Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 93


__ADS_3

Di balik kaca Bayu mengepalkan tangan nya dia merasa kecewa dengan istrinya itu, kenapa Melati nampak bahagia dengan mantan nya itu.


"Sialan si Rian bisa-bisa nya dia cari kesempatan awas aja lu," batinnya.


Bayu baru saja kembali dari ruangan bayinya, suster membiarkan nya mengadzani nya setelah itu bayi itu di simpan kembali dalam tempat itu karna bayinya prematur masih harus menjalani penanganan khusus di tambah lagi bayi nya tak sengaja menelan air ketuban.


Bayu merasa sangat bersalah kepada Melati karna kurang memperhatikan nya, kalo saja dia tidak sibuk dengan pekerjaan nya itu tidak mungkin terjadi.


Bayu pun berniat meminta maaf pada istrinya namun yang dia lihat malah membuat nya kembali tersulut emosi, dimana dia melihat Melati bercanda dengan mantannya.


"Bay kamu kok gak jadi masuk?" tanya bu Zoya yang baru saja kembali dari kantin.


"Aku mau cari minum dulu bentar, boleh aku titip Melati dulu?"


"Tentu saja kami juga baru selesai makan malam, kamu sekalian saja cari makan takut nya nanti malah lupa," ucapnya membuat Bayu mengangguk.


Bayu benar-benar kesal sekali dengan Rian dan juga istrinya, bisa-bisa mereka bermesraan di dalam sana.


"Apa Melati sengaja buat aku cemburu, tapi untuk apa?" batinnya.


Bu Zoya dan Papa Bimo pun masuk mereka melihat Melati sedang berbincang dengan Ayunda dan juga Rian.


Setelah melihat orang tua Melati datang Kenta pun mengajak Rian pulang, dia tidak mau keponakan nya membuat keributan di sana, mungkin esok pagi mereka akan kembali berkunjung.


"Kami pamit ya sayang kamu cepet sehat," ucap tante Ayunda.


"Iya Mel kamu kan wanita yang kuat," timpal Kenta lalu dia menepuk pundak Rian.


"Aku pulang ya Mel, kamu baik-baik di sini," ucap nya dan Melati pun menganggukan kepalanya.


Setelah kepergia mereka Bu Zoya dan Papa Bimo pun menjaga Melati sambil menunggu Bayu yang belum datang juga.

__ADS_1


Kedekatan Melati dan Rian membuat Papa Bimo curiga apa mungkin mereka masih mempunyai hubungan.


Tak berselang lama Bayu pun datang membawa makanan kesukaan Melati, dia memang bertanya pada Dokter apa saja makanan yang bisa Melati makan dan Dokter itu bilang semua bisa di makan asal jangan yang pedas dan asam.


"Sayang kamu belum makan kan aku beliin nasi sama ayam bakar madu kesukaan kamu," ucap nya dia akan berusaha bersabar kalo pun Melati marah itu memang pantas di dapat kan nya karna dia merasa bukan suami yang baik.


"Makasih," jawab Melati sedikit ketus.


Namun Bayu berusaha membuat mood istrinya membaik dia terus saja membujuk nya karna bagimana pun kesalahan nya memang sangat besar.


"Makan dulu ya kamu pasti lapar biar Mas suapi," bujuk nya Melati pun terpaksa menuruti nya.


Walau pun di masih marah dan juga kesal terhadap suami nya namun Melati menghargai orang tua nya dia tidak mau mereka curiga.


Satu minggu berada di rumasakit kini mereka sudah kembali ke rumah sebenarnya Melati sudah boleh pulang dari beberapa hari yang lalu namun karna Bayi nya masih harus di rawat jadi Melati harus menunggu bayi nya agar sehat dulu.


Mereka akan tinggal sementara di rumah bu Zoya selama bayi nya masih kecil dan mungkin nanti setelah bayi nya sedikit besar Bayu akan mengajak nya pindah ke rumah mendiang orang tuanya.


Mereka memberikan banyak hadiah untuk bayi mungil yang bernama Brian Andara putra itu.


Sedangkan Dira sudah satu berangkat ke Palembang untuk melaksanakan KKN jadi dia tidak tahu kalo Melati sudah melahirkan.


Melati memang sengaja tidak boleh memberi tahu nya karna dia tidak mau adik nya itu kepikiran di sana, apalagi tempat yang Dira kunjungi sedikit susah sinyal.


Setelah acara penyambutan yang di hadiri orang-orang penting, kini mereka bisa istirahat di kamar.


Pasca melakukan cesar Melati memang sehat dia tidak seperti yang lain masih berbaring di tempat tidur dia bisa berjalan sendiri dan melakukan kegiatan yang ringan.


"Biar kita di sini dulu ya selama pemulihan kamu aku gak mau kamu kenapa-napa, di sini kan ada Mbo Darmi yang akan membantu merawat Bayi kita."


Melati pun hanya menganguk dia tidak banyak bicara, seperti nya dia masih marah pada nya karna sikap nya pada Bayu sedikit berubah.

__ADS_1


Di balik itu Rian juga sedang mencari tahu apa sebenarnya hubungan Bayu dengan wanita itu.


"Mel kamu kenapa berubah apa aku masih ada salah sama kamu?"


"Sudahlah Mas gak penting juga aku marah toh biasanya juga aku marah pun kamu gak peduli," jawab nya.


"Astaga Mel aku harus apa sih biar bisa ngeliat senyum istri ku, aku merasa kamu berubah dan aku gak kenal sama kamu."


Melati tidak menjawab dia memejamkan matanya yang sudah mulai berat sudah selama tinggal di rumasakit dia tidak bisa tidur dengan nyenyak jadi pas pulang ke rumah rasanya dia ingin tidur sepuasnya.


Saat tengah malam baby Brian menangis namun Melati masih terlelap, Bayu pun lantas terbangun dan menghampiri bayinya.


"Kamu kenapa sayang haus ya, tunggu Papa bangukan Mama dulu," ucap nya namun sebelum itu dia melihat dulu popok nya dan ternyata basah mungkin saja bayi nya itu pipis dan tidak nyaman.


Dengan telaten dia pun menggantinya dengan yang baru, setelah itu dia membangunkan istrinya karna bayi nya itu masih menangis.


"Sayang bangun baby Brian haus," ucap nya menepuk-nempuk pipi istrinya pelan.


Tidak perlu lama Melati langsung mengarjapkan mata nya dia benar-benar terbangun.


"Maaf aku terlalu pulas sehingga tidak mendengar tangisan nya," ucap nya langsung terbangun.


Melati langsung menyusui bayi nya sedangkan Bayu nampak memalingkan wajah nya saat melihat bayi nya menyusu dengan rakus pikiran nya malah kemana-mana.


"Sabar Bay lu pasti bisa," batinnya.


Bayu memutuskan berbaring kembali karna dia juga harus istirahat karna besok dia harus kekantor tidak mungkin dia libur terus meski pun ada asisten nya yang namun dia juga harus bertanggung jawab tidak boleh cuti terus.


Sedangkan Melati nampak tersenyum melihat bayi kecilnya itu dia sangat bersyukur Tuhan mengirimkan malaikat kecil diantara mereka, mungkin kalo dia tidak hamil dia tidak tahu bagaimana keadaan nya saat Bayu dulu mengusirnya karna cemburu pada Rian.


"Rian aku beruntung mempunyai saudara sepertimu, walau pun kita tidak di takdirkan berjodoh aku tetap bersyukur dan Tuhan mengganti nya dengan menjadikan mu saudraku semoga kamu bisa secepatnya menemukan jodohmu." batinnya.

__ADS_1


__ADS_2