Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
part 119


__ADS_3

Melati menidurkan anak nya di bok bayi, setelah itu dia berdiri di depan jendela menatap keluar.


Dia merindukan hari hari bersama suami nya, sekarang dia merasa sangat kesepian karna Bayu masih saja belum mengingat nya.


"Sampai kapan seperti ini bahkan di hari ulang tahun Bryan pun Mas Bayu tidak datang harus nya kami merayakan nya bersama," gumannya.


Bryan sudah berumur 13 bulan dan dia sudah mulai bisa berjalan dan sudah bisa berucap satu dua kata, Melati sangat berharap Bayu secepatnya sadar agar dia bisa melihat perkembangan anak pertama mereka.


"Aku harus bisa membuat Mas Bayu mengingat ku tapi bagaimana caranya, aku bahkan tidak bisa mendekatinya sama sekali."


Bu Zoya yang baru saja masuk ke dalam kamar nya nampak ikut sedih melihat anak nya seperti itu.


"Mel apa yang kamu pikirkan, dari tadi ibu perhatikan kamu malah melamun?" tanya Bu Zoya, Ibu nya itu memang sedang berkunjung did rumah nya.


"Entahlah aku tidak tahu bu, aku merasa hidup ku tidak berguna setiap kali aku datang kesana Mas Bayu pasti marah padaku apa yang harus aku lakukan bu aku bingung," ucap nya sendu.


Bu Zoya pun mengerti apa yang di rasakan oleh anaknya itu lantas dia pun memeluk nya memberikan ketenangan untuk nya sungguh dia ikut sedih melihatnya, sebenarnya Bu Zoya bingung kenapa Bayu sampai sekarang tidak mengenali Melati.


"Sabar ya nak semoga Bayu cepat pulih, kita berdo'a semoga Tuhan mengabulkan do'a kita semua," ucap nya.


"Amiin semoga saja bu, aku benar benar sudah tidak mengenalnya lagi."


Bu Zoya memeluk anak nya itu, entah sampai kapan mereka harus menunggu sedangkan Bayu bahkan tidak mau bertemu dengan Melati dan juga Bryan.


"Bu apa aku pergi aja ya aku merasa tidak sanggup bila harus melihat Mas Bayu bersama wanita lain."


"Maksud kamu apa nak?" tanya Bu Zoya menatap wajah Melati dia sudah berderai air mata.


"Ceritakan kepada ibu apa yang terjadi biar nanti Papa kamu yang tegur suami kamu," ucap nya.


"Aku sudah tanya ke Mas Bayu tapi dia bilang kalo aku tidak boleh ikut campur dengan urusan nya, bahkan dia malah menyuruh Rian untuk membawa aku pergi jauh dari hidupnya," ungkapnya.


"Kamu jangan ambil hati nak, Bayu berkata seperti itu karna dia tidak sadar, ibu harap kamu sabar menghadapi nya," sarannya.

__ADS_1


Di sisi lain Bayu sedang makan siang bersama Klien nya yaitu Marta anak dari seorang pengusaha kaya yang ternyata mereka sempat satu kelas saaat SMA.


"Aku tidak menyangka kalo kamu sudag menikah Bay," ucap Marta.


Dan wanita itu yang Melati lihat beberapa waktu yang lalu,namun Melati tidak berani mendekati mereka.


Sedangkan Bayu nampak memegang kepalanya, bila dia bersikeras mengingat Melati pasti kepala nya langsung pusing.


"Aku tidak ingat apa apa tentang wanita itu, sejak kecelakaan yang aku alami ingatan ku berhenti di beberapa tahun yang lalu sedangkan tahun tahun setelah nya aku tidak ingat lagi," jawab nya.


Marta pun tersenyum penuh arti entah apa yang ada dipikiran wanita itu.


Memang kemarin saat Bayu makan siang dengan Marta, Melati melihat nya dan marah kepada Bayu.


"Sudahlah Bay kamu tidak perlu susah payah mengingat nya toh wanita itu juga sudah tidak mengharapkan mu lagi, bukannya wanita itu juga dekat dengan seorang pria semenjak kamu sakit," ujarnya.


"Bagaimana kalo kita jalan hari libur nanti rasanya sudah lama sekali kita tidak bertemu dengan teman teman yang lain kita ajak sekalian," ucap nya dan Bayu pun menganggukan kepala nya.


"Ya sudah aku akan mengabari nya lagi," ucap Marta.


Setelah selesai mereka pun kembali ke kantor masing masing, berbeda dengan Bayu yang sudah sampai di kantor, Marta malah pergi ke kentor polisi dia menemui seseorang di sana.


"Bagaimana, apa kamu memasukan lagi obat itu?" tanya wanita itu.


"Tentu saja aku selalu berhasil memasukan obat itu kedalam minumannya," jawab nya.


"Bagus ini adalah balasan untuk Melati karna dia sudah berani kepadaku," ucap nya sambil tersenyum puas.


"Ya sudah aku harus segera pulang Mas Reno pasti sudah pulang," ucap nya dan wanita itu menganggukan kelapanya.


"Pergilah menang kakak ku itu tidak sabaran takut nya dia mencarimu," ucap nya.


"Lihat lah Melati apa yang aku lakukan, meskipun aku ada di sini tapi aku bisa membuat mu menderita," gumannya.

__ADS_1


***


Bayu menatap foto pernikahan nya bersama Melati yang ada di atas meja kerja nya.


"Kenapa aku tidak bisa mengingat siapa kamu sebenarnya, aku merasa tidak asing dengan wajah ini namun aku benar benar tidak bisa mengingat nya sama sekali," gumannya mengusap bingkai foto itu.


"Sedang apa kamu?" tanya Om Bimo yang tiba-tiba ada di hadapan nya membuat Bayu kaget.


"Astaga Om bisa tidak kalo datang ketuk pintu dulu, untung aku tidak jantungan," ucap nya sedikit kesal.


"Om sudah mengetuk pintu tapi gak ada jawaban sama sekali padahal sekertaris kamu bilang kamu ada di dalam, ya sudah Om masuk saja dan benar ternyata kamu malah melamun," ucap nya sedangkan Bayu diam saja.


"Om aku benar benar bingung kenapa aku tidak bisa mengingat wanita ini sama sekali, saat aku berusagaha mengingat nya kepalaku rasanya sakit sekali," ucap nya.


"Seharusnya kamu memberikan kesempatan untuk Melati agar bisa dekat denganmu, bukan malah menjauhi nya. Ingat Bay Melati juga pasti bosan bila harus berjuang sendiri."


"Baiklah aku akan membiarkan dia tinggal bersamaku tapi jika aku masih belum bisa mengingatnya jangan salahkan aku."


***


Dira sudah berhenti magang sekarang dia masih sibuk dengan kuliah nya dia sudah mengajukan sidang skipsi nya semoga saja dia di mudahkan dalam segala hal.


Dira masih rutin menengok Elga di rumah nya yang tidak jauh dari kampus, Elga sydah sadar dan keadaannya pun mulai membaik meski masih harus memakai kursi roda karna tubuhnya masih lemas.


Sedangkan hubungan Erwin dan Jovanka semakin dekat bahkan mereka merancang akan segera menikah karna usia mereka sudah kepala tiga.


Pak Usman juga sudah mulai pulih meski kaki nya lumpuh namun pria tua itu masih bersemangat sekali dan tidak pantang menyerah.


Erwin dan Elga pun semakin dekat dengan Ayah nya itu bahkan mereka sering menginap di rumah mbok Darmi.


Hubungan Dira juga semakin dekat dengan Rian, bahkan Rian selalu meluangkan waktu untuk mengajak Dira jalan.


Dan itu tak luput dari perhatian orang tua mereka, mereka terlihat senang melihat dan berharap semoga Rian dan Dira bisa berjodoh.

__ADS_1


__ADS_2