
Hari berlalu begitu cepat hingga 3 bulan pun berlalu Bayu terus saja mencari kebaradaan istrinya itu sungguh dia benar-benar bingung harus bagaimana sedangkan Zoya yang mengetahui anak nya. pergi lagi pun merasa kecewa dengan nya.
Bayu mengingat satu bulan yang lalu saat bu Zoya dan Om Bimo datang ke apertemant nya mereka ingin mengunjungi Melati yang sudah lama tidak ada kabar.
"Jadi di mana Melati sekarang?"
"Maaf Ma aku benar-benar sudah mencari nya namun dia belum ketemu," jawab nya menunduk.
Zoya sangat murka sekali dengan menantunya itu dia benar-benar sangat kesal sekali kenapa Bayu tidak cerita kepadanya apa mungkin kalo mereka tidak kesana Bayu tak akan menceritakan semuanya.
"Jadi selama ini kamu membohongi kami? kamu benar-benar ya Bayu saya gak habis pikir ternyata kamu memang benar pembohong yang handal."
Zoya benar benar tidak terima jika anak nya di perlakukan seperti itu, kenapa harus mengusir nya coba kenapa tidak bicarakan secara baik- baik.
"Jika kamu tidak menginginkan anak ku pulangkan saja dia kepadaku jangan biarkan dia pergi dengan emosi karna yang ku tahu saat dia sedang emosi dia tidak akan sadar dengan apa yang di perbuat nya."
Bu Zoya menangis dalam pelukan Bimo, ini kali kedua kali nya Melati pergi dari rumah namun dia yakin pasti ada masalah besar yang terjadi sebelum dia benar-benar pergi dia sangat tahu watak anak nya tersebut.
Dulu juga Melati pergi karna Papa nya sudah menampar nya, sedangkan ibu Zoya tidak ingat lagi dengan apa yang terjadi katna dia nampak syok saat melihat anak kesayangan nya di tampar.
Dan dari situ lah Melati nekat kabur meninggalkan orang tua dan juga calon suami nya, dan kali ini Zoya akan cari tahu apa penyebab Melati pergi.
Bayu nampak bersimpuh di kami nya ibu Zoya dia meminta amputn telah membuat nya kecewa, namun dia janji akan mencari Melati sampai ketemu.
Zoya tidak menjawab dia nampak diam saja dia benar-benar malas mendengar pembelaan dari mulut Bayu.
Zoya sampai berpikir kalo Bayu sengaja membalas dendam kepada anak nya, apalagi Melati sudah membuat nya malu dan hilang harga diri di rendahkan martabat nya karna penolakan nya di masalalu.
"Cari dia sampai ketemu atau kalo tidak kamu harus berhadapan denganku," ucap Om Bimo membuat Bayu semakin merasa bersalah karna tidak ada yang membela nya.
Bayu memang sedikit keras kepala dari dulu Buyu selalu ingin menang sendiri dan bahkan dia terlalu gengsi bekerja di bawah naungan Bimo.
__ADS_1
Padahal Bimo sangat menyayangi keponakan nya itu dia tidak punya siapa-siapa lagi selain dirinya adik kandung ayah nya.
.
"Bay, loe kok malah melamun sih?" tanya Rio.
Kini mereka ada di sebuah club malam memang ini yang menjadi rutinitas nya setelah Melati tidak ada untung saja Rio selalu siaga takut nya Bayu kebanyakan minum namun sejauh itu dia masih bisa mengendalikan dirinya.
"Apa gua gak pantes dapet maaf dari dia, kenapa dia gak balik apa dia baik-baik saja." Bayu terus meracau tidak jelas membuat Rio sangat kesihan padanya.
Setelah seperti itu Rio akan membawa nya pulang ke apartemant, sungguh Rio lah yang sangat kerepotan dalam hal ini.
"Bay gue langsung cabut ya udah jam 11 malem gue ngantuk besok ada metting pagi-pagi." Rio berucap sambil keluar dari unit sedangkan Bayu sendiri sudah tertidur pulas di kamar.
Sepanjang jalan Rio terus saja menggerutu dia benar-benar kesal melihat kelakuan sahabatnya itu, bukannya mencari Melati dia malah mabuk-mabukan bikin susah orang aja pikir nya.
Rio segera tancap gas ke hotel malam ini dia akan menanyakan kabar Melati kepada karyawan nya yaitu Ayumi, siapa tahu saja Melati sudah mengabari nya.
"Loh Pa Rio kok ada di sini?"
Ayumi melirik kanan kiri takut nya ada yang melihat nya berduaan dengan bos nya tengah malam bisa gawat kan pikir nya.
"Ada apa Pak, ada yang bisa saya bantu?"
Ayumi sedikit gugup saat Rio menatap nya tanpa exspresi dia benar-benar tidak mau suka dalam kondisi seperti ini.
"Apa kamu ada waktu sebentar saya ingin bicara."
Ayumi pun hanya menganguk saja dia mengikuti langkah Rio, dia berjalan sedikit jauh dari Rio karna dia takut Rio mendengar detak jantung nya yang seperti baru selesai maraton.
Ayumi yang sedang melamun tak menyadari kalo Rio berhenti di depan nya, akhirnya dia pun menabrak punggung Rio.
__ADS_1
"Astaga maaf Pak,kenapa berhenti?"
Ayumi belum menyadari kenapa Rio berhenti, namun saat dia mengangkat kepala nya dia langsung melebarkan matanya saat melihat calon suami nya bergandengan tangan bersama seorang wanita.
Tanpa di pikir panjang Ayumi langsung mengejar mereka begitu juga Rio, dia takut Ayumi kenapa-napa.
Ayumi terus mengejar mereka yang sudah menaiki lift, Ayumi pun tak habis pikir apa yang mereka lakukan malam-malam di sini pikir nya.
Ayumi berusaha tenang dia akan mendengarkan alasan Dewa nanti, apalagi selama beberapa hari ini Dewa jarang sekali memberi nya kabar contoh nya malam ini alih-alih menjemput dia malah tidak menganggkat telpon nya.
Biasanya Dewa akan beralasan kalo dia sibuk dengan pasiennya apa mungkin ini yang Dewa maksud.
Sesampai nya di lantai 3 dia langsung berlari mengejar mereka yang sudah masuk ke dalam kamar.
'Sial kalo udah kek gini mau gimana?' batinnya.
Dia masih ngos-ngosan karna dia menaiki tangga nafas nya juga masih tersengal dia benar-benar cape sekali.
"Ay kamu baik-baik saja kan?" ucap Rio memegang pundak nya.
Untung saja Ayumi tidak jantungan jujur saja dia hampir menjerit saat ada tangan di pundak nya.
"Kenapa sih Bapak ngagetin aja," gerutu nya kesal.
Sedangkan Rio hanya terkekeh pelan melihat wajah Ayumi yang sudah berkeringat, lalu dia mengusap nya dengan sapu tangan.
'Apa lagi ini, kenapa Rio ngelakuin itu ke gue plis Pak jangan kek gini gue takut gak bisa move on,' batinnya.
"Kamu ngapain sih kesini, apa kamu kenal dengan mereka?" tanya Rio bingung apa hubungan nya Ayumi dengan mereka.
"Bapak bisa bantu saja gak buat buka kamar itu," ucap nya memelas namun Rio nampak mengerutkan kening nya bingung.
__ADS_1
Siapa sebenar nya yang mau Ayumi cari, dan apa hubungan nya dengan Dewa.