Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 141


__ADS_3

Mereka pun menceritakan semuanya pada Dira namun tidak di sana, mereka mengajak Dira ke kantin sekalian makan siang,sedangkan Melati masih terlelap dalam tidur nya.


Mereka meminta suster untuk menjaga nya sebentar selam mereka pergi.


"Bukankan di rumah ibu penjagaanya ketat?" tanya Dira bingung kenapa bisa mereka kecolongan.


"Entah lah mungkin ada yang membantu mereka sehingga kita kecolongan, pasti ada penyusup di rumah kita," ucap Papa Bimo.


Jujur saja Ia merasa gagal menjaga cucu nya dan Ia tidak menyangka kalo masih ada orang yang dendam dengan keponakan nya itu.


"Mas apa mungkin ini ada hubungan nya dengan Nathali?" tanya Bu Zoya.


Ia merasa kalo wanita itu ada di sekitar mereka dan entah apa yang wanita itu rencanakan karna dari dulu sifat nya masih sama licik nya.


"Siapa Nathali?" tanya Dira yang memang tidak tahu nama asli dari ibu nya Ilham itu, selama ini Ia hanya tahu bu rt saja atau bu Rusim panggilan sehari hari nya.


"Ia adalah adik dari Mama nya Bayu, tapi entah mengapa dari dulu Nathali tidak menyukai Mama nya Bayu," ucap Papa Bimo mengingat bagaimana Nathali dari dulu.


"Lalu kemana selama ini kok baru datang sekarang?" tanya Dira pensaran, apa mungkin Ilham bekerja sama dengan wanita itu pikir nya.


"Entah lah nak Papa juga tidak tahu,mungkin saja dia kehabisan uang karna sudah di ceraikan oleh suami baru nya," ucap Bimo menjelaskan.


Ponsel Dira pun kembali berdering membuat mereka kaget.


"Maaf Dira angkat telpon sebentar," ucap nya dan mereka pun mengangguk.


(Hallo)


(Hallo sayang, apa kamu sudah melihat poto yang ku kirim) ucap Ilham di seberang sana.


Dira sangat hafal dengan suara itu, karna pria itu pernah ada di dalam hidup nya.


(Dimana Bryan?) tanya Dira tanpa basa basi.

__ADS_1


(Tenang lah sayang aku tidak akan menyakiti bayi itu asal kan kamu menikah dengan ku) ucap nya membuat Dira menggelengkan kepalanya.


(Dasar gila, apa kamu tidak tahu kalo aku sudah menikah?) ucap Dira kesal.


(Kamu cerai kan Rian dan kembali lah padaku, aku tahu kamu terpaksa menikah dengan Rian karna cinta kamu hanya untukku) ucap Ilham membuat Dira mengepalkan tangan nya.


(Gak usah basa basi Ilham katakan dimana Bryan?) tanya Dira mulai emosi.


(Oke aku akan memberi tahu dimana bayi itu tapi dengan satu syarat?)


(Katakan?) ucap Dira tidak sabar.


(Kamu harus datang sendiri, kalo tidak jangan harap kamu bisa melihat bayi itu lagi) ucap nya.


(Baik aku akan ke sana, tapi jangan sekali pun kamu sentuh Bryan dia tidak bersalah, dan jika terjadi apa apa dengan Bryan aku akan membuat perhitungan padamu) ucap nya.


(Tenang lah sayang aku tidak akan menyakitinya asal kamu menuruti keinginan ku) ucap nya.


Dira pun mematikan ponsel nya Ia tidak punya pilihan lain selain menemui pria gila itu,namun sebelum itu Ia harus cari cara agar bisa pergi dari sana.


"Ah bukan siapa siapa bu cuma teman saja, oya boleh aku pulang sebentar ada yang ingin aku ambil di rumah," bohong nya berharap bisa segera ke tempat yang Ilham kirimkan.


"Oh kamu mau pulang dulu, gak papa kok biar Ibu dan Papa yang jaga Melati," ucap bu Zoya.


"Ya sudah langsung pamit sekarang ya udah pesan taxi soal nya," ucap Dira dan mereka pun mengangguk.


Setelah pamit Dira pun segera naik taxi yang sudah di pesan nya,Ia ingin segera menyelesaikan masalah nya dengan Ilham walau bagaimana pun Melati dan Bayu tidak bersalah.


Dira memang tidak tahu kalo Ilham adalah sepupunya Bayu, yang Ia tahu selama ini Ilham adalah tamu nya Bayu saja.


Rian juga tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga Dira tidak tahu apa apa tentang masalalu Ilham dan bu Nathali.


Tak berselang lama Dira pun sampai di tempat itu, yaitu sebuah rumah di pinggiran kota dan sedikit jauh dari pemukiman warga.

__ADS_1


"Apa benar ya ini alamat nya?" guman Dira.


Dira pun keluar dari taxi setelah membayar nya namun Ia tidak yakin mau masuk atau tidak, karna Ia belum izin dengan suami nya.


Akhirnya Dira pun menghubungi Rian karna takut terjadi apa apa dengan nya dan juga Bryan, namun Rian tidak mengangkat telpon nya setelah 4 kali memanggil Dira pun akhirnya mengirimkan chat dan juga alamat itu.


"Semoga saja Kak Rian segera menyusul," gumannya lalu memasukan ponsel nya ke dalam tas kecilnya.


Dira berjalan masuk ke tempat itu dan benar saja Ilham sudah tersenyum menyambut nya di sana juga bukan hanya ada Ilham namun ada orang bertubuh besar.


"Sial kenapa gua lupa kalo Ilham orang nya licik, gimana kalo terjadi apa apa sama gua, Kak Rian tolong cepat kesini," batinnya.


Dira pun berusaha tenang meski dalam hati nya terus saja berdo'a semoga semua baik baik saja.


"Dimana Bryan?" tanya Dira tanpa basa basi.


"Hey sabar dong sayang apa kamu tidak mau memelukku terlebih dahulu," ucap Ilham menarik dagu Dira.


Namun Dira segera melapaskan ny, Ia tidak mau di pegang oleh tangan kotor itu.


"Jangan macam macam ya, aku bisa membuatmu menyesal," ucap Dira menatap Ilham tajam.


"Astaga masih saja galak tapi aku suka, rasanya gemas sekali melihat nya kamu terlihat **** bila seperti ini," ucap Ilhat mengerlingkan sebelah matanya.


"Astaga geli banget rasanya liat dia kek gitu, gua harus cari cara agar Ilham memberi tahu dimana Bryan berada dan setelah itu aku harus mencari cara untuk kabur," batinnya.


"Kenapa diam hemm sudah tidak sabar kah kamu menjadi istriku," ucap nya membuat Dira mengepalkan tangannya namun Ia berusaha tenang.


"Tunjukan dulu dimana Bryan," ucap nya dan mau tak mau Ilham pun menyuruh seseorang membawa bayi kecil itu.


Bryan nampak tertidur lelap dalam gendongan seorang wanita, sepertinya Ilham memberikan obat tidur pada bayi itu agar tidak menangis.


"Lepaskan dia," ucap nya.

__ADS_1


"Tidak semudah itu sayang, aku ingin liat seberapa besar sepupu ku itu pada anak nya, dan kamu tahu kalo aku juga masih membutuhkan bayi itu demi masa depan kita," ucap nya menunjukan sebuah berkas yang Dira sendiri tidak tahu.


Dira masih syok mendengar kalo Bayu adalah sepupu dari pria gila itu, jadi Ilham adalah anak dari tante Nathali itu yang ada di pikiran nya hingga Ia tidak sadar Ilham sudah mendekati nya dan membekap mulut nya dengan sapu tangan.


__ADS_2