
Bimo pun berusaha memisahkan Bayu dan juga Rian yang nampak baku hantam, biasanya Rian akan menjadi pria yang kalem dan tidak banyak bicara, namun kali ini Rian benar benar tidak bisa menjaga emosinya.
"Sudah sudah kalian ini apa -apaan sih?" ucap Bimo menarik Rian dan scurity menarik Bayu agar mereka menjauh.
Bimo sengaja membawa scurity untuk berjaga-jaga dan benar saja dia memang kewalahan memisahkan mereka.
"Lepasin Pah aku belum puas memberi pelajaran padanya, lagian Papa ngapain sih kesini," ucap Rian mengepalkan tangan nya.
"Cukup untuk apa kalian saling melukai seperti ini, karna ini semua tidak akan menyelesaikan semua nya jangan seperti anak kecil yang jika berebut permen akan saling berkelahi, ingat kalian sudah tua dan kamu Bayu bukannya om sudah bilang kemarin kenapa kamu malah memperkeruh semua nya."
"Dia yang mulai om, dasar gak jelas aku gak ngelakuin apa apa sama dia atau adik nya dia saja yang suka bikin masalah," ucap Bayu sambil meringis menahan sakit di wajahnya.
"Gua gak akan seperti ini kalo lu gak macem macem, lu liat kan sekarang Melati pergi dan sudah cukup bagi Melati di sia siakan untuk kedua kali nya, dulu lu dengan sengaja mengusir Melati karna menuduh dia selingkuh dengan gua dan sekarang lu melakukan nya dengan halus dengan selingkuh dengan wanita lain," ucap nya.
"Aku gak selingkuh ya jaga ucapan kamu ya, lagian dari mana kamu mendapatkan poto itu? aku hanya mengantarkan nya saja ke sana kami tidak melakukan apapun." ucap Bayu.
"Bohong gua udah liat buktinya lu sama cewek itu berada di hotel, sini lu gua belum puas buat perhitungan sama lu," ucap Rian berusaha melepaskan diri dari Om Bimo.
"Aku tidak selingkuh dengan siapa pun, dan soal poto itu memang aku tapi aku tidak ada hubungan apa apa dengan Marta," akunya membuat Rian semakin geram.
"Kalo saja Melati bukan saudara kandung gua, gua pasti akan menikahi nya tapi tidak apa aku bisa mencarikan dia pria lain yang lebih dari lu, dan siap siap lu keluar dari perusahaan ini," ucap nya.
"Cukup Rian ayo kita pergi," ucap Bimo.
"Aku tidak mau dan jangan karna dia keponakan Papa, Papa bisa bebas belain dia. Dia salah Pah dia selingkuh walau pun dia tidak mengingat Melati seharusnya dia bisa menjaga keutuhan rumah tangga nya." ucap Rian.
"Iya Papa tahu tapi tidak harus di selesaikan dengan kekerasan Yan, kita bisa bicarakan dengan baik baik," ucapnya.
"Tunggu apa maksud mu aku harus keluar dari sini? ini perusahaan peninggalan orang tuaku jadi perusahaan ini adalah milikku," ucap Bayu tidak terima.
"Terserah lu aja gua akan tarik semua saham gua juga Melati dan siap siap ku jadi gembel," ucap nya lalu melepasakan diri dari Om Bimo dan pergi begitu saja.
__ADS_1
"Rian tunggu Papa belum selesai bicara," ucap nya namun Rian sudah masuk lift Om Bimo pun kembali ke ruang kerja Bayu.
Bimo pun menyuruh scurity itu keluar dan menelpon ob agar membersihkan ruangan itu.
"Ayo kita obati luka kamu," ucap Om Bimo membawa p3k.
Bayu pun menurut saja saat diobati oleh pamannya.
"Om apa benar apa yang di katakan Rian kalo dia dan Melati memiliki saham di perusahaan ini?" tanya Bayu penasaran.
Om Bimo pun mengambil sebuah berkas yang ada di laci dimana itu adalah surat kerja sama antar pemilik saham, dan memang benar nama Melati paling atas dengan saham terbesar yaitu 50 Persen sedangkan Rian memiliki 20 persen saham di sana dan sisa nya milik Bayu.
"Kenapa bisa seperti ini Om, aku benar benar tidak ingat apa apa," ucap nya sambil memengangi kepalanya yang benar benar pening.
"Mungkin kalo kamu ingat kamu tidak akan melakukan hal ini Bay, pengorbanan Melati sangat banyak untuk kamu bahkan dia bisa mengusut semua nya agar perusahaan kamu kembali jaya, jujur Om merasa kecewa sama kamu," ucap nya.
"Tapi kan bukan salah aku om, aku sama sekali tidak ingat apa apa tentang Melati mau pun keluarga nya," ucap nya sambil meringis memengangi kepalanya yang semakin pening.
"Sebaiknya kita ke dokter periksakan kondisi kamu mungkin nanti kamu juga akan ingat semua nya."
Bayu memang sudah pulih total tinggal menunggu waktu saja agar dia bisa mengingat sebagian memorinya yang hilang.
Sedangkan Rian pergi ke danau untuk menenangkan diri, dia duduk sambil melihat air yang tenang di sana.
Rian mengingat masa masa indah bersama Melati dimana kala itu mereka masih menjalin hubungan.
"Kenapa kita harus bersaudara Mel, mungkin kalo kita bukan saudara kita bisa menikah," ucap nya sambil terisak.
Dia sangat kasihan melihat nasib Melati yang di sakiti oleh Bayu terus menerus.
"Gua janji Mel akan buat lu bahagia sebagai saudara gua gak rela lu nangisin Bayu terus."
__ADS_1
Sedangkan Dira baru saja keluar dari kelas dia berjalan menuju ruangan Bu Marta dia ingin minta tolong pada dosen nya itu agar menjelaskan semua nya.
"Ada apa Dira?" tanya Marta.
"Ibu bisa jelaskan ini semua?" tanya Dira memberikan sebuah poto padanya.
Marta melebarkan matanya melihat itu, dari mana Dira mendapat kan poto itu, apa mungkin semalam dia ada di hotel yang sama dengan nya.
"Dira darimana kamu dapetin ini?"
"Aku liat ini di kamar kakak ku," jawab nya.
"Kakak, maksudnya?"
"Iya dari kamar Kakak ku Mbak Melati," ucap nya.
"Apa? jadi kamu adiknya Melati?" tanya Marta tidak percaya.
"Iya aku adiknya, apa maskud ibu melakukan ini semua aku tahu ibu sangat mencintai suami ibu tidak mungkin ibu selingkuh," ucap nya.
Marta pun menghela nafas jujur dia juga merasa bersalah kepada Bayu karna sudah memanfaatkan nya, begitu juga dengan Melati karna dia tidak pernah kenal dengan wanita itu.
"Maafkan ibu Dira, tapi ibu tidak bisa cerita sama kamu."
"Bu ayolah aku tahu ibu orang yang baik kumohon jelaskan kalo itu semua tidak benar," ucap nya memohon.
Namun Bu Marta hanya diam saja sepertinya dia bingung harus melakukan apa.
***
Di tempat lain Melati baru saja sampai kini dia berdiri di depan sebuah apartemant mewah di kota itu.
__ADS_1
"Apa benar ya ini tempat nya," ucap nya sedangkan Bryan yang kecapean masih terlelap dalam gendongan nya.
Melati pun memencet bel semoga saja sepupu nya itu ada di sana, sungguh dia sangat kelelahan ingin cepat beristirahat.