
Rian nampak kesal melihat Erwin begitu dekat dengan Dira dia benar benar bingung harus berbuat apa agar Dira menjauh dari pria itu.
"Apa sih kak ko bawa aku kesini?" tanya Dira merasa bingung saat Rian membawa nya ke lorong rumasakit yang sepi.
"Aku gak suka kamu dekat dekat dengan pria itu dia bukan pria baik baik," ujar nya membuat Dira mengerutkan kening nya.
"Harusnya Kakak tuh marah sama kak Jo bukan sama aku bukan nya kalian ada hubungan?" tanya Dira membuat Rian bingung.
"Kok bawa bawa Jo sih, emang aku ada hubungan apa sama dia?" tanya Rian dia ingin tahu apa yang Dira tahu tentang dirinya dan Jovanka.
"Bukannya kalian pacaran?"
"Hahhh?"
"Iya kak Jo bilang kalo hubungan kalian sudah jauh dan aku gak mau membuat Kak Jo kecewa, jadi sebaiknya Kak Rian kembali masuk ya jangan kaya gini nanti malah jadi salah paham," ucap nya sambil melihat kiri kanan takut nya ada yang melihat mereja berdua di sana.
"Kamu salah paham, aku sama Jovanka gak ada hubungan apa apa," ucapnya.
"Terus apa maksud ka Jo, dia bilang kalo aku harus jauhi cowoknya dia kalo bukan kakak siapa coba?" tanya Dira bingung dengan apa yang Rian katakan.
"Astaga Dira kamu tuh kenapa gak tanya sama aku sih, siapa cowok itu malah bikin aku kesal tiap hari menghindari aku terus."
"Ya mana ku tahu lah, aku cuma nurutin apa yang dikatakan Kak Jo waktu itu."
"Kamu ingat cowok tadi yang duduk sama kamu?" tanya Rian membuat Dira semakin bingung.
"Kak Erwin maksudnya?"
"Iya dia adalah pacar nya Jo jadi kalo kamu mau nurutin mau nya Jo kamu harus jauhin dia bukan duduk dekat dekat kaya tadi," jelasnya.
"Oh begitu ya, aku kok baru sadar ya tapi kan sekarang kak Jo udah tahu kalo aku adiknya Kak Erwin jadi dia gak bakalan marah lagi," ucap nya tersenyum.
__ADS_1
Rian pun melebarkan matanya."Apa adik?"
"Kenapa kak Rian kaget begitu, kami memang saudara tiri jadi aku sama kak Erwin memang saudaraan, dia anak Pak. Usman," ucap nya membuat Rian ingat perkataan ibu nya saat bertemu Erwin.
"Astaga harus nya aku dengerin apa yang ibu katakan pada pria itu, kenapa aku baru sadar ya," ucap nya.
"Ya sudah ayo kembali ibu pasti nyari kita, lagian Kak Erwin juga sepertinya tidak bisa lama dia harus kembali menjada Elga," ajak nya dan Rian pun mengangaguk setuju.
***
Beberapa hari berlalu Bayu sudah bisa pulang namun dia tidak mau pulang ke rumah dia ingin pulang ke apartemant nya dan itu semakin membuat Melati sedih.
Mereka pun terpaksa membawa Bayu ke apartemant karna pria itu memaksa mereka dan kini mereka sudah sampai di sana.
"Bay sebaiknya kamu tinggal bersama istri kamu di rumah ibu, apa kamu tidak kasihan pada istri dan anak kamu itu?" tanya Om Bimo.
"Aku tidak mau Om, Om tahu sendiri kan kalo aku lebih suka tinggal di sini diapartemanku," jawab nya.
Sedangkan Melati menatap pria itu sendu, Bayu benar benar tidak menghiraukan nya sama sekali bahkan Bayu tidak mau kalo Melati ikut tinggal di aparteman nya.
"Tidak aku tidak mau apalagi ada anak kecil nanti tangis nya mengganggu tidurku," ucap nya membuat Melati semakin sedih.
Selama di rumasakit Bayu sama sekali tidak menghiraukan nya bahkan Bayu tidak segan segan memarahinya jika Melati membuat kesalahan.
L
"Loh anak kecil ini siap
Melati memutuskan untuk pulang saja dia diantarkan oleh Rian, selama perjalanan dia tidak berhenti menangis membuat Rian juga ikut sedih.
"Sudah lah Mel mau gimana lagi nanti juga dia pasti ingat kok kamu tenang ya semua akan baik -baik saja," ujar nya.
__ADS_1
Sedangkan Om Kenta dan Papa Bimo segera mencari tahu kenapa mobil Bayu bisa tertabrak.
Dan benar saja dugaan mereka kalo Ana dan Papa nya yang merencanakan ini semua nya untung saja ada cctv di sana sehingga pelaku nya bisa segera tertangkap.
Sopir itu ternyata adalah orang yang di bayar Pak Han untuk mencelakai Bayu.
"Jadi benar dalang dari semua ini adalah Ana dan Papa nya?" tanya Om Kenta.
"Benar dan saya sudah melaporkan mereka kepihak berwajib aku tidak mau mereka berkeliaran bebas di luaran sana setelah mencelakai keponakan ku," ucap nya dan Om kenta pun mengangguk setuju.
"Lalu bagaimana dengan perkembangan kesehatan Bayu apa dia masih belum mengingat Melati dan Bryan, ini sudah hampir enam bulan dia keluar dari rumasakit?"
"Aku juga bingung harus bagaimana karna kondisi Bayu masih sama, bahkan dia tinggal sendiri di apartemant nya dia menolak kehadiran Melati dan Bryan, sungguh aku sangat kasih dengan Melati," ujar nya.
"Saat Melati datang berkunjung dia tidak. pernah membuka pintu unit nya bahkan dia juga mengganti nomor ponsel nya agar tidak di ganggu aku benar benar heran dengan sikap yang seperti itu," ucap nya.
Sedangkan Melati tidak patah semangat sia setiap hari akan datang ke apartemant Bayu menunggu pria itu keluar dari Unit untuk bekerja.
Namun tetap saja Bayu tidak menghiraukan nya bahkan dia tidak segan mengusir Melati dengan kasar, entah apa yang ada di pikiran nya membuat nya jadi seperti itu.
"Mas aku tahu kamu belum ingat aku tapi beri aku kesempatan Mas agar bisa dekat sama kamu," pintanya namun Bayu langsung menolaknya.
"Aku tidak mau di ganggu sama kamu jadi pergi jauh jauh dari ku kalo bisa untuk selamanya," ujar nya langsung pergi meninggalkan Melati di basmant dia melajukan mobil nya sedangkan Melati terus terisak.
"Apa aku harus menyerah?" batinnya.
Melati pun memutuskan untuk pulang dia berusaha tegar, meski hatinya selalu sakit setiap kali Bayu menolak nya.
Saat sedang melamun tiba -tiba Ayumi menelpon nya, sudah lama sekali sepupunya itu tidak menghubungi nya.
Ayumi sudah tahu dari ibunya kalo Bayu Amnesia sehingga dia mengajak Melati tinggal bersama nya di Jepang untuk sementara.
__ADS_1
(Mel ayolah aku tahu bagaimana perasaan mu sekarang, semoga saja saat kamu pergi dia benar benar sadar dan mengingat semua nya lagi) itu yang Ayumi katakan.
Melati pun memikirkan apa yang Ayumi katakan namun dia tidak bisa meninggalkan Bayu dalam keadaan sakit seperti itu,namun kesakitan nya tambah parah saat melihat Bayu makan siang dengan wanita lain yang tidak di kenal nya.