
Ayunda yang baru saja keluar dari kamar Ayumi pun kaget mendengar ponsel nya berdering di saku baju nya.
Dia pun langsung mengambilnya dan melihat siapa yang menelpon nya.
"Melati," gumannya lansung mengusap warna hijau.
[Hallo]
[Hallo tante, apa kalian ada di rumah aku ada di depan gerbang] ucap Melati do sebrang sana.
[Masuk saja nak, kami ada di rumah] ucap nya membuat membuat Melati memgangguk dan menutup ponsel nya.
"Gimana ada gak?" tanya Bayu penasaran.
"Ada ayo langsung masuk," jawab nya.
Penjaga pun langsung membuka gerbang saat Melati mengatakan ingin bertemu dengan Ayumi dan Ibu nya.
Saat sampai di dalam Melati langsung di sambut oleh bu Ayunda, beliau sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
"Keponakan ku, gimana kabarmu sayang? apa ibu mu tidak ikut? " tanya Ayunda langsung memeluk nya.
"kabar baik tan, ibu sedang ke butik jadi gak bisa ikut tapi beliau titip salam."
"Iya walaikumsalam, nak Bayu ayo sini masuk kok malah duduk di situ," ucap nya melihat Bayu duduk di kursi yang ada di teras, Bayu hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Apa Ayumi ada di rumah aku sangat merindukan nya," ucap Melati.
"Ada. Ayo masuk," ajak nya melepaskan pelukan nya dan mempersilahkan mereka masuk.
"Tidak usah sungkan anggap saja rumah sendiri ya, tante ke dapur dulu mau bikin kue kalian langsung ke kamar saja Ayumi ada di kamar nya di atas," ucap nya dan Melati pun mengangukan kepala nya.
Mereka menaiki tangga menuju kamar Ayumi yang tadi di tunjukan oleh Bu Ayunda.
Ternyata benar di sana bukan ada satu pintu kamar melainkan banyak, Melati pun nampak bingung yang mana kamarnya.
"Yang mana ya kok aku lupa tapi kata tante Ayunda," ucap nya membuat Bayu gemas, baru saja bentar udah lupa aja.
"Kamar ny yang ke dua setelah tangga di depan pintu ada gantungan nama," ujarnya mengingat perkataan Ayunda sebelum mereka naik tangga.
"Oh iya kenapa aku jadi pelupa begini ya," ucap nya sambil cengengesan.
__ADS_1
"Efek hamil mungkin," jawab Bayu dia tidak mau salah ucap dan membuat Melati marah pada nya.
"Bisa jadi."
Melati pun mengetuk pintu sambil memanggil nama Ayumi, dan terdengar suara daei dalam.
"Masuk."
Melati pun memberanikan diri masuk kedalam kamar ini, yang pertama di lihat nya adalah kasur big size yang Ayumo tempati Ayumi sedang tiduran di sana.
Kamar nya begitu luas sama seperti kamar nya yang ada di rumqh bu Zoya.
"Mel kamu kok gak ngasih kabar dulu kalo mau kesini, silahkan duduk Mas," ucap nya dan Bayu pun duduk di sofa sedangkan Melati duduk di kasur menatap wajah Ayumi yang memar.
"Aku telpon tapi ponsel kamu gak aktip, pipi kamu kenapa kok bengkak begitu apa Om Kenta nyakitin kamu?"
Bayu pun ikut menatap wajah Ayumi dia juga penasaran apa mungkin Kenta berbuat kasar kepada anak kandung nya.
"Aku jatuh dari tempat tidur, udah di obati kok ini efek terkena benturan," ucap nya terpaksa berbohong karna dia tidak mau Melati kepikiran dirinya bila dia bercerita.
Melati pun percaya karna Ayumi tidur nya tidak bisa diam pantas saja kalo jatuh pun. Sedangkan Bayu tidak percaya mana mungkin itu luka bekas jatuh jadi dia akan bertanya pada Rio siapa tahu saja Rio tahu sesuatu.
Bayu mengirimkan chat kepada Rio, ingin menelpon langsung tapi dia takut istrinya mendengar, dia tahu pasti Ayumi tidak ingin istrinya tahu sehingga dia berbohong karna yang Bayu lihat pipi Ayumi sepert8 bekas tamparan.
[Yo, lu tahu sesuatu gak tentang Ayumi? gua sama Melati ada di rumah nya] sand Rio.
Tidak berselang lama Rio pun malah menelpon nya namun dia langsung menolak nya.
[Bales aja chat gue] sand Rio.
Rio pun akhirnya mengerti dia langsung membalas chat dari Bayu.
[Lu pasti mau tanya pipi nya yang bengkak ya bro?]
[Iya lu tahu sesuatu gak, gue gak percaya kalo dia jatuh dari kasur]
[Masa sih dia bilang begitu?]
[Iya tapi pas Melati tanya dia jawab nya gitu]
Rio pun mengirimkan chat mengceritakan semua nya kepada Bayu dan Bayu pun begitu kaget mendengar nya, ternyata Jovanka sejahat itu.
__ADS_1
[Apa motip nya sehingga Jovanka berbuat seperti itu kepada Ayumi, bukannya Ayumi dan Dewa sudah putus lama?]
[Gue juga gak tahu, kita cari tahu sama-sama dan jangan kasih tahu istri lo takut nya malah kepikiran lagi]
[Oke lu tenang aja]
Serelah membalas chat dari Rio dia pun kembali ke kamar namun sudah tidak ada siapa-siapa.
"Loh pada kemana nih?" ucap nya karna tidak menemukan siapa-siapa siapa di sana.
Bayu pun turun ke bawah mencari tahu dimana mereka dan dia bisa mendengar suara tawa di dapur.
Bayu pun berjalan ke arah suara itu dan benar tenyata mereka sedang membuat kue di sana.
"Mas kamu kesini juga, kirain masih betah main games nya?" tanya Melati karna tadi dia sempat mengajak suami nya turun tapi Bayu nampak diam saja tak sadar kalo istrinya memanggil.
Sedangkan Melati sudah biasa di cuekin begitu apalagi Bayu sekarang sedang menggemari salah satu games online.
"Kalian lagi buat apa?" tanya Bayu duduk di salah satu kursi makan dia memperhatikan mereka yang sedang mencetak kue kering.
"Ini kue cookis coklat kesukaan ku, mau coba?" tanya Melati memberikan satu piring ke hadapan suami nya.
Ternyata Bu Ayunda sudah membuat nya banyak untuk di bawa pulang oleh Melati dan juga untuk di berikan kepada Rio nanti malam.
Ayumi memang sudah bercerita kalo dia akan makan malam bersama Rio sebagai tanda terimakasih.
Bayu pun memakan nya dengan lahap ternyata sangat enak pantas saja Melati sangat menyukai nya.
"Bikinin nanti di rumah aku suka sam cookis nya," ucap Bayu sedangkan Melati nampak cemberut mana bisa dia membuat nya.
"Aku gak bisa Mas buat yang seenak ini, nanti biar tante Ayunda saja saya yang buatkan untuk kita," ucap nya.
"Ahh itu mah mau nya, ibu sekarang sibuk gak bisa bikinin kecuali kalo beli pasti ibu siapin iya kan bu?" canda nya.
Sedangkan Ayunda terkekeh mendengar nya, sibuk apa orang dia cuma ongkang-ongkang kaki saja setiap hari mana mungkin Kenta membiarkan nya cape.Kenta selalu memanjakan nya tidak pernah membiarkan Ayunda kecapean.
"Dari dulu kamu tuh tetap sama ya Ay, mata duitan, apa duit bokap gak cukup pake harus jual cookis segala," ucap Melati membuat mereka terkekeh.
"Cukup tapi jika usaha ku kan masih sama semua yang bisa menghasilkan kenapa gak di coba, iya kan?"
"Sudah-sudah jangan berdebat ya nanti ibu buat yang banyak untuk Melati gratis," ucap nya membuat Melati tersenyum lebar.
__ADS_1