Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 85


__ADS_3

Jovanka yang masih terpuruk pun mengurung diri di kamar nya dia masih ingin sendiri, sedangkan Rian nampak keluar untuk sekedar melepas penat dia memberikan Jovanka untuk menyendiri di rumah.


Satu bulan berlalu Melati kini sedang berbelanja baju untuk bayi nya di sebuah Mall, dia bersama dengan suami nya.


"Beli nya jangan banyak-banyak Mas takut nya gak kepake kan sayang, kita belum tahu jenis kelamin anak kita apa."


"Iya beli aja yang warna biru sama putih warna itu cocok untuk bayi laki-laki mau pun perempuan."


Melati pun mengangguk dia mengikuti saran dari Bayu, tidak banyak yang mereka beli karna Melati menolak nya takut tidak terpakai.


"Sayang bukannya kamu sangat antusias sekali ingin membeli barang-barang untuk anak kita dari minggu lalu, terus kenapa sekarang malah gak semangat?"


"Gak papa kok Mas kita masih banyak waktu kan untuk membeli lagi, baru juga 7 bulan masih 2 bulan lagi Mas," jawab nya namun bukan itu yang Melati pikirkan.


Flasback 2 hari yang lalu..


Pagi itu Melati melihat ada plek hitam di celana nya, dia nampak kaget sekali, ingin menghubungi Bayu namun hari itu Bayu sedang metting.Tidak mungkin dia menggangu suami nya.


Melati pun bergegas pergi ke Dokter kandungan seorang diri, dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan bayinya itu.


Setelah mengambil antrian dia pun menunggu hingga giliran nya pun tiba.


Melati pun masuk dan menceritakan kondisi nya yang tiba-tiba seperti itu.


"Sebaiknya kita periksa dulu bayi nya ya," ucap Dokter itu.


Melati pun mengangguk dan membaringkan tubuhnya, perasaan nya tidak karuan sungguh dia takut bayi nya kenapa-napa.


"Bayi nya lemah bu, apa anda sedang banyak pikiran?"


Melati menggelengkan kepala nya, dia bingung kenapa bayi nya menjadi lemah seperti itu.


"Jangan stres ya bu, dan jangan banyak beraktifitas yang berat makan -makanan yang bergizi," saran dokter itu.


Melati pun mengangguk padahal dia merasa tidak banyak pikiran dan jarang juga beraktivitas yang berat paling cuma beres-beres rumah saja, kenapa bayi nya jadi lemah seperti itu pikir nya?

__ADS_1


Setelah di periksa dan di berikan resep obat penguat kandungan dan juga beberapa vitamin.


"Jangan lupa kembali lagi jika terjadi sesuatu," ucap Dokter itu.


"Baik dok terimakasih banyak."


Melati pun keluar dari ruang dokter, dia langsung menebus obat sebelum pulang.


Di kantor Bayu sangat kacau sekali karna dia baru saja tertipu oleh klien nya, klien nya itu membawa kabut uang perusahaan.


Bukan hanya Bayu yang tertipu tapi beberapa pengusaha lain nya yang tergabung di dalam nya,mereka memang sangat mempercayai orang itu sehingga tidak curiga sama sekali, namun sudah satu minggu berlalu orang itu hilang tanpa kabar.


"Sial kemana aku harus mencari bajingan itu."


Bayu benar-benar sangat marah, dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu untuk mengganti nya sedangkan uang tabungan nya pun tidak akan cukup untuk menutupi nya.


Tidak ada cara lain selain meminta bantuan dari Bimo pamannya.


Bimo pun nampak murka dengan kebodohan keponakan nya itu, dia benar-benar tidak menyangka keponakan nya yang cerdas itu bisa tertipu.


"Kenapa kamu bodoh sekali Bayu, bukannya Om pernah bilang kalo investasi pun harus jelas jangan asal saja, kamu lupa setengah dari perusahaan kamu itu adalah milik Melati," ujarnya kesal.


Bayu tidak mengerti dengan apa yang Bimo katakan, dia baru tahu sekarang kalo saham di perusahaan mendiang orang tua nya sudah di jual.


"Pada saat orang tua mu kecelakaan mereka mempunyai hutang ke beberapa Klien ada juga kebebepa kartu kridit yang membengkak etah apa yang di beli oleh ibu sehingga membuat tagihan yang begitu besar,"


"Aku bingung meminta bantuan kepada siapa karna perusahaan ku pun waktu itu sedang tidak stabil, jangan kan untuk membayar hutang Mas Bima hutang ku saja aku bingung membayar nya dari mana."


"Aku pun memberanikan diri meminjam uang kepada Mas Arya, Papa nya Melati dan dia setuju meminjam kan uang namun dia meminta 50 persen dari perusahaan Mas Bima sebagai jaminan nya, aku pun setuju dari pada perusahaan yang di bangun Mas Bima gulung tikar,"


"Setelah Mas Arya memberikan uang itu tak lama kemudian dia meninggal karna serangan jantung, dia menitipkan Melati dan juga Zoya padaku juga perusahaan nya untuk aku kelola. Aku sempat tidak percaya kenapa orang-orang sebaik Mas Bima dan Mas Arya meninggal begitu cepat."


"Dari saat itu aku bekerja keras untuk mengurus tiga perusahaan sekaligus untung saja ada Fajar, Devan dan Andra yang membantuku selama ini mereka adalah asisten pribadi Mas Bimo dan Mas Arya."


"Disaat perusahaan membutuhkan mu kamu malah pergi dan membantu perusahaan lain sedangkan perusahaan mu sangat membutuhkan mu kala itu, kamu harus berterimakasih kepada mereka karna berkat mereka perusahaan mu kembali berjaya dan sekarang kamu malah membuat perusahaan rugi besar. Apa sebenarnya mau mu Bayu om benar-benar kecewa padamu," ujarnya sambil memijat pelipis nya.

__ADS_1


Walau pun Bimo bisa saja membantu Bayu meminjam kan uang, namun dia ingin keponakan nya itu bertanggung jawab atas apa yang di perbuat nya.


Bayu pun pulang ke apartemant dengan lesu namun dia tidak bercerita apa-apa tentang apa yang terjadi pada istrinya itu, dia takut Melati kepikiran dan berdampak buruk pada kandungan nya.


Selama beberapa hari itu juga Bayu kesana kemari mencari pinjaman dan akhirnya dia mendapatkan pinjaman dari Pak Ali meski dia sudah bisa bernafas lega namun dia harus bekerja keras agar perusahaan kembali stabil.


Bayu sering pulang malam bahkan melupakan makan malam nya karna saat pulang Melati sudah tertidur.


Melati sendiri bingung kenapa suami nya gila kerja seperti iti bahkan di hari minggu pun Bayu masih saja berada di ruang kerja nya.


Melati sangat kesepian karna mereka jarang sekali bicara karna Bayu sibuk bekerja, bahkan saat sarapan pun tidak banyak yang Bayu katakan.


Dia juga sudah jarang mengelus perut saat berangkat bekerja dan itu membuat Melati semakin bingung, ada apa dengan suami nya itu.


Flasback off.


Bayu merasa ada yang aneh dengan istrinya semenjak pulang dari Mall, Melati nampak diam saja seperti memikirkan sesuatu.


Selama acara jalan-jalan itu Melati tidak banyak bicara seperti biasanya dan itu aneh bagi suami nya, karna biasanya selama mereka berbelanja Melati akan mengoceh bahkan banyak yang harus di beli namun kali ini tidak.


Kini mereka sudah kembali ke apartemant dan waktu pun sudah mulai gelap, sehabis dari Mall mereka mampir makan malam dulu di luar.


"Sayang kamu kenapa?"


"Aku gak papa kok Mas cuma sedikit lelah saja, aku istirahat dulu ya di kamar," ucap nya dan Bayu pun mengangguk.


...


Di sisi lain Jovanka masih saja terpuruk paska Pak Kenta mencabut semua fasilitas nya sehingga dia benar-benar frustasi.


Setiap hari dia akan datang ke Club malam untuk mencari kesenangan walau dalam hati nya dia benar-benar terpuruk, seperti malam ini dia sudah duduk meminum beberapa gelas alkolhol.


"Kenapa semua gak adil,kenapa harus gua yang menanggung semua ini kenapa?"


Jovanka nampak menangis membuat pelayan merasa kasihan kepada nya.

__ADS_1


Jovanka nampak mabuk malam ini dia banar- benar hampir kehilangan kesadaran nya namun bukan Jovanka nama nya kalo dia diam saja.


Jovanka ikut menari bersama para pengunjung yang lain, sungguh malam ini dia ingin heppy-heppy.


__ADS_2