
Satu bulan berlalu Melati masih saja bersikap cuek kepada suami nya dia masih belum percaya apa yang suaminya jelaskan beberapa hari yang lalu.
Sedangkan Bu Zoya nampak curiga dengan kedekatan Melati dan juga Rian, karna Rian sering berkunjung seolah Rian suami nya karna dia yang membelikan semua keinginan Melati bukan Bayu suami nya.
"Mel kamu gak boleh terlalu dekat dengan pria lain sedangkan kamu sudah punya suami nak, kamu harus menghargainya nal kalo kamu bersikap seperti ini kamu akan. membuat Bayu salah paham," ucap Bu Zoya mengingatkan.
Bukan kali pertama ibu nya mengingatkan namun sudah sering sehingga Melati pun benar-benar kesal.
"Ibu kenapa gak sadar sih sama anak sendiri, Rian tuh anak Ibu bukan orang lain," ucap nya menjelaskan karna Melati sangat kasihan kepada Rian tiap kesana pasti akan kena marah Ibu nya.
"Apaan sih Mel gak jelas?"
"Ibu tanya tante Ayunda deh aku males jelasin nya, biar Ibu sadar siapa Rian itu," ujar nya.
"Mel kamu tuh buat Ibu bingung sebenarnya kamu tuh bicara apa sih?"
Melati pun menceritakan semua nya yang dia dengar dari Om Kenta, walau bagaimana pun ibunya itu harus tahu apa yang terjadi dan bagaimana pun masalalu tidak bisa di ubah.
"Itu gak mungkin Mel, ibu sama Ayah kamu sering ngecek kandungan dan usg mana mungkin Dokter salah prediksi," ucap nya masih tidak percaya namun Melati terus saja membujuk nya agar tes DNA atau cari tahu kerumasakit dimana dirinya di lahirkan.
"Sejak awal aku sudah curiga karna kata Ayah golongan darah ku langka namun saat tahu golongan darah kami aku sempat kaget dan berfikir kalo Rian masih keturunan dari Nenek begitu."
"Tapi tetep aja gak masuk akal Mel mana mungkin ini bukan senetron Mel yang bisa melakukan apapun, " ucapnya.
"Tapi emang itu kanyataan nya bu, aku juga baru tahu saat melahirkan, dan Om Kenta yang kasih tahu."
__ADS_1
"Tetep aja Ibu gak percaya kamu tuh jangan ngada-ngada Mel, kalo pun Ibu melahirkan anak kembar mungkin Ayah kamu akan cerita tapi selama hidup nya dia tidak pernah berkata apa-
Zoya tidak mengingat saat terakhir kali mengantar suami kerumasakit karna serangan jantung, memang Arya sudah mempunyai riwayat sakit jantung namun kala itu Arya tidak bisa bertahan dan sebelum meninggal dia sempat ingin mengatakan sesuatu dan hanya 'Rian Bu, Rian itu-' hanya kata itu yang terucap hingga nafas nya mulai tersedat dan tidak bisa bicara lagi hingga ajal menjemput nya.
"Apa mungkin Mas Arya ingin mengatakan itu padaku," batinnya.
Sedangkan Melati nampak mengerutkan kening dia bingung kenapa Ibu nya menghentikan perkataan nya dan seolah mengingat sesuatu.
"Ada apa sih ini kok pada diem-dieman gini?" tanya tante Ayunda yang baru saja datang berkunjung.
"Tante kebetulan sekali aku ingin tante jelaskan siapa Rian," ucap nya memelas.
Sedangkan Ayunda nampak kaget dan melebarkan matanya."Apa?" tante Ayunda pun menatap Melati dan menggelengkan kepalanya.
"Ay kita adalah saudara sejak kecil kita di besarkan bersama Mbak mau kamu cerita yang sebenarnya Mbak gak mau kamu merahasiakan apapun," ucap nya menatap Ayunda sedangkan Melati nampak diam sambil menyusui anak nya.
Melati duduk agak menjauh dari mereka dia membiarkan kedua orang tua itu berbicara.
"Maafkan aku Mbak, aku gak maksud buat sembunyiin apapun namun aku terpaksa ngelakuin itu karna aku takut penyakit Mbak kambuh," ucap nya.
Ya memang sedari dulu Zoya punya penyakit asma dan juga kecemasan berlebih jika dia banyak pikiran maka penyakit nya akan kambuh, mungkin saat ada Arya Ayunda akan dengan mudah menceritakan nya karna Arya sangat tahu bagimana menenangkan nya.
Tapi kalo sekarang berbeda dia tidak tahu bagaimana menjelaskan nya dan sekarang sudah terlanjur dia pun harus bercerita yang sesungguhnya.
Ayunda pun menceritakan nya sama seperti yang Melati ceritakan tadi, dan saat itu juga air mata nya tidak terbendung lagi dia sangat malu dengan dirinya sendiri bagaimana sikap nya terhadap Rian sejak dulu.
__ADS_1
Bahkan dia pernah menyuruh Rian pergi dari hidup Melati dengan memberikan pemuda itu uang namun Rian menolak karna dia mencintai anak kesayangan nya itu.
"Udah ya Mbak jangan nangis aku tahu Mbak pasti sangat syok mendengar semua ini,tapi semua sudah terjadi dan kenyataan nya Rian memang anak Mbak dan Mas Arya," ujar nya memeluk sepupu nya itu.
Ayunda tahu bagaimana Zoya begitu kerasnya melarang Melati dekat dengan Rian, sebisa mungkin Melati menjalin hubungan itu diam-diam hingga sebulan sebelum orang tua nya mengatakan kalo dia di jodohkan hubungan mereka baik-baik saja.
Dan saat itu pula Zoy mengetahui kalo anak nya mempunyai kekasih di kampus begitu juga dengan Arya dia tidak tahu siapa Rian yang sebenar nya hingga dia bertemu dengan Kenta dan dia mengatakan yang sesungguhnya pada Arya saat itu lah Arya terkena serangan jantung dan itu terjadi setelah 4 tahun Melati menghilang.
Disisi lain Bayu masih saja merasa risih dengan kehadiran wanita masalalu nya yang selalu saja mengganggu nya.
Ana selalu saja membahas kenangan saat mereka pacaran padahal hanya beberapa bulan saja, bahkan Bayu lupa apa saja yang telah mereka lakukan karna Bayu tidak pernah serius dengan wanita mana pun.
Ana sendiri yang menginginkan Bayu menjadi pacar nya sedangkan Bayu tidak terlalu memperdulikan nya.
"Bay ayolah bukannya kita sudah lama tidak kesana, apa kamu lupa dulu kamu sering banget antar aku kesana," ucapnya sambil mengusap kedua pundak Bayu dari belakang.
Bayu yang sedari dulu sangat tidak suka di sentuh oleh wanita mana pun menjadi marah kecuali di sentuh oleh istrinya.
Awalnya Bayu diam saja melihat kedatangan wanita itu namun lama kelamaan di benar-benar muak dia berdiri dan menepis tangan Ana dan menatap wanita itu tajam.
"Dengar ya Ana aku sudah menikah dan punya anak kamu lebih baik jangan ganggu aku dan sebaiknya kita fofesional saja dalam bekerja dan ingat sekali lagi aku dari dulu tidak pernah mencintaimu," ucap nya mengingatkan sedangakan Ayu tidak akan menyerah sebelum mendapat apa yang dia mau.
Ana hanya tersenyum mungkin hari ini dia harus bersabar dulu namun untuk besok-besok dia harus melakukan sesuatu agar Bayu bisa kembali menjadi milik nya.
"Baik lah hari ini aku akan pulang namun jangan salahkan aku jika besok aku kesini lagi," ucap nya melangkahkan pergi dari ruang kerja Bayu.
__ADS_1