Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
part 105


__ADS_3

Pagi sekali Rian sudah terbangun dia segera keluar dari kamar Dira, kenapa susah sekali sih hidup nya sudah menikah pun tidak bisa bersama-sama dengan wanita yang di cintainya.


Rian bernafas lega karna tidak ada yang melihat nya namun baru beberapa langkah dia di kagetkan dengan kehadiran Mbo Darmi yang tiba-tiba keluar dari dapur sepertinya dia mau membangunkan Melati, Rian pun segera masuk ke dalam kamar nya.


"Untung saja, kalo telat sedikit saja sudah pasti rumah ini akan ramai dengan teriakan," gumannya menghela nafas lalu segera menunaikan sholat subuh setelah itu dia naik ke atas tempat tidur nya jujur dia masih mengantuk lumayan masih ada satu jam sebelum mandi.


Sedangkan Dira membuka kedua matanya saat ibu nya membangunkan nya.


"Ibu maaf aku kesiangan," ucap nya.


"Tidak apa-apa cepat mandi lalu sholat sebelum terlambat," ucapnya dan Dira pun mengangguk dia segera masuk kedalam kamar mandi sedangkan ibu nya kembali ke dapur untuk memasak.


Di rumah itu hanya ada Melati dan suami nya juga mereka, sedangkan Ibu Zoya kembali ke rumah Papa Bimo.


Satu minggu sekali mereka menginap di sana untuk melepas rindu dengan baby Brian.


Di kamar atas Melati sudah mandi dia juga baru selesai sholat bersama suaminya, lantas dia menyusui anak nya yang sudah terbangun.


"Pagi sekali anak Papa bangun, apa mau ikut kita berjamaah kali ya Mah," ucap nya mencium gemas bayi itu yang semakin gembul.


"Udah Pah jangan ganggu biarin dia kenyang, aku kan harus nyiapin sarapan buat kamu."


"Udah santai saja masih pagi juga," jawab nya.


Melati memang tidak menyediakan baby sister karna dia ingin mengurus bayi nya sendiri, takut nya malah nanti akan godain suami nya.


Sebegitu parno nya Melati karna berita di tv dia jadi takut menyewa pengasuh untuk anak nya, emang gak masuk akal padahal masih banyak pengasuh yang baik dan juga jujur di luar sana.


Ternyata setelah menyusu Baby B kembali terlelap dan Melati bisa segera menyiapkan semua keperluan suami nya.


Dari mulai menyiapkan pakaian dan yang lain nya, tidak lupa dia membereskan tempat tidur.


Sudah menjadi rutinitas setiap hari nya dan Melati sangat menikmati itu menjadi ibu rumah tangga dan juga seorang ibu.


"Mas aku ke bawah ya jangan lupa liatin B takut nya bangun lagi," ucap nya.


"Iya sayang," jawab nya sambil terus membuka beberapa berkas yang di bawa nya dari kantor.


Bayu memang selalu mengecek lagi pekerjaan nya di waktu pagi jadi dia tidak akan lupa.

__ADS_1


"Pagi Mbok, pagi Dek," sapa nya kepada Mbok Darmi dan juga Dira yang sedang menyiapkan sarapan.


"Pagi Mbak," jawab mereka.


"Apa sarapan nya sudah siap?"


"Belum Mbak tadi Mbok kesiangan jadi sedikit terlambat nyiapin nya," ucap Mbok Darmi merasa tidak enak.


"Gak papa masih pagi juga, oyah aku mau buat nasi goreng buat Mas Bayu apa nasi nya sudah matang?"


"Sudah Mbak nanti saya ambilkan," ucap Dira membantu ibu nya yang sedang repot memotong sayuran.


"O-ya Ra gimana magang kamu lancar? aku dengar kamu sering kena marah Rian, kenapa?"


"Gak papa kok aku nya yang gak ngerti-ngerti kalo di kasih tahu jadi pak Rian seperti itu," ucap nya.


Melati pun menganggukan kepala nya dia teringat dengan saudara kembar nya itu apa dia belum bangun pikir nya sudah hampir jam 7.


"Astagfiruloh ko aku lupa gak bangunin dia sih," guman nya lantas dia mematikan kompor lalu pergi dari sana.


Dira yang melihat itu penasaran dan melihat kemana Melati pergi, ternyata Melati berdiri di depan pintu kamar Rian.


Tak lama kemudian Rian pun membuka pintu dengan wajah bantal nya, dia hanya memakai kaos tanpa lengan dan juga boxer.


"Ya Tuhan bisa gak sih kamu pakai celana dulu," ucap Melati menutup mata nya.


"Ya elah Mel biasa aja kali, kita kan saudara gak haram juga kalo kamu liat aku kek gini," ucap nya langsung masuk lagi ke dalam kamar dan mamakai celana trening nya.


"Apaan sih pagi-pagi udah gedor-gedor kamar orang?"


"Aku cuma mau bangunin soal nya aku sebagai kakak gak bisa biarin adek nya tidur sampai siang," ucap nya.


"Mel, Mel yang Abang kan aku dan kamu adik nya kenapa jadi kebalik sih?" ucap Rian menyentil kening Melati gemas.


"Aww sakit ih, kebiasaan emang gak ada akhlak pake sentil segala," ucap nya mengusap-ngusap kening nya.


"Sorry deh aku cuma pelan, lagian kamu ngapain kekamar aku, serius nih aku nanya?"


"Aku cuma mau bangunin udah jam berapa ini kamu gak kekantor?"

__ADS_1


Rian pun masuk kamar dan menutup pintu nya dia harus segera mandi kalo tidak dia bisa terlambat.


Di sisi lain Dira melihat itu semua membuat nya penasaran bukannya Melati dan Rian baru ketemu yah kok udah seakrab itu pikir nya.


"Nak kamu kenapa kok malah melamun?" tanya ibu nya membuat Dira tersadar.


"Bu apa aku boleh tanya sesuatu?"


Mbok Darmi pun menganggukan kepala sedangkan Dira sedikit malu bertanya itu.


"Bukannya Mbak Mel dan Pak Rian baru tahu kalo mereka bersaudara ya, tapi kok aku merasa mereka sudah sangat akrab sekali," ucap nya.


Mbok Darmi pun tersenyum dia lupa mengatakan satu hal pada anak nya itu


"Non Melati dulu sempat pacaran dengan Mas Rian saat kuliah dulu, jadi wajar kalo mereka dekat itu terjadi karna mereka tidak tahu kalo mereka bersaudara," ucap nya.


Sedangkan Dira nampak kaget mendengar nya kenapa dia lupa kalo Melati sudah pernah bercerita kalo dulu di tinggal pacar nya pergi berarti Rian lah orang nya.


"Oh pantas saja ternyata begitu cerita nya," ucap nya setelah selesai menata nya dia masuk kedalam kamar untuk bersiap.


Ssdangkan Melati kembali ke kamar memanggil suaminya untuk sarapan untung saja Bayu sudah siap.


Lalu dia melihat bayi nya yang masih terlelap, benar kata orang tua kalo bayi kerjanya tidur.


Mereka pun sarapan bersama termasuk Rian dan Dira mereka nampak canggung sehingga tidak ada yang berani berbicara.


"Ra kamu berangkat bareng Rian aja biar cepat," ucap Melati.


"Tapi Mbak aku udah pesan taxi," jawab nya.


"Cansel saja,gak usah sungkan Rian kan kakak kamu juga," ucap nya.


Uhuk-uhuk.


Dira dan Rian sama-sama tersedak saat mendengar hal itu.


"Kalian gak papa?"


Mereka pun sama-sama menggelengkan kepala nya takut kalo mereka curiga.

__ADS_1


__ADS_2