
Melati akhirnya sampai di rumah Papa Bimo, dia segera turun dari mobil dan langsung di sambut oleh ibu Zoya.
"Sayang kalian sudah sampai, cucu Oma kok malah tidur," ucap nya melihat Bryan terlelap dalam gendongan Melati.
"Iya Bu mungkin dia kekenyangan selama perjalanan dia nete terus," ucap Melati.
Mereka pun masuk ke dalam dan Melati melatakan bayinya di kamar tamu.
"Kamu temani saja Bryan ibu mau ke dapur dulu," ucap Bu Zoya.
Bu Zoya sedang membuat kue kening kesukaan Melati saat Ayunda memberi tahu kalo Melati sangat menyukai kue kering bikinan nya Bu Zoya pun belajar mambuat nya karna dia tidak mau kalah dari Ayunda.
Sedangkan Bayu kini ada di ruang kerja Bimo, Bimo memang sengaja mengajak Bayu berbincang di sana agar para wanita tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Kenapa Om bawa aku kesini?" tanya Bayu heran.
"Duduk lah, ada yang mau Om katakan sama kamu ini soal Ana," ucap nya membuat Bayu mengerutkan kening nya.
"Bukannya Ana sudah masuk penjara?"
"Iya namun cuma beberapa hari saja karna Pak Han membayar denda agar Ana bisa keluar dari penjara," ucap Om Bimo.
"Astaga kenapa bisa seperti itu aku belum mencabut laporan tentang wanita itu tapi kenapa wanita itu bisa dengan mudah keluar dari penjara," ucapnya heran.
"Seperti nya Pak Han punya banyak koneksi di sana sehingga dia dengan mudah mengeluarkan anak nya dari penjara. Dan kamu harus hati-hati sepertinya Ana megincar kamu dan Melati kalian harus waspada," ucap Om Bimo.
"Baik Om terimakasih atas info nya, aku akan lebih berhati-hati lagi," ungkap nya.
Disisi lain Dira masih di rumasakit namun dia mulai bosan karna Elga belum juga sadarkan diri.
Keadaan Elga sudah membaik meski pemuda itu belum sadarkan diri, Dira pun memutuskan untuk pamit pulang kepada Erwin.
Sesampai nya dia di rumah dia melihat ada mobil yang begitu asing terparkir di sana.
"Ada tamu rupanya," gumannya.
Dira memarkirkan motor metic itu dan melepaskan helm dari kepalanya.
Dira segera masuk ke dalam rumah namun rumah telihat sepi."Pada kemana orang-orang kok sepi banget," gumannya.
__ADS_1
Dira terus berjalan hingga terdengar suara tawa dari dekat kolam renang, Dira yang penasaran pun mendekat.
Ternyata di sana ada Jovanka yang sedang bercanda dengan Rian."Oh ternyata mereka di sana," batinnya.
Dira pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar nya mungkin membaca buku akan menyenangkan pikirnya.
Dira memang baru saja membeli buku baru buku apalagi kalo bukan Novel dari seorang penulis ternama.
"Akhirnya dapat juga buku nya," ucap nya sambil meletakan buku itu di atas meja lalu dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Rian sedang berbincang dengan Jo di gazebo dekat kolam renang, Rian memang sengaja menghubungi sepepupu nya itu agar berkunjung ke sana.
Rian penasaran dengan pria yang bersama Dira tadi mungkin saja Jo tahu sesuatu pikirnya.
"Lu ngapain sih ngajak gua kesini tumben?"
"Pengen aja ketemu sama lu, apa lu gak kangen sama sepupu ganteng lu ini udah lama kita gak ketemu," canda nya.
"Astaga makin hari lu makin aneh tahu gak dulu Rian yang gua kenal kaya kulkas empat pintu sekarang lu jadi agak beda kesambet lu yah," ucap Jo.
"Ya elah Jo lu itu yah bikin mood gue tambah ancur tahu gak," ujarnya.
"Gue serius nih mau tanya sesuatu sama lu Jo, tentang pria yang dulu anterin lu pulang," ucap nya membuat Jo mengerutkan kening nya.
"Cowok yang mana?"
Rian pun menunjukan poto itu pada Jo semoga saja dia mengenali nya.
"Oh ini Erwin dia pemilik Club yang sering gua kunjungi," jawabnya.
"Jadi lu kenal sama dia?"
"Tentu saja bukan cuma kenal tapi kita memang dekat," jawab nya sambil mengunyah kripik kentang.
"Apa kalian pernah tidur bersama?"
"Astaga Rian otak lu itu gak bisa mikir yang bener,mesum aja fikiran lu," ucap nya menggeplak kepala Rian pelan.
"Aduh sakit tahu lu tuh ya kdrt tahu gak, lagian gua cuma nanya doang," ucap nya membuat Jo menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ayolah Jo gua cuma mau tahu lu punya hubungan gak sama pria itu?"
"Kita cuma dekat dan seperti yang lu tahu setelah putus dengan Dewa gua gak mau berkomitmen," ucap nya membuat Rian tercengang.
"Apa lu gak mau nikah atau punya anak gitu umur lu udah 30 Jo kenapa lu gak cari cowok yang benar sih buat di jadiin laki lu," ucap Rian membuat Jo tertawa.
"Gua gak minat dan soal gua dan Erwin kami gak ada hubungan apa-apa kami hanya teman," jawab nya.
"Soal yang gua tanya tadi?"
"Yang mana?"
"Yang itu pernah belum?"
"Pernah puas lu, lagian dia tuh sama brengsek nya kaya gua jadi kita gak ada masalah toh kita sama-sama jomlo," jawab nya.
"Tapi yang gua liat dia dekat sama Dira," ucap nya.
"Whatt?? Dira adik lu?"
Rian pun terpaksa menganggukan kepalanya dia ingin tahu apa Jo akan maraj atau tidak.
"Kasian juga sih kalo adik lu sampe suka sama dia, apalagi kalo sampe nikah Erwin udah gak orsinil," candanya.
"Sialan lu, terus gimana cara gua kasih tahu dia," tanya Rian bingung.
"Lu tenang aja nanti biar gua yang kasih tahu, mungkin kalo gua yang kasih tahu dia bakalan ngerti," ucap nya dan Rian pun menganggukan kepalanya.
"Oke kalo gitu gua mau keluar bentar ya ada yang harus gua beli, nanti kalo lu ketemu Dira lu langsung kasih tahu dia aja ya," ucap nya.
"Oke lu tenang aja," jawab nya.
Rian pun pergi meninggalkan Jo sendiri, sedangkan Jo hanya menggelengkan kepalanya.
"Gua tahu Yan lu suka kan sama adik lu itu, gua akan bantu lu supaya lu bisa dapatin cinta lu. Udah cukup lu menderita selama ini karna harus kehilangan cinta pertama yang lu yang ternyata saudara lu, rasanya gak adil banget sih Tuhan sama lu." batinnya.
"Ah apaan sih gua sok kasian sama Rian, nasib gua aja lebih tragis dari dia memang semua tidak seperti yang kita inginkan.Tapi gimana kalo Dira benar-benar ada hubungan sama Erwin ya kok hati gua jadi gak enak gini," lanjutnya.
Setelah berbicara sendiri Jo pun masuk ke dalam rumah dia melihat Dira baru saja keluar dari dalam kamar nya, mungkin ini kesempatan untuk Jo berbicara kepada gadis itu.
__ADS_1
"Dira tunggu!!"