
Melati sangat senang sekali melihat test pack di tangan nya dia benar-benar tidak percaya rasanya seperti mimpi.
Ayumi dan Ibu nya baru saja pulang satu jam yang lalu karna sudah mulai sore takut nya Bayu segera pulang karna hampir jam 4 sore.
"Kita pamit ya, jaga kesehatan mu kalo ada apa-apa hubungi kita," ujar Ayumi memeluk sebentar sahabatnya itu.
"Iya kalian hati-hati di jalan," ucap nya mencium tangan bu Ayunda.
Setelah kepergian mereka Melati duduk di sofa kembali melihat kedua alat itu di atat meja dia benar-benar sangat bahagia akhirnya dia akan menjadi ibu.
Melati ingat kalo hari ini adalah ulang tahun suaminya, itu karna Melati tak sengaja melihat kalender yang sengaja di bulatinya pertanda kalo hari itu hari yang sangat penting baginya.
Untung saja tadi dia membuat kue ulang tahun bersama Ayumi dan ibunya dia sangat antusias merayakan ultah Bayu.
Melati pun meletakan test pack itu di dalam sebuah kotak dan menambahkan pita di atas nya dia benar-benar tidak tahu reaksi dari suami nya.
Yang jelas Bayu pernah mengatakan kalo dia sangat menginginkan anak darinya.
"Selamat ulang tahun Mas semoga kamu senang dengan hadiah ku ini," ucap nya.
Melati pun lantas pergi ke dapur dan menyiapkan makan malam yang romantis untuk nanti malam dia memasak beberapa menu masakan dan menata nya di atas meja dia juga menyimpan kue itu di sana.
Melati pun melirik sudah hampir jam 7 malam tapi Bayu belum juga datang sedangkan dia sudah berdadan cantik memakai dres dan menghias sedikit wajahnya.
Saat sedang menunggu tiba-tiba bel berbunyi Melati pun bergegas membuka pintu dengan senyuman yang merekah.
Namun senyum itu hilang saat melihat bukan suami nya yang datang.
Pria itu langsung memeluknya membuat Melati kesal dan mendorong pria itu sampai terjatuh.
"Mau apa kamu kesini hmm?" tanya Melati menahan amarah dalam dirinya.
"Mel aku minta maaf aku ingin memperbaiki hubungan kita," ucap nya ingin meraih tangan Melati namun Melati segera menepis nya.
__ADS_1
Plak
Bunyi tamparan keras terdengar jelas, Melati yang sudah tidak bisa menahan emosi nya pun kembali menampar Rian.
Ya pria yang ada di hadapan Melati itu adalah mantan pacar nya kenapa sih dia selalu saja menggangu nya dan kenapa dia bisa tahu kalo dia tinggal disana.
Usut punya usut Rian pasti tahu lah dimana tempat tinggal Bayu karna sepupu nya yang memberi tahu nya yaitu Jovanka.
Wanita itu memberitahun semua tentang Bayu kepada nya termasuk jam pulang pria itu, dia memang sengaja datang malam itu agar Bayu salah paham terhadap istrinya itu.
"Pergi dari sini dan jangan pernah muncul lagi di hadapan ku," teriaknya sambil menahan tangis.
"Mel aku mohon-"
"Pergi aku bilang pergi ya pergi," ucapnya namun tiba-tiba kepala nya sedikit pusing hampir saja dia ambruk untung saja Rian membantunya dia memeluk Melati agar tidak jatuh.
"Kamu gak papa?" tanya Rian dan Melati pun menggelengkan kepalanya.
prok prok prok
"Hebat kalian memang hebat aku sampai tertipu dengan wajah lugu nya ternyata ini yang kamu lakukan di belakang ku jawab," teriak Bayu dia menatap Melati sinis.
"Mas ini gak seperti yang kamu kira, aku sama dia gak ada hubungan apa-apa," jelas Melati dia benar-benar kesal kenapa harus begini.
"Aku sudah melihat dengan mata kepalaku kamu ada hubungan lagi dengan dia kan, oh pantas saja kamu meminta berhenti bekerja ternyata kamu ingin bebas bertemu dengan mantan terindah mu itu iya?"
"Mas-
"Diam aku tidak mau lagi melihat wajah mu kamu benar-benar sudah mengecewakan ku ini bukan yang pertama Melati dulu juga kamu dengan tega nya meninggalkan pernikahan kita demi pria ini dan sekarang kamu mengulangi nya lagi.
Aku benar-benar muak dengan semua ini."
"Mas itu gak seperti ya-"
__ADS_1
"Diam!! aku bilang diam ya diam jangan membantah, pergi dari sini pergi jangan pernah kembali aku benar-benar muak dengan mu aku membenci mu sangat-sangat membencimu," ujar nya segera masuk dan menutup pintu.
"Mas buka Mas aku bisa jelasin semua nya, aku gak sengaja dan itu gak seperti yang kamu bayang kan.Mas dengerin aku," ujar nya menggedor-gedor pintu.
"Mas kumohon buka pintu nya Mas aku bisa jelasin semua nya," ujar nya.
Pintu pun terbuka dan terlihat Bayu melemparkan sebuah koper padanya.
"Pergi dari sini aku tidak mau melihat mu lagi," ucap Bayu menunjuk wajah istrinya itu.
Lalu menutup pintu itu dengan keras dia benar-benar kecewa sekali dengan istrinya itu padahal dia sudah mencintainya.
"Pantas saja setiap aku mengatakan cinta dia tidak pernah menjawab ternyata dia masih mencintai mantan nya itu," gumannya memijap pelipis nya yang tiba-tiba pening.
Sedangkan Melati terus saja berteriak di depan pintu meminta Bayu keluar.
Rian yang melihat itu pun merasakan sakit dalam hati nya ternyata begitu besar cinta Melati untuk Bayu sehingga dia rela berdiri terus di sana untuk mendapat maaf dari Bayu.
"Mel bangun, jangan seperti ini," ucap Rian merangkul tubuh itu.
Namun Melati nampak enggan dan dia semakin histeris melihat wajah Rian.
"Puas loe sekarang hmm. Gue benci sama lo Rian gue benci kenapa sih loe gak mati aja, gak cukup apa loe nyakitin gue selama bertahun-tahun dan baru aja gue bisa merasakan kebahagian dengan mudah nya loe datang dan merusak nya.Dimana hati loe Rian dimana gue benar-benar gak kenal lagi sama loe, loe bukan Rian yang gue kenal," ucap nya mengusap air matanya dengan kasar dan bangkin dia mengambil koper nya dan pergi begitu saja.
"Mel kamu mau kemana ini udah malem?" tanya Rian mengikutinya.
"Jangan ikutin gue atau gue lompat dari jendela itu," ujarnya.
Rian pun mematung dia tidak tahu apa yang harus di lakukan nya, dia melihat punggung Melati masuk ke dalam lift dan terlihat kalo Melati menuju lantai dasar.
Rian pun berlari menuju tangga darurat dia harus sampai di bawah dan menyusul Melati dia tahu Melati sedang tidak baik-baik saja dia takut Melati melakukan hal-hal yang tidak di inginkan.
Melati pun sampai di lantai dasar namun dia tidak turun dan malah masuk lagi ke lantai 10 dia yakin kalo Rian akan segera menyusul nya jadi dia memilih kembali ke atas dimana lantai itu satu tingkat di atas unit kamar Bayu.
__ADS_1
"Semoga saja Rian gak bisa menemukanku," batinnya.
Melati pun menyandarkan tubuhnya yang terasa lemas dia benar-benar tidak percaya Bayu akan mengusirnya.