
Di kediaman orang tua Melati Zoya nampak khawatir mendengar Melati tak ada di rumah, dari tadi dia terus menghubungi Bimo untuk mencari nya.
"Bagaimana Mas apa kamu sudah bisa menemukan anak itu aku sungguh khawatir sekali," ucap Zoya sembil meremas kedua tangan nya.
Setelah kepergian Bayu, tiga puluh menit kemudia Bimo pun datang membawa kabar gembira.
"Tenang lah sayang anak buah ku sudah menemukan nya benar kata mu kalo dia kembali ke tempat tinggal nya yang dulu, tadi anak buah ku tak sengaja melihat nya sedang memebeli makanan di pinggir jalan dekat kosan nya," ucap Bimo.
Zoya pun bisa bernafas lega sekarang dia bisa tenang, sejak dulu Melati memang sudah terbiasa sendiri jadi wajar saja kalo dia keluar malam-malam membeli makan.
"Makasih banyak ya Mas, maaf sudah merepotkan mu," ucap zoya.
"Iya tidak apa-apa dia juga anak menjadi anak ku, semoga saja Bayu bisa menyelesai kan kesalah pahaman itu," ujar nya.
"Apa Bayu sudah sampai di sana?"
"Sudah dan katanya Melati sudah tidur mungkin besok Bayu akan menjelas kan semua nya pada nya, ini memang salah ku andai saja aku bercerita pada Melati tentang Jovanka mungkin saja tidak akan salah paham begini jujur aku lupa kalo wanita itu akan kembali," jelas Bimo dan Zoya pun mengangguk.
"Tidak apa-apa Mas, mungkin ini cobaan pertama dalam rumah tangga mereka biarkan saja Bayu menjelaskan semua nya Melati juga pasti akan mengerti," ucap nya.
"Aku menyuruh anak buahku memantau mereka, aku curiga anak Riana pasti merencanakan sesuatu dan pasti dia tahu kalo Melati adalah istri Bayu jadi dia membuat seolah-oleh dia dan Bayu ada hubungan," jelas nya.
"Semoga saja Bayu dan Melati bisa bertahan dengan rumah tangga mereka dan menjalin kepercayaan satu sama lain," ucap Zoya dan Bimo pun mengangguk.
"Ya sudah aku pulang dulu ya sudah malam, kecuali kalo kamu meminta ku untuk menginap aku akan senang hati menerima nya," goda Bimo mengerlingkan satu mata nya.
"Mas udah lah becanda mu itu loh gak lucu, ayo aku antar ke depan," ucap nya salah tingkah sedangkan Bimo hanya tersenyum.
Setelah mengantarkan Bimo kedepan Zoya pun masuk ke dalam rumah dia bisa istirahat dengan tenang sekarang.
__ADS_1
.
Di sisi lain Melati benar-benar membuka mata nya dan menajam kan telinga nya dia bisa mendengar suara yang tak asing lagi bagi diri nya.
Melati pun mengucek mata nya takut penglihatan nya salah atau hanya mimpi melihat semar laki-laki berdiri di dekat sofa, dia pun menyalakan lampu kamar nya, jujur saja di benar-benar kaget melihat Bayu berdiri di sana.
Bayu pun merasa begitu baru saja duduk pun nampak kaget saat melihat lampu menjadi terang.
"Mel kenapa kamu bangun?" tanya Bayu meletakan makanan itu di atas meja lantas dia menghampiri Melati yang duduk di atas ranjang.
"Mas ngapain ke sini, tahu dari mana juga kosan aku," ujar nya sedikit kesal sambil mengerucut kan bibir nya membuat Bayu gemas melihat nya.
Bayu hanya tersenyum dia duduk di sebelah Melati dan menggengam tangan Melati erat, jujur dia sangat khawatir sekali mencari nya sana kemari, namun saat melihat Melati tertidur dia benar-benar merasa lega sekali.
"Aku tahu alamat ini dari Bu Zoya kamu kenapa pergi gak bilang-bilang sih, aku khawatir sekali saat pulang kamu gak ada," ujar nya.
Namun Melati malah melepasakan tangan nya kasar, dia benar-benar kesal dengan suami nya jika mengingat wanita itu.
"Maksud kamu apa sih aku gak ngerti, pacar siapa sih sayang aku gak pernah punya pacar dari dulu, apalagi sekarang sudah ada kamu istriku," jelas nya namun Melati seperti nya tak percaya.
"Aku gak percaya sama kamu, kamu sengaja kan ingin balas dendam karna dulu aku ninggalin kamu, terus kamu ajak wanita itu agar bisa membuat ku sakit hati." ucap nya sambil menahan tangis.
"Mel kamu salah paham aku gak pernah ada hubungan apa-apa sama dia, sedari awal aku sudah mulai suka sama kamu bahkan sebelum aku tahu perjodohan itu aku sudah tertarik padamu," ujar nya namun Melati tak mendengarkan nya.
"Mendingan kamu pergi dari sini aku gak bisa percaya begitu saja," ucap nya menyuruh Bayu keluar dari kamar nya.
"Sayang hey tenang lah aku gak bohong sama kamu, aku bisa bukti kan semua nya kamu juga bisa tanya sama om Bimo tentang wanita itu," ujar nya memeluk paksa Melati yang terus meronta dan nampak terisak.
Dia sangat tahu pasti Melati salah paham padanya apa lagi dia tidak tahu apa yang di kata kan Jovanka kepadanya.
__ADS_1
"Lalu siapa wanita itu kenapa dia mengaku sebagai pacar kamu, walau pun kamu gak anggap aku sebagai istri kamu tapi kamu bisa menghargaiku kan," ujar nya.
"Dia Jovanka sayang anak nya tante Riana mantan istri nya om Bimo, aku gak tahu kalo dia sampai datang ke sana," ujar nya menjelaskan.
"Apa? jadi dia anak nya om Bimo?" tanya Melati.
Jadi wanita itu tidak-tidak Melati mennggelengkan kepala nya, dia tidak mau bersaudara dengan wanita itu apalagi Zoya dan Bimo akan segera menikah.
"Sayang hey apa yang kamu pikirkan, dia bukan anak nya om Bimo dia anak dari selingkuhan nya tante Riana yaitu Om Baron, sudah ya jangan marah lagi aku minta maaf karna sudah bikin kamu salah paham." ujar nya.
Melati pun nampak diam mencerna apa yang Bayu katakan, jujur saja dia belum tahu soal itu karna selama ini dia tidak pernah bertanya.
"Maaf kan aku juga Mas sudah kekanak-kanakan jujur aku sangat takut sekali kamu benar-benar memilihnya, aku takut kamu cuma mau mempermainkan ku saja," ucap nya.
"Apa kamu cemburu?" tanya Bayu menaik turun kan alis nya dia sangat suka sekali melihat wajah Melati yang tampak kesal.
"Aku... aku tidak cemburu, untuk apa aku cemburu dengan wanita jadi-jadian sepertu itu," jawab nya sambil memalingkan wajah nya ke sembarang arah.
Bayu pun tersenyun."Kamu bisa saja sayang sudah ya jangan marah lagi, aku lapar boleh aku makan dulu," ujar nya memelas.
Melati pun langsung menatap nya sendu dia merasa bersalah sekali dengan suami nya itu.
"Maaf kan aku mas gara-gara aku kamu telat makan malam ,makan lah Mas aku masih kenyang," ujar nya mengajak Bayu turun dari tempat tidur.
Mereka pun berdiri menuju sofa Melati bisa melihat banyak makanan di meja.
"Apa Mas membeli ini semua?" tanya Melati.
"Iya aku takut kamu belum makan malam," ucap nya.
__ADS_1
Melati pun tersenyum dia sangat senang bisa di perhatikan seperti itu semoga saja Bayu tidak berubah.
Dia berharap rumah tangga nya bisa harmonis tanpa ada nya orang ketiga.