
Rio mengemudikan mobil nya dengan kencang dia tidak mau terlambat ke bandara.
Jujur dia kaget saat Bayu tadi menelpon nya menanyakan dia apa mau ke bandara atau tidak kalo iya, dia menyuruh nya mengantarkan Melati ke kantor nya.
Beberapa jam yang lalu..
Rio baru saja terbangun dari tidur nya dia segera masuk ke dalam kamar mandi, hari ini dia memang tidak akan ke kantor melainkan untuk mengecek ke hotel nya.
Saat dia sampai di Hotel menejer Hotel memberikan surat pengunduran diri dari Ayumi, karna kemarin Rio tidak ke Hotel lantas hari ini surat itu baru sampai di tangan nya.
"Siapa yang mengantarkan ini, apa Ayumi sendiri yang datang?"
"Bukan Pak, tapi seorang kurir yang mengantar nya," jawab nya.
Rio bergetar membuka surat itu, kenapa Ayumi tidak mengatakan padanya terlebih dulu bahkan Ayumi tidak datang ke acara makan malam itu.
Rio memang tidak tahu kalo Ayumi datang malam itu, dia menyangka mungkin Ayumi masih harus istirahat begitu pikir nya.
Rio pun menghubungi nomor Ayumi namun tidak bisa dan dia menyadari kalo Ayumi telah memblokir nomor nya,Rio mulai bingung apa dia membuat kesalahan sehingga Ayumi menghindari nya bahkan untuk komunikasi juga sangat susah.
Rio pun memutuskan untuk pergi ke rumah Ayumi dia ingin tahu apa yang terjadi, selama beberapa hari ini dia memang sibuk di luar kota bahkan di sana susah sinyal jadi dia tidak bisa menghubungi Ayumi.
Sesampai nya di sana hanya ada pembantu nya saja yang ada di sana, saat dia akan bertanya tiba-tiba ponsel nya berdering dan tertera nama Bayu di sana, dengan cepat Rio mengangkat nya dia yakin Bayu tahu sesuatu.
[Hallo Bay, ada apa?]
[Lu udah sampe di Bandar belum? kalo udah nanti sekalian lu anterin Melati ke kantor gue yah, soal nya gue sibuk banget] ucap nya di sebrang sana membuat Rio bingung, siapa yang Melati antar ke Bandara pikir nya.
[Kenapa lu nanya kek gitu bro, sebenarnya siapa yang mau pergi kok lu ngomongin bandara segala sih?] tanya Rio dia memang tidak tahu apa-apa.
[Lah bukannya lu mau nganter Ayumi, apa jangan-jangan lu gak tahu lagi kalo Ayumi mau ke luar negri]
[Apa maksud lu, jangan becanda Bay] ucap nya dia sangat kaget mendengar itu dadanya bergemuruh.
[Gua serius, emang Ayumi gak kasih tahu lu? bukannya kalian dekat ya akhir-akhir ini malah Melati kira kalian ada hubungan] ucap Bayu dia juga bingung kenapa Ayumi tidak memberitahu Rio bukannya beberapa hari Rio berkata ingin mengungkap kan perasaan nya lalu ini apa?
__ADS_1
Apa mungkin mereka sedang ada mesalah sehingga Ayumi memilih untuk pergi.
[oke gue harus susul mereka thank ya bro udah ngasih tahu] ucap nya langsung memutuskan telpon nya.
Bayu pun menggelengkan kepala nya, sungguh dia tidak mengerti apa yang terjadi antara Ayumi dan sahabat nya itu.
.
Rio pun akhirnya sampai di bandara, dia berlari tergesa-gesa masuk ke dalam mencari keberadaan Ayumi dia berharap gadis itu belum pergi.
Akhirnya Rio pun bertemu dengan Melati namun dimana Ayumi pikir nya.
"Mel," sapa nya sambil menetralkan nafas nya yang ngos-ngosan.
Melati pun bingung sedang apa Rio di sana kok kaya orang yang baru maron saja pikirnya.
"Kak Rio ngapain di sini?"
"Cari Ayumi, mana dia?"
"Kak Rio telat Ayumi udah terbang 10 menit yang lalu, pesawat nya di percepat jadi udah berangkat," jawab nya membuat kaki Rio lemas dia langsung duduk di kursi sebelah Melati.
Seharusnya dia langsung berlari ke penerbangan domestik, kalo saja dia tidak lama mencari mungkin dia masih bisa melihat Ayumi meski pun cuma sebentar.
"Aku telat berarti, kenapa Ayumi tidak pamit padaku. Apa aku bikin kesalahan sama dia?" ucap Rio lirih, dia benar-benar kecewa kenapa harus begini.
Ayunda dan Papa Kenta pun kembali dari toilet mereka juga bingung melihat Rio ada di sana bersama Melati.
"Nah Rio di sini juga?"
Rio pun tersenyum sambil menganggukan kepala nya, dia bingung harus ngomong apa di hadapan orang tua Ayumi.
Rio memang sudah berniat ingin melamar Ayumi secepat nya, namun dia gagal dan harus menerima kekecewaan ini.
"Aku di suruh jemput Melati bu sama Bayu, kebetulan aku habis ketemu klien di dekat sini," bohong nya maua bagaimana lagi kqlo dia jujur rasanya malu sekali.
__ADS_1
Mereka pun mengangguk memang Bayu tadi menyuruh Melati datang ke kantor, jadi pantas kalo Rio yang menjemput nya di sini.
Sedangkan Melati nampak mengerutkan kening nya sebenarnya apa yang Rio katakan kenapa berbicara seperti itu.
"Oh begitu ya, gimana Mel kamu mau bereng nak Rio atau bareng kami?"
Melati pun mentap Rio seperti nya ada yang mau Rio bicarakan kepada nya.
Melati tidak tahu bagaimana hubungan Ayumi dengan Rio namun dia akan mencari tahu nya, karna saat melihat Ayumi tadi dia merasa sahabat nya itu sangat sedih.
"Aku bareng Kak Rio aja tan," jawabnya.
"Ya sudah kalo gitu kita duluan ya,titip Melati ya nak Rio maaf merepokan," ucap nya merasa tidak enak dan Kenta pun menepuk pundak Rio pelan.
Setelah kepergian mereka, Melati dan Rio pun berjalan barengan menuju basmant mereka tidak ada yang mau bicara dan masih asyik dengan pikiran nya masing masing.
Melati pun ikut masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman nya.
"Udah?" tanya Rio.
"Udah yu jalan," ucap nya.
Rio pun melajukan mobil nya meninggalkan bandara, perasaan nya saat ini sangat lah kacau dia benar-benar kecewa pada diri nya kenapa terlambat menyatakan cinta nya pada Ayumi kalo sudah begini mau bagaimana lagi tidak mungkin dia menyusul nya ke sana.
"Mel."
"Hmm, ada apa?"
"Apa Ayumi pernah cerita tentang pacar pertama nya sama kamu?" tanya Rio, dia sangat penasaran karna yang Ayumi katakan pria itu satu kampus dengan nya.
Sedangkan Melati bingung kenapa tiba-tiba Rio menanyakan hal itu kepada nya, Melati sendiri tidak tahu siapa cinta pertama nya Ayumi namun dia pernah melihat poto Rio di kamar nya Ayumi, apa mungkin Rio adalah pria itu pikir nya.
"Apa kalo aku bilang itu Kakak, kakak akan percaya?" tanya Melati, dia tidak sembarangan menebak karna sejak dulu Ayumi sangat mengagumi sosok Rio namun Rio yang kala itu malah naksir Melati membuat Ayumi menutup hati nya untuk siapa pun.
Banyak teman -teman cowok mereka di kampus yang suka dengan Ayumi namun tidak ada yang bisa merebut hatinya, bahkan saat bertunangan dengan Dewa pun Ayumi tidak terlihat bahagia.
__ADS_1