Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
part 49


__ADS_3

Sudah satu minggu Melati di sana dia sangat menikmati hari- hari nya menjadi seorang pengangguran, ya bagaimana tidak biasa nya dia akan sibuk bekerja dan melayani suami nya.


Namun kali ini dia yang di layani oleh Dira, meskipun dia menolak nya tapi Dira tidak membiarkan Melati membantu nya.


Di sisi lain Bayu nampak tidak ada niat mencari istrinya itu, dia masih bekerja seperti biasa dan seolah tak ada masalah apa-apa hingga Ibu Zoya pun menanyakan kabar nya Melati padanya.


Bayu pun terpaksa berbohong setiap kali ibu mertuanya bertanya tentang ponsel Maleti yang tidak aktip selama satu minggu ini.


'Ponsel nya rusak sedang di perbaiki'


'Melati sedang sibuk jadi tidak bisa di ganggu'


'Nanti kalo tidak sibuk dia hubungi ibu'


Dan banyak lagi alasan lain yang Bayu katakan padanya, sejauh ini Ibu Zoya masih percaya padanya apalagi beliau sedang sibuk dengan usaha baru nya.


Zoya memutuskan menunda pernikahan nya karna demi mengembangkan dulu bisnis perhiasan nya, dia juga berinfestasi untuk masa tua nya.


Melati bangun saat merasakan mual yang mendera, memang obat yang dokter berikan hanya bersifat sementara dia benar-benar bingung harus bagaimana.


Tidak tahu kenapa selama satu minggu ini dia terus memikirkan suami nya, rasanya rindu sekali, sehingga setiap malam dia akan menangis melihat poto suami nya hingga dia tertidur.


"Mba aku mau ke makam bapak apa Mba mau ikut atau mau menunggu di rumah?" tanya Dita karna hari ini hari libur dia biasanya bersantai di rumah.


Melati selama di sana tidak pernah kemana hanya di rumah saja, dia benar-benar bosan akhrinya dia ikut ke makam Pa Yusuf ayah nya Dira.


Pa Yusuf memang sudah lama meninggal jadi Melati tidak mengenal nya, karna sudah 12 tahun yang lalu, sedangkan Mbo Darmi menikah lagi dengan Pak Usman supir ibu nya sepuluh tahun yang lalu.


Pak Usman seorang duda tanpa anak dan Mbo Darmi pun tinggal bersama Pak usman.


Sedangkan Dira tidak mau ikut ibunya karna tidak mau meninggalkan rumah peninggalan mendiang ayah nya.


"Mba ikut ya bosan di rumah," ucapnya dan Dira pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Melati pun menghabiskan sarapan nya dan minum satu gelas susu hamil sedangkan Dira hanya sarapan pisang.


"Kamu gak laper cuma makan itu aja?" tanya Melati heran sedangkan Dira tersenyum.


Selama Melati tinggal di sana Dita memang sama seperti dirinya tidak terlalu banyak makan dan malah terlihat sering makan buah.


"Sudah biasa, kan Mba tahu dari dulu aku begini tapi liat badan aku bagus kan," ucap nya percaya diri sambil berdiri menunjukan bodi nya nya bagus.


Memang Melati bisa melihat Dira tumbuh menjadi wanita yang cantik tinggi dan badannya pun lumayan bagus, dia tumbuh lebih tinggi dari Melati.


Melati sendiri lebih kecil dari Dita apalagi sekarang sedang hamil dia sedikit kurusan karna jarang makan.


"Ayo siap-siap kalo mau ikut, aku panasin dulu motor nya," ucap Dira.


Dira pun keluar rumah dan memanaskan motor metic nya namun baru juga sebentar dia malah mematikan lagi motor itu lalu berlari masuk kembali ke dalam rumah dan mengintip di depan kaca.


Melati yang baru saja keluar dari kamar pun heran dengan kelakuan Dira, apa sih sebenar nya yang Dira lihat di luar pikirnya.


Tanpa sepengetahuan Dira, Melati pun ikut berdiri di belakanag nya dan Melati bisa dengar kalo Dira sedang bergumanan pelan.


Sebenarnya apa yang Dira rasakan saat ini, Melati bisa melihat di di pinggir jalan dekat rumah Dira ada dua orang sedang berbincang dan Melati ingat pria itu yang bebebapa hari menyapa nya pria itu sedang berbincang dengan seorang wanita yang mungkin seumuran dengan Dira. .


Namun apa hubungan nya dengan Dira, Melati bisa melihat tatapan mata nya yang terlihat sedih.


"Dita kamu gak papa?" Tanya Melati meneupuk pelan pundak nya.


Dita yang tidak tahu Melati ada di sana pun benar-benar kaget, sejak kapan Melati ada di sana pikirnya.


"Astagfuloh Mba sejak kapan di sini?" tanya Dira menolah dengan memegang jantung nya yang terasa mau copot.


Melati mengajak nya duduk di sofa."Maaf Mba ngagetin kamu ya, hambis nya Mba penasaran liat kamu komat-kamit gak jelas," ucap Melati terkekeh.


"Jadi Mba dengar aku ngomong apa?" tanya Dita dan Melati pun pura-pura menggelengkan kepala dia ingin tahu apakah Dira akan jujur atau tidak kepadanya.

__ADS_1


"Syukurlah," ucap nya mengusap- ngusap dadanya.


Melati semakin bingung saja apa yang Dira rahasiakan dari nya, apa mungkin ada hubungan nya dengan pria tadi.


" Jadi mau main rahasia-rahasiaan nih? oke gak masalah," jawab nya melipat tangan nya di dada.


Dita menatap Melati dia bingung harus cerita apa karna bagi nya tidak penting juga.


"Ya udah yuk berangkat," ujar nya.


Mereka pun naik motor menuju makam PA Yusuf ayah nya Dira hanya menempuh sepuluh menit mereka sampai di sana.


Dira mengucap salam dan membersihkan beberapa rumput kecil yang tumbuh di dekat makam itu.


Sedangkan Melati hanya diam dan melihat Dira sedang mengaji di sana, Melati pun tak kuasa menahan air mata nya dia jadi teringat dengan Ayah nya sendiri.


Dira pun akhirnya selesai dan menaburkan air dan bunga.


Mereka pun kembali ke rumah namun sebelum itu mereka berpapasan dengan pria kemarin, mau apa lagi dia.


Dita tersenyum samar melihat pria itu sepertinya dia sangat mengenal nya dekat.


"Hay Ta dari mana?" tanya Pria itu tersenyum dia berdiri tepat di depan gerbang rumah Dita.


Seperti nya pria itu habis olah raga karna terlihat masih memakai kaos dan juga trening nya tak lupa memakain sepatu.


Sedangkan Dita memutar bola matanya malas dia sepertinya malas selaki harus bertemu dengan pria itu, dia pun hanya menjawab seadanya.


"Habis jalan-jalan," jawab nya ketus.


Pria itu ber oh ria sedangkan Dita langsung memasukan motor nya ke dalam rumah halaman rumah nya dia tidak mau berlama lama berada di sana.


Sedangkan Melati semakin penasaran dengan mereka apa sebenarnya yang terjadi sehingga Dita seperti menghindari pria itu, apa mungkin mereka punya hubungan dan sedang ada masalah pikir nya.

__ADS_1


Melati tak bisa bertanya lebih dia hanya bisa diam, mungkin Dita akan cerita nanti kalo mood nya sudah membaik.


__ADS_2