Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 86


__ADS_3

Melati benar-benar kesepian tidak ada tempat berbagi, ingin rasanya dia bercerita kepada suami nya tentang kandungan nya yang lemah namun apa boleh buat suami nya tidak pernah ada waktu untuknya bahkan Bayu sering pulang malam sakarang.


Jam 11 malam Bayu masih berkutat dengan berkas-berkas di ruang kerja nya bahkan sering kali Bayu sampai ketiduran di sana.


"Apa aku cerita pada ibu saja ya takut nya terjadi apa-apa dengan bayi ku," guman nya.


Dia ingin bercerita kalo dia baru berkonsuntasi dengan dokter kandungan beberapa hari lalu namun sepertinya Bayu benar-benar tidak ada waktu mendengar kan keluh kesah nya.


Setiap mau cerita Bayu nampak sibuk dengan ponsel nya dan juga berkas-berkas, rasanya dia tidak dianggap sama sekali.


Keesokan harinya Melati berkunjung ke rumah orang tua nya secara tiba-tiba setelah kepergian Bayu ke kantor, dia tidak memberi tahu Bayi kalo dia akan ke rumah orang tua nya.


Sesampai nya di sana rumah nampak sepi hanya ada Mbo Darmi saja yang sedang membersihkan meja makan.


"Mbo Ibu sama Papa kemana kok sepi?"


Sedangkan Melati tahu kalo Dira sudah berangkat kuliah, jadi dia tidak menanyakan adik angkat nya itu.


"Baru saja mereka berangkat."


Telat pikir nya, Melati memang lupa tidak mengabari ibunya kalo dia mau main kerumah.


Melati pun berniat menyusul ibunya ke kantor, selain menjalankan bisnis nya di property dan perhiasan ibunya menjadi direktur di perusahaan peninggalan Ayahnya di bantu Om Fajar asisten Arya.


"Ya sudah kalo begitu aku pulang saja nanti aku kesini lagi," ucap nya dan Mbo Darmi pun mengangguk.


Melati pun menaiki taxi yang di pesan nya dia mau menemui ibu nya di kantor saat makan siang nanti, sebelum itu dia akan mengunjungi makam Ayah nya.


Hanya lima belas menit akhirnya mereka pun akhirnya sampai ke di tpu.


Melati pun membeli bunga terlebih dulu untuk menaburi tempat istirahat terakhir Ayahnya.


Melati mengembangkan senyum nya saat sampai di sana dan mengusap air matanya yang tiba-tiba keluar sebelum bicara kepada pusara Ayah nya, dia berjongkok sambil memegang pinggang nya perut nya yang sudah membuncit membuat nya sedikit kesusahan.


"Aku sangat merindukan Ayah," ucap nya mengusap baru nisan dia tidak bisa membendung lagi air matanya dan mulai terisak air matanya pun tumpah semakin deras.


Dia tak kuasa menahan kesedihan nya, hampir satu minggu ini dia menahan diri agar baik-baik saja,jujur dia sangat kesepian tidak ada tempat mengadu karna sahabat nya pun sudah mulai sibuk kuliah.

__ADS_1


"Ayah apa yang harus aku lakukan, jujur aku kecewa dengan keadaan kenapa Mas Bayu berubah apa dia sudah bosan padaku?"


"Aku merasa tidak punya siapa-siapa sekarang," aku nya jujur.


Wanita hamil memang mudah baper dan pikiran nya pun pendek sering panik dan juga mood nya berubah-ubah itu yang di rasakan Melati saat ini.


...


Di sisi lain Bayu masih saja pusing dengan pekerjaan nya,memang dia sudah menerima bantuan dari Pak Ali namun itu belum sepenuhnya membuat perusahaan stabil Bayu pun masih harus mencari investor lagi.


"Pak ada yang mau membantu perusahaan," ucap asistennya yang baru saja datang.


"Bagus kapan kita akan bertemu dengan mereka?" Bayu benar-benar antusias sekali.


"Mereka ada di bawah,mari ikut saya."


Bayu pun mengukuti asisten nya ternyata benar sudah ada seorang yang menunggu.


Ternyata hanya asistennya saja yang datang, sedangkan pemilik perusahaan benar-benar tidak hadir namun saat Bayu menawarkan poin-poin di perusahaan nya asisten nya langsung setuju dan tanda tangan akan di lakukan nanti siang dengan tuan nya.


Bayu pun tersenyum bahagia dia merasa senang karna ada yang mau mempercayai nya.


Bayu baru pertama kali bertemu dengan pria paruh baya itu tanpa curiga dia langsung menandatangani persyaran nya tanpa tahu apa saja yang harus dia patuhi.


Handoko adalah seorang pengusaha sukses namun Bayu masih asing dengan orang itu, Bayu memang sudah lama di dunia bisnis dia dulu adalah asisten nya Pak Ali seorang pengusaha sukses asal Turki, jadi Bayu sedikit banyak mengenal klien-klien nya.


"Terimakasih Pak Han."


"Sama-sama Pak Bayu semoga perusaannya kembali berjaya," ucap nya


menyambut tangan Bayu dan Bayu pun tersenyum.


Namun senyuman Bayu hilang saat melihat seorang wanita di sana.


'Kenapa dia ada di sini?' batinnya.


"O-iya Bay kenalkan itu anak saya."

__ADS_1


Pak Han pun memeluk putrinya sambil tersenyum sedangkan Bayu benar-benar kecolongan dia tidak menyangka kalo orang yang akan membantu nya adalah Papa nya Ana.


"Bagaimana kabarmu Bay?" tanya Ana tersenyum setelah melepas pelukan Papa nya.


"Loh kalian udah saling kenal?"


Pak Han sedikit kaget saat tahu Ana menganal Bayu, rencana nya kali ini pasti berhasil selain membuat perusahaan mereka bersatu Pak Han ingin menjodohkan Ana dengan Bayu.


"Dia yang sering aku bicarakan Pah," jawab nya membuat Pak Handoko tersenyum.


Sedangkan Bayu mengerutkan kening nya bingung, apa yang Ana bicarakan kepada Pak Handoko tentang nya?


"Ternyata dunia ini sangat sempit yah, ya sudah Papa harus kembali ke kantor. Nak Bayu saya tinggal dulu ya."


Bayu pun mengangguk dan tersenyum samar, dia yakin Ana merencanakan sesuatu karna firasat nya mengatakan akan ada sesuatu yang besar terjadi.


Setelah kepergian Pak Handoko dan asisten nya, asisten Bayu juga kembali ke kantor kino tinggal Bayu dan Ana saja yang tertinggal di sana.


Bayu menghela nafas, ingin rasanya dia pergi dari sana namun tangan Ana terus saja menghalangi nya.


Bayu pun terpaksa menuruti Ana dan duduk kembali di sana.


"Apa mau mu Ana?"


Ana tersenyum sambil mengeratkan pelukan nya di tangan Bayu.


"Kamu jangan galak-galak begitu dong, kamu gak kangen sama aku? bukannya kamu yang mohon-mohon minta aku balik dari luar negri lalu kenapa kamu sekarang seperti gak senang aku kembali? aku kembali buat kamu Bay."


Bayu tidak habis pikir kenapa wanita itu berbicara seperti itu sedangkan dirinya juga sudah lupa kapan mereka bertemu.


"Ana dengar itu sudah menjadi masalalu sekarang semua nya sudah berbeda dan semua yang kita lakukan ini salah jadi lepaskan tanganku," tegasnya.


Namun Ana menggelengkan kepalanya dia malah terisak, membuat kepala Bayu rasanya ingin meledak.


"Aku masih mencintai kamu Bay, walau pun waktu memisahkan kita tapi cintaku padamu tetap sama aku juga yakin kalo kamu juga masih sangat mencintaiku."


Bayu pun tersenyum sinis, cinta katanya kenapa dulu dia tidak berjuang kalo mencintai nya kenapa baru sekarang dia kembali 10 tahun bukan waktu yang sebentar dan semua bisa terjadi termasuk hati Bayu.

__ADS_1


"Semua sudah berubah Ana yang jelas aku sudah mempunyai istri sekarang dan sebentar lagi akan menjadi ayah, jadi jangan ganggu aku lagi," ucap nya melepas kasar tangan Ana dan pergi meninggalkan nya sendiri.


"Kita lihat saja nanti Bay, aku akan menyingkirkan siapa pun yang merebut mu dari ku," gumannya tersenyum simpul sambil mengusap air matanya.


__ADS_2