
Ayunda tidak ingin ikut campur dengan mereka jadi dia langsung saja pergi meninggalkan rumasakit dia harus segera pulang untuk mandi dan ganti baju agar bisa segera kembali ke sana.
Sedangkan Kenta sedang kesal-kesal nya terhadap pria di hadapan nya ini, sebenarnya apa yang Dewa mau sehingga menghamili Jovanka.
Plak
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Dewa, Kenta sudah habis kesabaran dengan sikap Dewa yang acuh seolah dia tidak punya salah
"Brengs*k."
"Si*lan."
"Kurang aj*r, apa mau mu hah?"
Kenta menghajar Dewa dengan memberikan bogem mentah di perut dan pipi nya.
Dewa terbatuk batuk sambil memegangi perut nya yang kesakitan.
"Maafkan saya Om yang menghamili Jovanka bukan saya Om bisa tahu kan usia kandungan Jovanka sudah 4 bulan lebih sedangkan hubungan kami baru 3 bulan," jawab nya membela diri.
Dan itu memang kenyataan nya Dewa memang belum lama mengenal Jovanka mereka tak sengaja bertemu di sebuah club malam, karna di paksa bertunangan dengan Ayumi Dewa menjadi stres dan pergi ke tempat itu.
Dewa sejujur nya tidak mencintai Ayumi namun orang tuanya memaksa nya.
Setelah mendengar penjelasan dari Dewa Kenta pun pergi begitu saja dia masuk ke dalam lift dan masuk dalam kamar Ayumi.
Hatinya teriris melihat gadis cantik itu terbaring dengan infus dan juga perban di kepala ny tak alat pembantu pernapasan di hidung nya.
'Kenapa di saat Papa sudah menemukan mu, kamu malah terbaring seperti ini,' batinnya.
Namun saat menoleh dia terkejut melihat seorang pemuda yang sedang duduk di sofa memperhatikan nya.
"Kamu siapa kenapa ada di kamar anak saya?" tanya Kenta saat melihat Rio sedang memangku leptop nya.
Rio pun menatap pria paruh baya itu sambil mengerutkan kening siapa dia kenapa mengaku sebagai ayah Ayumi, sedangkan yang dia tahu ayah nya Ayumi itu sudah meninggal.
__ADS_1
Rio pun meletakan leptop nya di atas meja dan langsung berdiri.
"Saya Rio teman nya Ayumi, saya yang menunggu Ayumi selama tante Ayunda pulang ke rumah," jawab nya tersenyum ramah dan mengulurkan tangan nya.
Kenta pun menjabat tangan Rio."Saya Kenta ayah nya Ayumi," ucap nya.
Rio pun menganggukan kepala nya mereka pun duduk di sofa sambil melihat Ayumi yang belum ada perubahan.
"Kamu sudah lama kenal dengan Ayumi?" tanya Kenta penasaran.
Kenta menyangka kalo Rio adalah pacar dari anak nya itu, karna mau repot-repot mau menunggu Ayumi di sana.
"Kami dulu satu kampus namun kami tidak terlalu dekat dan baru sekarang kami dekat karna Ayumi bekarja di tempat saya," jawab nya.
Kenta pun menghela nafas dia tidak menyangka kalo Ayumi anak yang pekerja keras tidak seperti Jovanka tahu nya minta uang saja dan berpoya-poya.
"Apa kamu tahu kenapa Ayumi bisa kecelakaan?" tanya Kenta penasaran mungkin saja Rio tahu sesuatu mengenai kecelakaan itu.
Rio pun menundukan kepala nya jujur dia tidak tahu dari mana dia harus memulai nya, namun ayah nya Ayumi harus tahu apa yang sebenar nya terjadi.
"Cerita nya panjang Om, yang jelas Ayumi kala itu sedang marah dan kecewa dengan kekasih nya yang selingkuh," jawab ny jujur.
Sedangkan Kenta nampak mengerutkan kening nya dia mengira Rio adalah pacar nya Ayumi dan ternyata itu salah lalu siapa pria yang telah menyakiti anak nya itu.
"Maaf saya kira kamu adalah pacar anak saya," ucap nya merasa tidak enak.
Rio pun tersenyum menatap wajah pria paruh baya itu."Saya juga mau nya seperti itu tapi sudah terlambat Ayumi sudah bertunangan dan sudah menentukan tanggal pernikahan," jawab nya sendu.
"Apa kamu mencintai anak saya?" tanya Kenta.
Dia menatap pemuda tampan yang ada di samping nya itu, dia ingin tahu apa yang di rasakan Rio saat ini.
Rio pun menghela nafas kasar sebelum menjawab."Tentu saja saya mencintai nya, tapi cinta tidak harus memiliki kan jadi saya ikut bahagia melihat dia bahagia," jawab nya meski di hati nya terasa sakit namun Rio berusaha tegar.
"Apa kamu yakin Ayumi akan bahagia setelah tahu tunangan nya selingkuh?" tanya Kenta penasaran.
__ADS_1
Sedangkan Kenta yakin Ayumi akan sama seperti Ayunda yang akan meninggalkan laki-laki yang di rasa sudah menyakiti nya.
Dan Rio pun menggelengkan kepala nya, melihat Ayumi menangis malam itu pun sudah memberikan fakta kalo Ayumi sangat kecewa dan bersedih dan itu membuat hati nya ikut sakit.
"Om mohon jaga Ayumi dengan baik, Om yakin kamu pria yang tepat mendampingi anak Om," ucap nya yakin sambil menepuk pundak Rio pelan.
Rio pun menatap pria paruh baya itu tak percaya, kenapa dia menitipkan Ayumi kepada nya pikirnya.
"Tapi Om saya-
"Om yakin Ayumi juga tidak akan menolak pemuda tampan seperti mu tapi jika kamu ragu kamu bisa pergi dari hidup anak saya," ujar nya yakin.
Kenta ingin tahu apakah Rio mampu atau tidak, jika Rio menolak maka dia tidak akan ikut campur lagi soal percintaan anak nya itu.
"Baik lah saya akan menjaga Ayumi dengan segenap jiwa, tapi kalo Ayumi menolak saya gimana?" tanya Rio.
Kenta pun tersenyum penuh arti dia akan membantu Ayumi membuka hatinya untuk Rio, tidak tahu kenapa hatinya sangat yakin kalo Ayumi akan bahagia bersama Rio.
Di tempat lain Melati baru saja selesai makan malam dia akan menginap di rumah ibu nya malam ini.
Mereka kini sudah berada di kamar, Melati sedang menatap bulan yang malam ini terlihat terang dia berpegangan pada pagar dan Bayu memeluk nya dari belakang.
"Kamu liat apa sih sayang?" tanya Bayu penasaran Kenapa Melati sangat suka sekali berdiri di balkon saat malam hari.
Melati pun tersenyum merasakan tangan kekar suami nya mengusap perut nya, dia menatap langit yang nampak indah malam itu.
"Aku gak tahu, cuma suka saja melihat bulan yang terlihat terang kaya gitu," jawab nya.
Sedangkan Bayu hanya tersenyum mendengar nya, dia benar-benar bersyukur karna Melati sudah mau ikut pulang bersama nya dan mau memaafkan nya.
"Bayi nya kenapa belum nendang ya?"
Dan pertanyaan itu langsung di balas tawa oleh Melati.
"Hahhhaa astaga apaan sih Mas baru juga berapa bulan ya belum kerasa lah, nanti kalo udah lima enam bulan mungkin baru terasa," jawab nya sedangkan Bayu hanya menganggukan kepala nya.
__ADS_1
"Kamu mau anak cewek atau cowok?" tanya Bayu.
"Mau cewek atau cowok yang pentung sehat, di syukuri aja ya Mas," ucap nya dan Bayu pun mengangguk setuju.