
Malam ini Bayu menempati janji nya mengajak Melati ke pasar malam, Melati nampak tersenyum senang saat Bayu mengadeng tangan nya.
Ini pertama kali nya mereka ketempat seperti itu, biasa nya Bayu hanya akan mengajak nya ke Mall bukan ke tempat seperti itu.
"Kamu mau beli apa di sini?" tanya Bayu sedangkan Melati hanya menggelengkan kepala nya.
Dia memang cuma ingin melihat-lihat saja tidak ingin membeli apapun, dari dulu dia memang seperti itu saat masih tinggal di kosan bersama Ayumi.
Dia tersenyum saat mengingat masa itu dimana mereka selalu mengirit uang mereka agar cukup selama satu bulan, mau bagaimana lagi gaji nya kala itu belum seberapa di tambah dia juga harus bayar kontrakan maka tak jarang mereka keluar cuma sekedar jalan saja tak pernah membeli apapun.
"Kok malah senyum-senyum sendiri sih sayang kamu gak kesambet kan?"
Melati melebarkan matanya saat Bayu mengatakan itu apa tadi katanya kesambet enak saja pikir nya.
Sedangkan Bayu nampak bingung melihat istrinya jadi cemberut seperti itu, dia lupa kalo istrinya itu sangat sensitif.
"Kenapa lagi hmm, ada yang salah lagi sama perkataanku?" tanya Bayu dan Melati pun menggelengkan kepala nya dia tidak ingin merusak momen kebersamaan nya.
"Mau jagung bakar boleh gak?"
Bayu pun heran sejak kapan istrinya itu meminta izin saat ingin makan sesuatu pikir nya, namun dia senang karna istri ya itu tidak meminta makanan yang aneh-aneh.
Biasanya Melati akan meminta buah atau makanan yang susah di cari dan itu harus ada kalo tidak dapat dia akan menangis dan merajuk.
"Ayo dimana yang ada jagung bakar kita cari," ucap nya tersenyum.
Mereka pun berjalan mengitari stan -stan pedagang mencari pedagang jagung bakar namun belum ketemu juga.
"Gimana kalo beli cemilan yang lain, mau tidak?"
__ADS_1
Melati pun menggelengkan kepala nya dia tidak mau makan apa-apa, selain jagung bakar namun pedagang jagung tidak ada di sana.
"Sabar ya sayang," ucap nya mengelus perut buncit istrinya itu.
Sedangkan Melati hanya tersenyum mendengar nya dia sangat bahagia walau pun hanya melakukan kesederhanaan namun itu sudah cukup baginya dia sangat bahagia mendapatkan perhatian itu.
.
Keesokan hari nya Ayumi sudah siap pergi ke Bandara, dia benar-benar akan pergi meninggalkan tanah kelahiran nya.
"Ay apa kamu tidak berubah pikiran nak?" tanya ibu nya, beliau sangat khawatir bila Ayumi tinggal sendiri di sana.
Walau pun Ayumi sudah terbiasa mandiri tapi tetap saja Ibu nya takut, apalagi mereka terpisah jarak yang cukup jauh.
"Sudahlah sayang biarkan anak kita meraih cita-cita nya, jangan membuat nya bingung," ucap Papa Kenta.
Cuma karna seorang pria dia menjadi seorang penjahat dan menyakiti perempuan lain, Kenta sangat bersyukur Ayumi tidak kenapa-napa dan saat Ayumi memilih untuk kuliah di luar negri dia sangat mendukung mungkin dengan pergi nya Ayumi,Dewa dan Jovanka tidak akan mengganggu nya lagi.
Kenta ingin anak nya itu bahagia meski tanpa Dewa di samping nya, Kenta memang berniat menjodohkan Ayumi dengan Rio anak rekan bisnis nya namun Ayumi sepertinya tidak tertarik.
Sebelum berangkat tiba-tiba Melati datang di antar oleh suami nya, dia baru tahu kalo sahabat nya itu akan melanjutkan study nya di luar negri.
"Tante kenapa aku gak di kasih tahu kalo Ayumi mau ke luar negri, terus aku sama siapa?" ucap nya sambil menangis sedangkan Bayu hanya menggelengkan kepala melihat istri nya itu.
"Astaga istri siapa sih lebay amat, pake bilang dia sama siapa lagi kan ada gue suami nya, aneh memang wanita satu ini," batinnya.
Ayumi dan orang tua nya malah terkekeh melihat Melati menangis seperti anak kecil yang merengek meminta mainan.
"Bumil napa malah nangis sih,kan ada Mas Bayu ada tante dan Om ada Ibu sama Papa juga yang bakalan jagain kamu tenang lah, aku cuma 3 tahun kok di sana, kamu kalo kangen bisa mengunjungi ku kesana sambil berlibur, ingat suami kamu kaya loh bisa bawa kamu kemana pun jadi gak usah khawatir ya," ucap nya memeluk salahat nya itu.
__ADS_1
Namun Melati malah menangis semakin kencang memang semenjak hamil dia menjadi cengeng dan gampang sekali menangis.
"Iya Mel nanti bareng sama tante aja kalo mau ke sana, kamu jangan banyak pikiran semua baik-baik saja biarkan sepupu kamu ini meraih impian nya, bukannya kamu tahu sejak dulu dia ingin sekali melanjut kan kuliah nya dan sekarang adalah kesempatan baginya," ucap Bu Ayunda mengelus pundak Melati.
Melati pun melepaskan pelukan nya dia menatap sahabat nya itu, Melati tahu kalo Ayumi menyembunyikan sesuatu dari nya tapi apa?
Setelah Melati di rasa tenang Bayu pun pamit pergi karna ada metting siang ini, sedangkan Melati ikut ke bandara bersama Ayumi dan kedua orang tuanya.
"Kamu yakin mau ikut nganter ke bandara?" tanya Ayumi, dia takut Melati nangis lagi di sana.
Melati mengangguk antusias dia tidak mau melepaskan sahabat nya begitu saja,selama ini Ayumi lah yang menemani nya di saat dia terpuruk saat Rian meninggalkan nya dia merasa sendiri tidak punya siapa-siapa selain Ayumi.
"Iya aku mau ikut pokok nya," ucap nya serius.
"Boleh, tapi janji jangan nangis lagi ya," bujuk Ayumi dan Melati pun menurut saja tidak mungkin dia membawa Melati kalo di sana hanya akan merepotkan.
Mereka pun berangkat naik mobil Papa Kenta, selama di perjalanan Melati terus saja menggenggam tangan Ayumi.
Hingga tak terasa mereka pun sampai di bandara, ingin rasanya Rio datang dan menghantikan kepergian nya seperti di drama-drama korea.
Namun itu mustahil,karna sejak hari itu Ayumi tidak pernah bertemu lagi dengan Rio, dia memblokir nomor ponsel Rio setelah tahu Rio mau di jodohkan dan surat pengunduran dirinya pun orang lain yang memberikan nya tempat kerja Ayumi.
Sudah cukup beberapa tahun dia buang sia-sia karna mencintai seorang pria yang tidak perah mengharapkan nya sama sekali.
Dia sempat berfikir kalo Rio menyelamatkan nya karna Rio menyukai nya namun itu cuma angan nya saja, Rio melakukan itu hanya karna Ayumi adalah karyawan nya saja.
"Selamat tinggal kenangan aku akan membuka hatiku untuk siapa pun yang mencintai ku nanti dan melupakan cinta pertama ku," batinnya.
Di sisi lain Rio baru saja tahu kalo Ayumi akan pergi langsung saja menyusul nya ke Bandara, dia tahu dari Bayu kalo Ayumi akan melanjutkan kuliah di sana.
__ADS_1