
Keesokan harinya Ayumi mengerjapkan matanya dia benar-benar lelah sekali badannya sangat pegal tidur bersandar di kursi kayu dengan tangan dan kaki yang di ikat.
Dia bingung siapa yang ada di depan nya itu karna dia tidak kenal, wanita itu terus mempehatikan Ayumi.
"Siapa pun kamu kumohon lepasin aku, apa yang kamu mau sebenarnya?" ucap nya sendu.
Sedangkan wanita itu hanya tersenyum sinis dia meraih dagu Ayumi sehingga Ayumi bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas.
"Kamu ingin tahu siapa aku atau kamu pura-pura tidak tahu siapa aku, kita kenalan kalo gitu. Aku Jovanka kekasih nya Dewa apa kamu ingat?"
Ayumi pun tersadar dia benar- benar ingat sekarang wanita itu adalah orang yang ada di kamar saat malam penggerebegan itu.
"Jo-van-ka," ucap nya tidak percaya ternyata wanita itu adalah orang yang ada di kamar waktu itu, tapi kenapa Jovanka menculik nya?
"Iya aku adalah Jovanka, dan aku sangat membencimu karna kamu merebut Dewa dari ku."
Jovanka sangat sakit hati kala itu, dirinya di tinggalkan begitu saja oleh Dewa, demi mengejar Ayumi.
Sedangkan Ayumi semakin bingung harus nya dia yang marah karna kala itu Jovanka yang merebut Dewa dari nya, kok sekarang malah kebalik pikir nya.
"Aku sudah tidak ada urusan lagi sama dia, kami sudah tidak ada hubungan apa pun, jika kamu menginginkan dia ambil saja aku tidak peduli."
Rasa benci di dalam dada nya semakin besar ingin sekali dia membunuh Ayumi karna sedari kecil dia selau iri dengan siapa pun jadi saat Dewa hanya menganggap teman saja.
Dia iri karna Ayumi di cintai oleh Dewa, sedangkan diri nya hanya pemuas ranjang saja, tidak ada cinta untuk nya.
"Aku ingatkan jangan pernah ganggu Dewa lagi, walau pun kalian sudah tidak punya hubungan tetap saja Dewa selalu menyebut mu setelah selesai bercinta," ucapnya kesal.
Dia memang sedikit mabuk jika melakukan itu dengan Dewa, namun hatinya sakit bila saat seperti itu nama orang lain yang Dewa sebut.
"Ahh Ayumi aku mencintaimu."
Kata -kata itu selalu terngiang di telinga nya dan itu membuat nya bertekad akan menghancurkan hidup Ayumi.
"Baik aku tidak akan mengganggu siapa pun termasuk kamu mau pun Dewa," ucap nya pasrah Ayumi sudah tidak tahan lagi duduk seperti itu.
__ADS_1
Ingin menangis namun air mata nya tidak keluar mungkin dia sudah lelah karna sudah menangis dari semalam.
Sedangkan Rio terus melacak keberadaan Ayumi dia sudah menemukan titik nya namun di sana banyak sekali penjaga yang menjaga rumah itu.
"Apa gue nyari bantuan dulu kali ya, kalo gue sendiri takut nya malah gak selamat," ujar nya namun tiba-tiba ponsel nya mati karna habis batrai.
"Ahhgg sial kenapa harus begini sih?" guman nya.
Rio pun mencari celah agar bisa masuk ke rumah itu, hingga dia mendapat kan satu ide dia memesan makanan yang banyak untuk mereka setelah itu dia akan masuk ke dalam.
Namun sebelum itu dia akan memasukan dulu obat tidur dalam makanan mereka.
Untung saja dia masih menyimpan satu toples obat itu di dalam mobil.
Pesanan nya pun datang dia segera melakukan apa yang ada di pikiran nya, sepuluh kotak makanan itu sudah dia campur dengan obat tidur.
Rio keluar dan memencet bel, pintu gerbang terbuka memperlihatkan pria bertubuh besar baru melihat nya saja dia sudah sangat takut.
Rio susah payah menelan silva nya namun dia harus berani kalo tidak Ayumi bagaimana nantinya.
"Saya dari g-food ingin mengantarkan makan yang di pesan oleh bos kalian, apa saya boleh masuk?"
Pria itu mengerutkan kening nya, tumben bos nya baik mau membelikan makanan untuk mereka biasanya juga mereka akan membeli masing-masing.
"Bagaimana, apa saya boleh masuk, bapa tenang saja makanan ini sudah di bayar kok," bujuk nya dan pria itu pun mengangguk dia mempersilahkan Rio masuk.
Rio pun meletakan bungkusan-bungkusan itu di atas meja yang ada di luar ternyata penjaga itu ada empat orang di sana, tidak tahu ada berapa orang lagi di dalam.
"Pak boleh saya numpang ke toilet sebentar saya tiba-tiba sakit perut?"
Pria tadi berdecak namun dia mempersilahkan Rio masuk lewat pintu dapur agar lebih dekat.
"Masuk ke pintu itu dan kamu lurus saja nanti nya," ucap nya walau bagaimana pun pria itu tidak tega karna melihat Rio seperti nya sudah tidak tahan ingin ke toilet.
Pria itu tidak curiga sama sekali dengan Rio karna yang Jovanka wanti-wantikan adalah Dewa jika dia ada kesana harus di halangi jangan sampai masuk sedangkan Rio hanya dianggap pengantar makanan saja bukan masalah baginya.
__ADS_1
.
Sedangkan di rumah nya Ayunda sangat khawatir karna sejak semalam anak nya belum pulang, tidak seperti biasa nya Ayumi pergi tanpa pamit.
"Mas kita cari kemana lagi dia tidak punya banyak teman di sini, aku takut dia kenapa-napa" ujar nya.
Kenta juga sudah datang ke hotel dimana anak nya bekarja namun nihil Ayumi sudah pulang dari semalam dia juga melihat cct namun tidak ada yang mencuriga kan.
Lalu kemana pergi nya Ayumi tidak mungin dia pergi keluar tanpa izin dari ibu nya, apa mungkin ini ada hubungan nya dengan Riana karna hanya dia yang dendam dengan nya dan juga Ayunda.
"Sabar anak buah ku sedang mencari Ayumi, dia pasti akan baik-baik saja."
.
Melati sedang duduk sambil mengelus
perutnya ya dia baru saja selesai bikin rujak, hari ini dia sudah ada di rumah ibu nya.
Ya siapa lagi yang menghabiskan nya kalo bukan Bayu, dia yang manjat kepohon mangga milik tetangga terus saat sudah menjadi rujak Melati tidak mau memakan nya dan malah tidak makan sama sekali.
"Kamu beneran gak mau nih?" tanya Bayu dia tidak sanggup lagi mangga sebanyak itu.
"Buat Mas aja aku udah kenyang tadi beli bubur di depan sama Dira."
Bayu pun terpaksa menghabisakan nya karna takut nanti Melati akan marah dan mendiamkan nya jika tidak menuruti keinginan nya apalagi ini ngidam dari calon anak nya, Bayu akan sebisa mungkin mengabulkan nya conto nya kemarin malam Melati tiba-tiba menangis ingin di buatkan nasi goreng oleh suami nya.
Mau tak mau Bayu membuatkan nya walau rasanya tidak enak tapi Melati tetap menghabiskan nya.
Melati belum mendapat kabar dari Ayunda kalo Ayumi hilang, sedingga dia tenang-tenang sana.
"Mas anterin aku ke rumah nya Ayumi ya nanti, aku tiba-tiba kangen sama dia," ucap nya dan Bayu pun menganggukan kepala nya.
"Iya sayang, aku akan lakuin apapun buat kamu yang penting kamu dan bayi kita sehat," jawab nya.
"Makasih banyak Mas aku sangat senang mendengar nya" dia tersenyum manis mentaap wajah suami nya memerah menahan pedas.
__ADS_1