
Mereka langsung mengamankan Ilham meski dia sedikit memberontak namun ia bisa segera di bawa ke kantor polisioleh ank buah nya Om Kenta.
Sedangkan Bayu, Erwin dan Rian segera berpencar mencari Dira dan Bryan mereka yakin Dira belum jauh dari sana, begitu juga dengan anak buah om Kenta yang lain nya mereka juga mencari Dira di sekitar sana.
"Gimana Kak kok berhenti?" tanya Rian melihat Erwin berhenti di pertigaan, mereka memang menyusul Dira jalan belakang dimana jalan itu yang Dira lewati tadi.
"Titik nya berhenti di bawah pohon itu, ayo cari di sana siapa tahu Dira bersembunyi di sana," ucap Erwin dan Rian pun menganguk dan segeraberlari ia berharap istri nya masih ada di sana.
Namun saat mereka mencari Dira tidak ada di tempat itu,membuat Rian semakin cemas pikiran nya tidak tenang takut Dira kenapa napa apalagi tempat itu sangat rawan.
"Sepertinya Dira menjatuhkan anting nya di sana," ucap Erwin karna titik terakhir berakhir di sana.
Mereka tidak putus asa dan terus mencari keberadaan Melati, hingga mereka pun menemukan sepatu milik Dira yang tergeletak di sana.
"Ini milik Dira gua yakin karna gua yang beliin," ucap Rian mengambil sepatu Dira dengan berlumuran darah.
"Sepertinya Dira terluka sehingga melepaskan sepetu nya," ucap Erwin
"Kita cari sekitar sini pasti Dira belum jauh," ucap Bayu dan mereka pun mengangguk mereka pun berpencar mencari Dira sambil berteriak memanggil namanya. .
Ponsel Erwin tiba tiba saja bergetar dan benar saja istrinya yang menghubungi nya.
(Hallo sayang)
(Mas tolong aku..)
(Sayang kamu kenapa?) tanya Erwin panik.
Sedangkan Rian dan Bayu nampak saling menatap melihat raut wajah Erwin yang berubah.
(Tunggu aku ke sana sekarang) ucap Erwin segera mematikan ponselnya.
"Ada apa?" tanya Rian penasaran.
"Gua harus pulang sekarang Jo jatuh di kamar mandi, sorry ya gua gak bisa bantu kalian cari Dira," ucap Erwin merasa bersalah.
__ADS_1
"Gak papa lu pulang aja biar kita yang cari Dira dan Bryan lagian kan banyak orang yang bantu kita, om Kenta ngirim 10 orang semoga aja mereka cepat menemukan Dira," ucap Rian.
"Iya lu sebaiknya cepat pulang takut nya Jovanka kenapa napa," ucap Bayu.
Erwin pun menganggukan kepalanya Ia segera berlari masuk kedalam mobil nya, sungguh perasaan nya tidak karuan.
Sedangkan Dira dan Diandra terus saja berjalan, mereka tidak tahu arah karna gelap nya malam.
Dan sebuah tangan menepuk punggung nya membuat Dira memejam kan matanya, Ia yakin kalo orang suruhan Ilham menemukan nya.
"Lepasin gua," ucap Dira memberontak namun saat melihat bukan hanya satu orang Dira pun hanya bisa menangis karna percuma melawan juga.
"Kita menemukan nya," ucap salah satu dari mereka menghubungi seseorang.
Sedangkan Diandra sudah sangat pucat sekali menahan sakit di perut nya,dalam hati nya terus saja berdo'a semoga ada yang keajaiban yang bisa membantu mereka.
"Kalian boleh bawa gue tapi tolong selametin saudara gua, " ucap Dira memohon Ia sangat menghawatirkan Diandra.
"Enggak lu gak boleh balik lagi ke sana, biar gua aja yang balik, kalian lepasin Dira gua yang tanggung resiko nya pada bos kalian," ucap Diandra membuat Dira menggelengkan kepalanya.
Sedangkan para pria menatap mereka heran dan tak lama kemuadian sebuah mobil berhenti di hadapan mereka, Dira sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi jika nanti di tangkap lagi oleh orang suruhan Ilham.
"Sayang kamu gak papa kan?" tanya Rian langsung memeluk Dira yang masih terdiam Ia belum percaya kalo suami nya yang keluar dari dalam mobil.
"Hubby.. hik hikk aku takut," ucap nya.
"Tenang lah mereka semua anak buah nya om Kenta, Bryan gak papa kan?" tanya Rian melihat Bayu mengambil anak nya dari gendongan Dira.
"Dia tidur tadi di kasih obat tidur sama Ilham," ucap nya namun tiba tiba Diandra terjatuh dan tak sadarkan diri membuat mereka semua kaget.
"Diandra," teriak Dira melepaskan pelukan suami nya dan berjongkok membangunkan Diandra.
"Sayang tenang biar mereka yang bantu Diandra kedalam mobil," ucap Rian merangkul Dira agar ikut masuk kedalam mobil.
Mereka membantu Diandra masuk ke dalam mobilnya Rian.
__ADS_1
"Kita ke rumasakit By Diandra pendarahan," ucap Dira benar benar cemas.
"Ya sudah ayo dan kalian semua terimakasih banyak ya sudah membantu kami," ucap Rian kepada mereka dan mereka pun mengangguk.
"Sama -sama, sudah tugas kami menjaga kalian dan kalo ada apa apa jangan sungkan hubungi kami," ucap salah satu dari mereka.
"Baik," jawab nya.
Rian pun segera mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di rumasakit, hanya 10 mereka sampai di rumasakit.
Diandra di bawa ke ICU dia harus segera melakukan operasi untuk menyelamatkan bayinnya, sedangkan Bryan juga di periksa takut nya kenapa napa.
"Sayang kaki kamu juga berdarah ayo kita obati," ucap Rian membawa Dira masuk ke ruang rawat.
Suster pun terpaksa membuka celana jeans nya agar lebih mudah membersihkan luka nya dan mengganti nya dengan pakaian rumasakit, ternyata bukan hanya kaki saja yang perlu di obati tapi punggung juga seperti nya Dira terjatuh saat berlari.
Luka nya tidak terlalu dalam namun harus di jahit di bagian betisnya,setelah mendapatkan beberapa jahitan di sana Dira pun mulai sedikit tenang.
"Istirahat ya maaf aku datang terlambat," ucap Rian mengusap rambut istrinya Ia benar benar merasa bersalah.
"Tidak apa apa, terimakasih banyak ya By maaf aku terlalu ceroboh," ucap Dira merasa dirinya bodoh karna datang kesana sendiri tanpa izin dari suami nya.
"Sudahlah yang penting kalian selamat, oya apa ini sakit?" tanya Rian menyentuh pipi Dira yang sedikit bengkak.
"Tidak," jawab Dira sambil tersenyum.
"Apa Ilham yang melakukan nya?" tanya Rian memastikan namun Dira menggelengkan kepalanya.
"Bukan, Ilham tidak berani menyentuhku karna aku mengancam dan luka ini adalah tamparan dari seorang yang sedang mabuk saat kami kabur kami bertemu dengan orang jahat dan mereka yang melakukan nya, untung saja kami bisa kabur dari mereka," ucap Dira.
"Aku harus membalas mereka berani berani nya mereka melukai istriku," ucap Rian kesal melihat istrinya kesakitan.
"Sudahlah By nama nya juga orang mabuk mereka tidak sadar, oya dimana Diandra sekarang apa dia dan bayi nya baik baik saja," lanjut nya Ia sangat cemas sekali dengan keadaan Diandra.
"Masih di ruang operasi kita do'akan saja yang terbaik," ucap Rian terus menggenggam tangan Dira agar istrinya itu sedikit tenang.
__ADS_1