
"Sial seharus nya Melati sudah sampai tapi dimana dia kenapa tidak kelihatan kemana dia kenapa pergi secepat itu?" guman Rian dia menghampiri anak buah nya yang sedari tadi sudah menunggu di depan apartemant itu.
"Kami dari tadi menjaga di sini tapi tidak ada Nona Melati lewat sini."
"Apa mungkin dia lewat jalan belakang?" tanya Rian karna dia sangat tahu kalo Melati itu cerdik.
"Kata berpencar cari ke belakang aku tidak mau Melati kenapa-napa," ujarnya dan kedua orang itu mengikuti perintah Rian.
Di sisi lain Melati yang sudah sampai di lantai 10 pun kembali turun dia berharap Rian sudah pergi, tak lupa dia memesan taxi dulu.
untung saja tadi ponsel nya sempat dia masukan ke dalam saku dres nya kalo tidak dia tidak bisa berkomunikasi.
Melati pun langsung turun dan naik taxi yang sudah menunggu nya.
Melati tidak tahu dia mau kemana namun yang jelas dia tidak mau pulang kerumah orang tua nya.
Melati memutus kan untuk pergi ke terminal bis, gak tahu kenapa dirinya sangat ingin pergi jauh dari orang-orang.
Setelah membayar taxi Melati pun membeli sim cart yang baru dan membuang menggatinya kemudian naik bus menuju kampung dimana dia bisa menemukan ketenangan.
"Mungkin menjauh sejenak lebih baik dari pada aku stres dan itu akan berakibat buruk pada bayiku," gumannya.
.
Bayu nampak kesal sekali bisa-bisa nya dia percaya dengan Melati, mungkin saja dia masih berhubungan dengan Rian di belakanh nya lalu apa maksud nya dia mau menikah dengan nya.
Semakin di pikir Bayu semakin bingung dia lantas masuk ke dalam kamar mandi. Mungkin berendam bisa sedikit menenangkan pikiran nya.
Tiga puluh menit sudah Bayu berendam dan dia pun lumayan sedikit tenang dia mencari baju di atas tempat tidur namun tidak ada dia lupa kalo istrinya sudah tidak ada di sana.
Biasanya Melati yang akan menyiapkan semua nya walau pun baru enam bulan menikah tapi Bayu sudah terbiasa dengan kehadiran wanita itu.
Perutnya pun sudah lapar biasanya setelah selesai mandi mereka akan makan malam bersama.
Bayu pun keluar dari kamar menuju dapur mungkin saja Melati sudah menyiapkan makan malam untuk nya.
__ADS_1
Dan benar saja di meja makan sudah ada banyak menu masakan semua adalah makanan kesukaan nya.
Dia tersenyum saat melihat kue ultah di sana, apa mungkin Melati sengaja menyiapkan semua ini agar dia tidak mencurigainya.
Bayu pun duduk di sana dan menikmati makan malam nya dia tidak peduli dengan Melati terserah dia mau ngapain juga.
Setelah makan dia masuk kembali ke dalam kamar dia lupa menyimpan ponsel nya saat mengambil ponsel matanya tak sengaja melihat sebuah kotak diatas meja rias.
"Kotak apa ini, apa mungkin si brengsek itu yang memberikan hadiah kepada Melati," guman nya dengan kesal dia pun membanting kotak itu.
Namun ada yang aneh yang keluar dari kotak itu dan itu pas jatuh di kaki nya.
"Apa ini," gumanya langsung memungut benda itu.
"Test pack?"
"Siapa yang hamil?" batinnya bingung.
Dia pun langsung mengambil kotak tersebut ternyata di dalam nya ada sebuah kartu ucapan.
Selamat ulang tahun Mas Bayu
Tidak ada kado yang bisa ku berikan padamu Mas, tapi mungkin kehadiran bayi dalam kandunganku bisa mengganti kado yang kamu inginkan.
aku hamil Mas aku benar benar hamil aku sangat bahagia sekali aku mencintaimu Mas sangat mencintaiku.
Maaf kalo aku tidak bisa mengucapkan dengan bibirku ini jujur aku sangat gugup saat mengatakan dua kata itu.
Bayu pun meremas ucapan itu dan melemparnya ke tempat sampah dia tidak percaya kalo itu adalah anak nya bisa saja kan kalo anak itu anak si brengsek itu.
"Aku tidak peduli lagi padamu, terserah apa yang mau kamu lakukan mau hamil sekali pun aku tidak akan percaya lagi padamu."
Bayu pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dia berusaha memejam kan matanya namun bayangan saat Rian merangkul istrinya membuat nya gila.
"Sial kenapa seperti ini," gumanan nya dia pun mengambil kunci mobil nya dan keluar dari unit itu.
__ADS_1
Bayu langsung mengemudikan mobil nya kesebuah club malam, mungkin sedikit minum bisa membuat nya sedikit tenang.
Sesampai nya di Clab dia di sambut oleh Rio, memang tadi dia menghubungi Rio agar menemani nya di sana.
"Tumben loe ngajak gue ke tempat ini?" tanya Rio heran.
"Udahlah loe gak usah banyak tanya, gue lagi banyak pikiran nih," ujar nya meminta satu gelas wine.
Rio pun geleng-geleng kepala,melihat sahabatnya itu Bayu nampak diam dan tak banyak bicara.
Rio yang sedari tadi diam pun akhirnya angkat bicara karna matanya salah fokus sama dua orang yang sangat di kenal nya.
"Bro bukannya itu Jovanka?" tanya Rio.
Bayu pun memperhatikan nya dan kemudian mengangguk.
"Bukannya cowok yang di sebelah nya itu temen loe yah, itu loh yang waktu kita ketemu di rumasakit saat kita jengung Om lu," ujar nya, Bayu pun melebarkan matanya melihat itu.
"Brengsek bukannya dia sudah bertunangan kenapa sekarang malah bersama Jovanka di sini," batinnya.
Rio sendiri terus memperhatikan mereka dia ingat wajah pria itu karna Bayu terlihat akrab saat bertemu dan kalo dia tidak salah dengar pria itu adalah dokter.
"Dokter Dewa iya gue ingat sekarang," gumannya.
Rio bisa melihat mereka berciuman, Rio yang tidak menyukai Jovanka pun memideo nya mungkin saja sewaktu-waktu Bayu akan membutuhkan nya.
Bukan hanya ciuman namun Dewa juga menghisap leher Jovanka, dan setelah itu mereka memuruskan untuk pergi.
"Loe lihat Bay wanita yang ngejar-ngejar loe itu ternyata benar-benar murahan bisa-bisa nya dia berhubungan dengan orang terdekat loe," ujar nya memasukan ponsel nya ke dalam saku celana nya.
Namun Bayu tak mau ambil pusing terserah lah mau bagaimana juga bukan urusan dia.
"Loe kenapa sih Bay kok jadi kaya gini?" tanya Rio dia benar-benar khawatir melihat nya karna selama ini Bayu jarang sekali minum apalagi pergi ketempat seperti itu.
Yang Rio ingat terakhir kali mengantar Bayu ke sana dulu beberapa tahun yang lalu saat orang tua Bayu meninggal lalu sekarang apa yang membuat Bayu kembali ke sana.
__ADS_1
"Bay loe udah gue anggap saudara sendiri loe bisa cerita sama gue," ujar nya.
Bayu pun menceritakan semua nya dari awal di melihat Melati di berpelukan di depan unit nya dan mengusirnya dia juga menceritakan tentang tast pack yang di temukan nya di dalam kotak.