
Setalah dari pemakaman Melati memutuskan ke kantor ibunya yang tidak jauh dari sana.
"Mel kamu sama siapa ke sini?" tanya Bu Zoya dia baru saja keluar dari lift tak sengaja mata nya menatap wanita hamil di loby.
"Ibu aku kangen," ucap nya memeluk ibu nya.
Bu Zoya pun tersenyum menatap mengusap punggung Melati.
"Ayo duduk kamu pasti pegal kan," ajak nya.
Melati pun mengikuti ibu nya duduk di kursi tunggu.
"Kamu ada apa tumben main ke sini?"
"Aku cuma kangen saja gak boleh ya?"
Zoya pun tersenyum menatap anak nya itu dia tahu pasti ada yang penting sehingga Melati mau datang kesana.
"Kamu udah makan siang?"
Melati menggelengkan kepala nya, dia lupa belum makan karna terlalu larut dalam kesedihan nya hanya sarapan bubur ayam saja tadi sebelum ke pemakaman.
"Ya sudah ayo kita makan ibu juga sudah lapar," ajak nya.
Mereka pun berjalan bersama menuju tempat parkir.
Mereka akan makan siang di salah satu Restorant yang tak jauh dari sana.
Sesampai nya di sana ibu nya langsung memesan banyak makanan untuk Melati, karna wanita hamil biasanya akan makan banyak.
"Bu aku ketoilet sebentar ya," ucap nya.
"Perlu di antar?"
"Gak usah bu aku bisa sendiri kok," ucapnya dan bu Zoya pun mengangguk.
Melati pun berjalan ke sampir resroran namun matanya tidak sengaja melihat suami nya sedang duduk dengan seorang wanita.
"Siapa wanita itu?"
Ingin menghampiri namun mereka sudah beranjak pergi, Melati sangat penasaran siapa wanita itu berani-berani nya dia memeluk suami nya di depan umum.
Melati pun tidak jadi ke toilet dia kembali memutar badannya menghampiri ibunya.
Ibu nya nampak bingung melihat Melati sudah kembali."Loh ketemu gak jadi toilet nya kok cepet banget?"
"Gak jadi soalnya toilet nya penuh," bohong nya padahal dia sedang menetralkan perasaan nya yang tidak karuan.
__ADS_1
Bu Zoya pun mengangguk, makanan pun datang mereka pun mulai menyantap nya namun entah mengapa nafsu makan Melati hilang begitu saja padahal dia yang tadi minta makan siang disana.
"Loh kok cuma makan dikit sih sayang apa kamu gak laper?" ucap Bu Zoya bingung melihat makanan Melati masih nanyak dan nampak nya Melati tidak nafsu makan.
"Aku udah kenyang bu," jawab nya.
Bu Zoya pun bingung dengan makanan yang di pesan nya akhirnya dia membungkusnya untuk para pegawai nya di toko sayang kalo di buang karna makanan itu masih utuh belum di sentuh sedikit pun.
"Bu aku mau langsung pulang ya," ucap nya.
"Ya sudah ayo Ibu antar."
Mereka pun meninggalkan restoran tersebut mereka naik mobil dan di antar kan oleh supir, Melati nampak diam selama perjalanan dia larut dalam pikiran nya.
Bu Zoya pun nampak bingung karna Melati tidak mau bercerita saat dirinya bertanya.
Sesampai nya di depan apartemant Melati langsung naik masuk ke dalam dia langsung naik lift menuju unitnya.
Selama di dalam lift Melati masih termenung hingga tidak sadar kalo lift sudah berhenti.
Sesampai nya di depan unit di langsung menempelkan kartu dan segera masuk kedalam, sungguh pikiran nya semakin kacau dia menyandarkan tubuhnya di sofa hingga tidak terasa dia terlelap.
Seperti biasa Bayu akan pulang malam saat Melati sudah tidur, jujur dia merasa bersalah karna terlalu sibuk bekerja sehingga kurang memperhatikan istrinya itu.
"Maafkan aku sayang, aku melakukan ini untuk kalian," ucap nya mencium kening Melati dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
***
"Mas apa kamu gak ada waktu ya buat sekedar bicara sama aku?"
Jujur Melati sudah tidak sabar lagi ingin bertanya namun Bayu sepertinya enggan mendengarkan nya.
"Aku udah telat nanti aja ya bicara nya aku janji akan pulang lebih cepat," ujar nya.
Melihat kepegian suaminya Melati hanya menghela nafas dia sangat kecewa sekali dengan sikap suami nya itu.
Siang harinya Melati berinisiatif membawakan makan siang untuk suami nya namun saat sampai di sana ternyata Bayu sedang keluar makan siang.
Melati menghela nafas ternyata dia terlambat dan memberikan kotak makan siang itu kepada security, dia memutuskan untuk pulang.
Namun saat berdiri menunggu taxi mata nya tak sengaja melihat Bayu ada di dalam Cafe bersama seorang wanita, dia yang penasaran pun berjalan mendekati nya.
Dada nya bergemuruh detak jantung nya hampir berhenti saat melihat seorang wanita yang sama bersandar di dada Bayu.
"Jadi ini alasan kamu gak betah di rumah dan gak ada waktu untukku." ucap nya sambil mengusap air matanya.
Melati berlari dari sana menyetop taxi yang kebetulan lewat.
__ADS_1
"Jalan pak."
Taxi pun mulai melaju menuju tempat yang Melati sebutkan, dia menahan tangis nya hingga sampai di tempat itu.
Ternyata Melati pergi ke pusara Ayah nya hanya itu yang dia bisa lakukan karna dia merasa tidak punya siapa-siapa.
Dia menceritakan semua nya sambil menangis segukan setelah itu dia memanjatkan do'a.
Setelah selesai berdo'a Melati pun berdiri namun tubuhnya tiba-tiba limbung dan hampir saja terjatuh, untung saja ada seseorang yang menangkap nya.
"Hati-hati," ucap nya membuat Melati langsung menatap pria itu karna merasa tidak asing dengan suara itu.
Dan benar saja pria itu orang yang sangat di kenal nya.
"Kamu..!! kamu ngapain disini? apa jangan-jangan kamu ngikutin aku?" ucap Melati langsung melepaskan pelukan dari pria itu dan sedikit menjauh.
"Apa sih my swetty kamu tuh bisa gak gak usah berfikir macem-macem," ucap nya tersenyum sedangkan Melati nampak kesal.
"Terus ngapain kamu di sini? dan gak usah panggil nama itu aku gak suka," jawab nya.
Sedangkan masih terkekeh melihat Melati menggerutu dia nampak menggemaskan apalagi melihat perut nya yang mulai membuncit semakin cantik saja pikir nya.
"Iya sorry habis nya udah kebiasaan panggil itu .Aku habis dari makam ibuku, jangan marah ya aku cuma bantu kamu aja lagian aku gak sengaja liat kamu di sini gak ada maksud buat ngikutin kamu." jelas nya.
Melati pun tidak menghiraukan nya dan pergi begitu saja namun baru saja beberapa langkah tiba-tiba dia jatuh tak sadarkan diri.
Rian langsung membantu nya membawa nya kerumasakit, sesampai nya di rumasakit Melati langsung di tangani oleh dokter kandungan.
Dokter itu nampak memarahi Rian, dia menyangka kalo Rian adalah suami nya Melati karna selama ini setiap Melati memeriksakan kandungan nya selalu sendiri tanpa di dampingi Bayu.
"Kenapa anda tidak bisa menjaga istri anda Pak, minggu lalu saya sudah mengatakan kalo Melati tidak boleh stres dan banyak pikiran."
"Tapi Dok saya-
"Apa Melati tidak mengatakan kepada anda kalo kandungan nya bermasalah? sekarang ibu dan Bayi nya dalam bahaya," ucap Dokter itu benar-benar kesal.
Rian nampak tercengang mendengar nya dia tidak menyangka kalo kandungan Melati dalam bahaya.
Rian nampak bergetar dia sangat cemas sekali mendengar keadaan Melati, walau bagaimana pun dia adalah wanita yang sangat di cintai nya dia tidak mau Melati kenapa-napa.
Rian bingung harus bagaimana yang dia hubungi bukan Bayu tapi paman nya Kenta, mungkin saja Om dan tante nya bisa membantu.
Tak lama kemudian Kenta dan Ayunda datang dengan tergesa-gesa, mereka sangat cemas mendengar kabar buruk tentang Melati.
"Gimana keadaan nya?"
"Aku juga belum tahu Om, tadi kata Dokter kandungan nya lemah," ucap Rian.
__ADS_1
"Lalu dimana Bayu apa dia tidak ada di sini?" tanya Bu Ayunda.
Rian menggelengkan kepalanya."Aku gak tahu tan karna tadi aku ketemu Melati di makam Om Arya," jelasnya.