," ucap Reno tertawa bahagia.
"Tapi kenapa aku merasa kasihan ya pada Bayu, walau bagaimana pun dia tulus berteman dengan ku, apa aku hentikan saja ya memberikan obat dari Mas Reno aku merasa ini salah," batin Marta.
Melati sendiri nampak bingung saat Dira memberika sebuah kotak paket padanya Dira bilang kalo ada kurir yang mengantarkan itu barusan saat dia sedang ada di depan rumah.
"Mbak ada paket," ucap Dira menyerahkan nya pada Melati.
__ADS_1
"Paket apa aku merasa gak pesan," ucap nya.
"Aku juga tidak tahu karna barusan ada kurir yang mengantar untung saja aku ada di depan rumah jadi aku langsung mengambilnya."
"Apa Mas yang biasa yang mengantar nya?"
Memang setelah mempunyai anak Melati sering memesan barang barang dari online shop, sehingga dia sudah kenal dengan kurir nya.
"Bukan aku juga baru liat."
"Jadi kamu tidak kenal dengan kurirnya? aku gak pesan apa apa kok."
"Gak Mbak aku gak kenal, aku kira mbak yang memesan nya paket itu karna memang nama dan alamat nya benar," ucap Dira dia juga sama bingung nya dengan Melati.
"Ya sudah nanti aku buka deh takut nya ada sesuatu yang penting, kamu istirahat ya jangan banyak begadang ingat jaga kesehatan." begitu pesan nya pada Dira.
"Iya Mbak juga, aku ke kamar dulu kalo gitu," ucap nya dan Melati pun menganggukan kepalanya.
"Apa sebenar nya isi dari kotak ini? kenapa sampe harus malem malem nganterinnya?" batinnya.
Karna sudah malam Melati pun segera membuka nya dia benar benar penasaran dengan isi kotak itu.
Dan...
Melati pun menjatuhkan kotak itu saat melihat beberapa lembar poto suami nya di sana bersama wanita lain.
"Hotel?"
Dia memegangi dadanya yang terasa sakit sungguh dia merasa sakit sekali melihat hal itu jujur saja walau pun suami nya dalam keadaan tidak ingat dirinya tapi dia merasa di hianati.
"Oh jadi ini mau kamu, oke aku akan nurutin mau kamu aku akan jauhi kamu untuk selamanya," ucapnya sambil mengusap air matanya dia benar benar sedih sekali.
Melati mengambil koper dan memasukan barang barang nya ke dalam koper dia harus pergi dia tidak mau menjadi penghalang untuk kebahagiaan suami nya.
__ADS_1
Dia memesan tiket pesawat pagi mungkin ini jalan terbaik untuk rumah tangga nya yang semakin hari semakin renggang bahkan untuk menyapa pun Melati harus rela di marahi oleh Bayu.
Mungkin sudah cukup baginya berjuang sendirian karna Bayu tidak pernah mau berjuang meningat nya sama sekali.