
Keesokan harinya Zoya menemui Rian di kantor milik Kenta dia ingin meminta maaf kepada anak yang selama ini tidak di ketahuinya.
Dia langsung masuk ke ruang kerja Kenta dan meminta penjelasan dari sahabat suami nya itu.
"Mas aku tahu hanya kamu yang tahu kejadian yang sebenarnya karna tidak mungkin aku bertanya pada Mas Arya mau pun Marisa karna mereka sudah tiada," ucap nya.
"Tenang Zo aku minta maaf karna terlalu lama merahasiakan semua ini, aku benar-benar menyesal kalo saja aku mencari tahu keadaan Rian dari dulu mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini bahkan aku bertemu dengan nya secara tidak sengaja dan kala itu Marisa sudah tiada.
"Aku juga tidak tahu kalo mereka menjalin hubungan maka saat aku tahu Rian dan Melati pergi aku langsung memisahkan mereka,hanya itu yang aku bisa Zo aku tidak punya cara lain untung saja Rian tidak bertanya apa-apa kala itu dan dia pun sama baru tahu saat di rumasakit dan itu dia tidak sengaja mendengar kan pembicaraan ku dengan Ayunda."
Zoya semakin terisak di tidak kuasa menahan air mata hingga pintu ruangan pun terbuka terlihat wajah tampan mengambul dari balik pintu.
"Ada perlu apa Om mem-
Rian tidak meneruskan pertanyaan nya saat melihat Ibu Zoya menatap nya sendu,lalu Rian menatap Kenta seolah bertanya.
Zoya baru sadar kalo mata Rian sangat mirip sekali dengan suami nya dan juga gaya bicara nya yang santai dan lemah lembut membuatnya semakin bersalah.
Dari dulu Rian tidak pernah berkata kasar padanya walau pun dia terus saja memberikan luka untuk pemuda itu.
Zoya pun berlari langsung memeluk anak kandungnya itu dia sangat menyesal karna baru tahu hal sebesar ini.
"Rian.. maafkan Ibu nak," ucap nya terisak di dada Rian sedangkan Rian nampak bingung dengan hal itu.
"Ibu tenang ya, apa yang terjadi apa Om Kenta yang membuat Ibu menangis?"
Kenta menggelengkan kepalanya ingin sekali dia menepuk kepala Rian yang tidak peka, Rian mungkin belum mrnyadari kalo Bu Zoya sudah tahu semua nya.
"Rian anakku hikk.. hikk.." ucap Bu Zoya terus menagis.
Rian pun menegang dadanya terasa hangat saat mendengar kata itu dari mulut ibu nya, ini yang dia harapkan selama beberapa hari ini pengakuan dari ibu kandung nya.
"Ibu apa Ibu sudah tau semuanya?" tanya Rian melepasakan pelukan nya dan mengusap air mata Ibunya itu.
__ADS_1
"Maafkan Ibu Rian yang selama ini tidak pernah ramah kepadamu, maafkan Ibu nak sudah banyak menyakitimu," ucapnya.
"Kita duduk ya, agar Ibu bisa sedikit tenang," ajaknya memapah Zoya agar duduk di sofa.
Sedangkan Kenta menelpon ob agar membawakan nya kopi, dia masih ingat kalo Zoya sangat suka coffelate jadi itu yang dia pesan.
"Ibu tenang ya jangan nangis maafkan aku juga ya,"
"Rian maafkan Ibu ya nak, kalo saja Ibu tahu dari dulu mungkin semua tidak akan seperti ini kamu tidak akan kesusahan menjalani hidup pasca di tinggal oleh Marisa," ucapnya sendu.
"Semua sudah berlalu Bu mungkin itu cara Tuhan membuat ku kuat dalam hidup dan tahu bagaimana cara berjuang kalo aku sejak lahir bersama Ibu mungkin aku tidak akan mendapatkan beasiswa S2 di luar negri bu," ucap menepuk dada nya bangga.
Ibunya pun tersenyum mendengarnya dia baru tahu kalo Rian kuliah S2 diluar negri dengan beasiswa ternyata anak nya itu sangat pandai sama seperti kembaran nya Melati mereka benar-benar cerdas.
Sedangkan Kenta hanya menggelengkan kepala nya memang sifat sombong dari Arya tidak hilang, dulu Arya juga selalu membanggakan apa yang dia punya.
"Arya kamu bisa tenang sekarang aku sudah menceritakan semuanya pada mereka," batinnya dan Kenta pun tersenyum melihat ibu dan anak itu.
Sedangkan Zoya menatap wajah Rian dan mengelus pipi nya yang putih,Rian memang tifikal cowok yang bersih dan rapi dia selalu bisa merawat dirinya maka tidak heran kalo dari dulu banyak wanita yang mengajarnya termasuk Melati saudara nya.
Zoya terus menangis hingga dia pun mulai tenang, Rian pun membujuk Ibu nya agar pulang bersama nya saja dia tidak mau terjadi sesuatu kepada Ibu nya.
Zoya pun akhirnya setuju di antar pulang oleh Rian, hingga tidak terasa mereka sudah sampai di sana dengan selamat.
"Loh Ibu kok bisa sama Rian?" tanya Melati.
"Ibu nemuin aku di kantor dan beliua sudah tahu semua nya," ucap Rian dan Melati pun tersenyum dia sangat lega mendengarnya sungguh itu membuat nya senang luar biasa.
"Mel, Rian Ibu masuk kamar dulu ya kepala ibu sedikit pusing," ucapnya.
Namun perkataan nya membuat mereka cemas."Kita kedokter aja kalo gitu kita gak mau Ibu kenapa-napa," ucap Melati yang tahu riwayat penyakit ibunya.
Namun Zoya tersenyum menatap kedua anak nya itu." Ibu gak papa cuma butuh istirahat saja."
__ADS_1
Mereka pun menghela nafas lega, meskipun tidak mau di ajak ke dokter Melati menyuruh Mbo Darmi membuatkan teh dan membawakan nya ke kamar Ibunya.
"Kamu mau kemana udah rapi gitu? mana baby Brian?" tanya Rian heran.
Dan kenapa bayi Melati dinamai Brian itu karna Melati sangat menyayangi saudara nya yaitu Rian Marcell Alviano.
"Brian aku titip sama tante Ayunda dia ada di atas tadi tidur, aku mau kekantor Bayu dulu anterin makan siang," ucapnya.
"Ya sudah kalo begitu aku antar ya kita bisa ceritakan ini semua padanya biar dia gak salah paham lagi aku gak mau wajah tampan aku kena bogem nya terus," ucapnya membuat Melati terkekeh dan menganggukan kepala nya.
"Ya sudah ayo," ajak nya.
Melati pun segera naik mobil Rian ini kali pertama dia menaiki mobil mewah itu karna dulu Rian hanya mempunyai motor metik saja yang kemana-mana di pakai mereka.
"Bagus juga mobil nya," ucap Melati.
"Ini hasil kerja keras ku loh, kamu tahu kan dari dulu aku pengen punya mobil biar gak kehujanan dan kepanasan saat bawa pacar jalan," ucapnya membuat Melati tertawa.
"Ya emang harus kaya gitu kan,"
"Nyindir?"
"Apaan sih nyindir siapa?"
"Ya nyindir aku lah karna dulu saat kita jalan selalu saja kehujanan," ucap nya mengingat masa kuliah.
"Tapi aku suka, naik motor tuh menyenangkan nanti aku akan ajak Mas Bayu nyoba jalan pake motorku," jawab nya dan Rian pun mengangguk setuju.
"Aku dengar kamu lagi dekat sama perempuan kenalin dong," rayu nya.
"Apaan sih enggak kok," jawab nya salah tingkah membuat Melati gemas.
Namun jika itu benar Melati ikut senang karna dia juga ingin melihat saudara kembarnya itu menikah dan bahagia seperti dirinya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalan tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di kantor Melati langsung saja naik ke lantai dimana ruangan suami nya berada, ini bukan kali pertama dia di sana jadi karyawan sudah tahu siapa Melati.
Sesampai nya di sana Melati nampak ragu saat ingin membuka pintu takut nya Bayu sedang sibuk bersama klien nya karna yang dia dengar dari sekertarisnya kalo sedang ada tamu di ruang kerja Bayu.