
Bayu sudah sampai di rumasakit dia langsung mendapat penanganan, Bimo yang mendapatkan telpon dari teman Bayu pun langsung bergegas ke rumasakit bersama Zoya.
"Bagaimana keadaan Bayu Dok?" tanya Om Bimo.
"Kondisi nya stabil cuma butuh istirahat saja, tekanan darah nya sempat naik namun kini sudah mulai normal," jelas Dokter itu.
Bimo dan Bu Zoya pun bisa bernafas lega ternyata Bayu baik baik saja, jujur saja mereka sangat khawatir sekali.
"Untuk malam ini biarkan pasien mendapat penanganan mungkin besok pagi bisa pulang," ucap nya.
"Biaklah kalo begitu terimakasih banyak," ucap nya.
Dokter itu pun pergi, kini tinggal Bimo dan Bu Zoya saja di sana mereka masuk keruang rawat Bayu.
Bayu terlihat tenang dalam tidur nya, Zoya sangat berharap Bayu bisa cepat sadar dan mengingat semuanya.
Untung saja mereka memindahkan Bayu ke ruang VIP sehingga saat mereka harus menunggu tempat nya terasa nyaman.
"Apa Bayu bisa pulih seperti dulu lagi?" tanya Bu Zoya menatap Bayu sendu.
"Kita berdo'a saja semoga Bayu bisa segera mengingat lagi semua memori nya, Papa merasa sangat bersalah dengan keadaan Bayu yang seperti ini gara-gara dia anak kita pergi," ucap nya Ia juga sedih saat mendengar Melati pergi menyusul Ayumi ke Jepang.
"Sudahlah Pah jangan menyalahkan diri semua terjadi kehendak Tuhan kita tidak bisa berbuat apa apa, semoga semua ini ada hikmah nya," ucap Bu Zoya menenangkan.
"Apa Melati sudah memberi kabar lagi?"
"Sudah, dia memilih menginap di rumah Kak Yuna dari pada tinggal di apartemant Ayumi, katanya tempat tingga Kak Yuna lebih nyaman," jelas nya mengingat percakapan nya sore tadi.
"Syukurlah aku yakin Kak Yuna senang Melati tinggal di sana karna sejak dulu dia sangat menginginkan anak perempuan," ucap nya.
Bimo juga mengenal sepupu dari Kenta itu, wanita cantik itu hampir seumuran dengan nya.
"Lalu bagaimana dengan suami nya, apa beliau tidak keberatan Melati bukan cuma sendiri tapi berdua dengan Bryan aku takut malah jadi masalah," ungkap nya merasa tidak tenang.
"Kak Yuna sudah lama single suami nya meninggal karna kecelakaan kerja setelah suami nya meninggal dia tinggal berdua dengan Lee anak semata wayang mereka."
Bu Zoya pun bernafas lega dia bisa tenang sekarang ya walau pun berbeda jarak namun dia masih bisa berkomunikasi dengan mereka.
Di sisi lain Rian nampak uring uringan karna sejak tadi pagi dia tidak bertemu dengan Dira entah kemana gadis itu, membuat nya tidak tenang.
__ADS_1
Saat dia pulang dari kantor mbok Darmi bilang kalo Dira memang sudah pulang dari kampus namun pergi ke rumah teman nya.
"Kemana sebenarnya dia apa mungkin dia sengaja menjauhi aku, chat ku dari tadi pagi pun gak di baca nya sama sekali," gumannya.
Rian pun menghubungi nya berkali kali namun tidak diangkat membuatnya penasaran kemana Dira pergi.
Hingga kesekian kali nya dia menghubungi Dira dan akhirnya diangkat.
(Hallo Dira kamu dimana?) tanya Rian tidak sabar.
(Hallo siapa ini?) ucap seorang pria di sebrang sana.
Rian pun mengerutkan kening nya, lalu melihat lagi nama dan nomer telpon itu takut nya dia salah pencet, namun itu benar nomen nya Dira.
(Hallo) ucap nya lagi.
(Hallo, Dira nya mana bukannya ini ponsel nya dia?) tanya Rian sedikit berteriak, Ia benar benar bertambah kesal .
(Dira sedang di toilet, maaf ini siapa ya?) tanya pria itu.
(Bilang ke Dira kalo suami nya telpon, dan katakan cepat pulang) ucap nya sensi.
(Terserah mau percaya atau tidak, saya tidak peduli yang jelas sampaikan pesan saya padanya) ucap Rian lalu menutup sambungan nya.
tut
tut.
tut
"Astaga sensi amat nih laki lu marah marah sama gua, balik sana gak takut di terkam lu," ucap Elga memberikan ponsel itu pada Dira.
Sedangkan Dira hanya tersenyum tidak mau menanggapi nya, disana bukan hanya ada Elga tapi juga Jovanka dan Erwin.
Mereka semua sudah tahu kalo Dira sudah menikah dengan Dira, itu karna Dira keceplosan bicara dan mereka semua awal nya kaget namun setelah mendengar penjelasan dari Dira akhirnya mereka mengerti.
"Mau sampai kapan lu nyembunyiin semua ini dari Ibu?" tanya Erwin.
"Iya Ra, gak baik loh nyimpan rahasia sebesar ini," ucap Elga.
__ADS_1
"Aku nunggu lulus dulu Kak, walau bagaimana pun Ibu ingin melihat aku jadi sarjana, mungkin nanti setelah wisuda aku cerita sama ibu," jelasnya.
"Lebih cepat lebih baik takut nya ibu malah tahu dari orang lain," timpal Jovanka.
"Ya siapa yang mau ngasih tahu kecuali kalian ya," ucap nya menatap mereka tajam.
"Astaga galak amat lu, mana mungkin kita berani angkat bicara kalo lu sendiri gak ngizinin," ucap Erwin dan diangguki oleh mereka.
"Terus lu jadi nginap di sini? kasian tahu laki lu nyariin," ucap Elga.
"Gak papa lah kali kali lah aku kan gak tiap hari nginap disini, lagian kalian kan bukan orang lain," ucap nya tersenyum.
"Tapi lu udah bikin Sifa salah paham tahu gara gara lu sering kesini Sifa kira kita ada hubungan," keluh Elga karna pacarnya marah karna salah paham.
"Udah lu tenang aja besok gua jelasin deh sekarang gua ngantuk mau tidur," ucap nya berdiri meninggalkan mereka.
Sedangkan Jovanka dan Erwin saling menatap sambil menggelengkan kepalanya.
"Gua juga ke kamar ya gak enak jadi obat nyamuk gini," ucap Elga mendorong kursi roda nya.
Setelah mereka masuk kamar Erwin pun mengantarkan Jovanka pulang ke rumah nya.
"Apa sebaiknya aku kasih tahu Rian ya kalo Dira menginap di rumah kamu," ucap Jovanka.
"Udah lah sayang gak usah urusin mereka, lagian ini kan mau nya Dira biarin mereka menyelesaikan urusan nya kita jangan ikut campur," ucap nya.
"Tapi-
cup
Satu kecupan mendarat di bibir Jovanka."Udah masuk sana udah malem, atau aku menginap di sini lagi," ancam nya.
Mau tak mau Jovanka pun mengalah karna dia sudah berjanji pada dirinya sebelum mereka sah, Erwin tidak boleh menginap lagi di rumah nya.
Sedangkan Rian dia benar benar sangat marah saat mendengar seorang pria yang mengangkat telpon dari Dira. jujur dia sangat kesal dam cemburu di saat do menghawatirkan istrinya, Dira malah pergi bersama pria lain.
"Istri macam apa sih kamu Ra bikin kesal. saja, untuk aku cinta kalo enggak aku pasti udah cerein kamu," gumannya sambil mengambil jaket dari lemari.
Rian sudah melacak ponsel Dira, karna sejak mereka menikah Rian diam diam memasang gps di ponsel nya Dira agar dia bisa gampang mencari gadis itu.
__ADS_1