Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 104


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Melati sudah kembali lagi ke rumah dia sangat senang sekali bisa bertemu dengan anak nya.


Sungguh berlibur pun terasa tidak tenang karna harus meninggalkan bayi nya, sedangkan Bayu masih sedikit kesal karna Melati meminta pulang lebih cepat.


"Mas udah dong jangan marah terus aku janji gak akan nyapa dia lagi meskipun kita bertemu, aku gak mau di diemin terus kaya gini," ucapnya karna setelah pulang berlibur Bayu nampak masih mendiamkan nya.


Bukan tanpa alasan Bayu seperti itu tapi dia masih tidak suka Melati menyapa teman SMA nya yang ternyata mereka dulu pernah ada hubungan.


"Pokok nya aku gak mau ya kamu senyam senyum sama laki-laki lain termasuk Rian," ucap nya tidak masuk akal.


"Astaga Mas dia kan saudara ku gimana sih kamu, aneh banget deh."


"Tapi aku cemburu Mel dia dulu orang yang spesial dalam hidup kamu," ucap nya.


Melati pun terkekeh mendengar nya lucu sekali suami nya itu selalu saja membuat nya gemas, masa cemburu sama Rian sih yang notaben nya adalah saudara kembar nya.


"Ya udah nanti aku cariin dia pacar deh biar kamu gak cemburu terus sama dia," ungkap nya.


Bayu pun sedikit menyunggingkan senyum nya, seperti anak kecil saja jika keinginan nya tidak terkabul pasti cemberut dan bila sudah di turutin pasti deh senang.


"Ok janji yah," ucap nya.


"Iya sayang udah ya aku mau mandi dulu gerah mungpung baby B lagi tidur," ujar nya meletakan bayi nya di dalam box.


Melati dan Bayu dari tadi bermain dengan Bayi mereka dan Melati pun menyusui anak nya saat baby B mulai mengantuk.


Dan saat ini sudah menjelang isya,Melati yang kegerahan pun memutuskan untuk mandi namun sial suami nya malah ikut mandi bersama membuat mereka lebih lama di kamar mandi untung saja baby B tertidur sangat pulas sehingga tidak mengganggu mereka.


"Mas kamu tuh ya kebiasaan banget sekarang main masuk aja," ucap nya bersiap mengambil handuk namun Bayu dengan sigap membawa nya ke dalam bathtup lagi dia ingin berandam bersama.


"Mas apa-apaan sih kamu kok jadi mesum gini sih?"


"Gak suka ya liat aku mesum?" ucap Bayu mengelus dada istrinya membuat Melati mendesah.


Pertahan Melati pun akhirnya riboh saat Bayu terus saja memberikan rangsangan padanya.

__ADS_1


Satu jam berlalu mereka pun baru keluar dari kamar mandi dengan sama-sama tersenyum.


Bayu seperti biasa akan membantu mengeringkan rambut istrinya itu, Bayu sangat menyukai wangi rambut Melati yang segar di hidung nya dan itu menjadi candu nya.


"Besok Mas sudah harus kembali lagi ke kantor kamu jangan lupa antar makan siang ya."


"Tumben?"


"Ko tumben sih, harus nya kamu senang punya suami yang suka sekali dengan masakan kamu itu."


Melati pun tersenyum kenapa suami nya semakin hari semakin aneh saja, biasanya kalo dia ingin kekantor suka di larang namun sekarang apa kok malah di suruh?


"Baiklah besok aku akan masak kesukaan Mas jadi jangan dulu makan siang sebelum aku datang."


"Iya sayang, ya sudah ayo istirahat kamu pasti cape kan, Mas mau ngecek dulu kerjaan."


"Aku belum ngantuk Mas," jawabnya.


"Ya sudah bentar," ucap nya Bayu pun terbangun dan membawa leptop nya ke atas tempat tidur dia akan mengecek pekerjaan nya sambil menemani istrinya.


"Lebih baik dan itu berkat kamu makasih banyak sayang, aku gak tahu harus bagaimana kalo gak ada kamu."


"Kamu berlebihan Mas, aku hanya membantu saja selebihnya kamu yang bekerja keras."


Melati pun menemani suami nya hingga dia benar-benar terlelap di samping Bayu, setelah selesai dengan pekerjaan nya Bayu baru sadar kalo istrinya sudah terlelap dia pun menyimpan leptop nya di atas nakas dan ikut bergabung dengan istrinya.


"Makasih ya sayang aku sangat mencintai mu, maaf selalu membuat mu marah."


Tak lupa dia mencium kening dan bibir itu sekilas lalu dia pun ikut terlelap dan memeluk erat pinggang nya.


***


Di sisi lain Dira baru saja selesai mengerjakan tugas nya dia yang sudah lelah pun langsung terlelap karna memang sudah jam 10 malam, selama magang di perusahaan membuat pikiran nya terkuras apalagi di tambah dengan kehadiran Rian sekarang.


Setelah kepulangan nya dari luar kota Rian ternyata malah menginap di rumah bu Zoya dengan alasan lebih dekat ke kantor di banding harus pulang ke apartemant nya.

__ADS_1


Bu Zoya pun dengan senang hati menerima anak nya itu, lantas Rian pun menempati kamar tamu yang ada di sebelah kamar Dira.


Entah mengapa kehadiran Rian di sana membuat Dira tidak tenang dia terlihat selalu salah tingkah bila berpapasan dengan suami nya itu.


Seperti malam ini Rian dengan sengaja mengambil kunci cadangan kamar Dira agar dia bisa masuk di saat Dira terlelap.


Entah mengapa dia tidak bisa membiarkan istrinya itu tidur dengan tenang.


Rian pun masuk ke dalam kamar dan segera mengunci lagi kamar itu.


Dia lantas ikut tertidur sambil memeluk istri kecilnya itu, jujur dia sangat merindukan Dira karna seharian ini mereka tidak bertemu karna Rian terlalu sibuk sehingga tidak bisa menemui istrinya.


Semakin hari cinta nya semakin besar membuat nya tidak bisa menahan lagi untuk mengungkap kan nya namun bagaimana bila dia di tolak dia belum siap patah hati.


"Makin hari makin cantik saja sih kamu, ingin sekali aku mengatakan pada dunia kalo kita sudah menikah," gumannya.


Rian diam-diam mengajukan pernikahan nya ke KUA agar bisa mempunyai surat nikah dan sah di mata negara.


Rian memang sejak awal ingin memberi tahu keluarga nya namun Dira melarang nya karna dia belum siap menjawab semua pertanyaan dari mereka, mungkin nanti setelah lulus kuliah dia akan cerita yang sebenarnya.


Rian pun terus menatap wajah yang tentram itu dia tersenyum lalu mencium kening nya.


Namun siapa sangka kalo Dira membuka matanya, membuat Rian gelagapan dia takut Dira marah padanya.


"Ternyata kamu hadir hadir dalam mimpiku, makasih ngobatin rasa rinduku," ucap nya lalu memejamkan matanya kembali.


Rian pun tertegun mendengar nya, apa mungkin Dira mulai menyukai nya?


Selama beberapa hari di luar kota mereka semakin dekat dan tidur bersama meski masih sama-sama malu namun Dira berusaha menjadi istri yang baik dan membiarkan suami nya tidur bersama di kamar nya.


Rian juga tidak berani berbuat apa-apa karna walau pun tidur satu ranjang Dira selalu saja tidur membelaki nya.


Namun tanpa sepengetahuan Dira, Rian pun menjadi terbiasa dengan kehadiran wanita itu di pelukan nya.


Karna Rian selalu memeluknya saat Dira terlelap.

__ADS_1


__ADS_2