PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
10


__ADS_3

Kelasnya selesai lebih awal dari yang lain , bu Emi guru sejarah sekaligus wali kelasnya ada keperluan lain ,jadi mereka bisa pulang lebih awal.


Di parkiran , Riki yang hari ini numpang di motor Rino berjalan mendahului . "Rey kita duluan ya. " pamit Riki . Beberapa hari ini ,sobatnya itu jarang pulang bersama , dan mereka tak tahu sebabnya . Sebagai sahabat mereka berdua cukup tidak terlalu jauh mencampuri apa yang sudah jadi pilihannya.


Rey hanya melambaikan tangan ,lalu bergegas mengeluarkan motor.


Ia sudah sampai di depan gerbang , sesekali ia memegang pelipisnya ,badannya masih kurang fit dari kemarin ,sakit di kepalanya belum juga hilang . Tapi ia lebih memilih tetap ke sekolah , kalau cuma dirumah dan sendirian pikirannya akan semakin kacau dan kemana-mana.


15 menit kemudian , bel pulang berbunyi , semua anak langsung berhamburan keluar.


"Andin."


Andin yang keluar bareng Amel menghampirinya.


"Ndin aku duluan ya." pamit Amel dan berlari menghampiri mobil yang menjemputnya.


"kok belum pulang?" tanya Andin ,melihatnya sudah siap di atas motor.


"aku anterin ya." tanpa menunggu persetujuan Andin ,ia sudah mengulurkan helm nya.


Kali ini mereka tak langsung ke tempat kos nya ,karena Andin bilang mau mampir dulu ke warteg langganannya ,membeli lauk untuk makan siang.


Andin turun dari motor ,begitu sampai di depan warteg , sembari membuka helm ,ditatapnya wajah Rey yang kini ada dihadapannya ,sikapnya agak aneh ,sepanjang jalan ia hanya diam , sesekali menjawab kalau ia menanyakan sesuatu.


"kamu sakit ?" tanya Andin khawatir ,wajahnya nampak sedikit pucat.


Rey menggeleng lemah.


"jangan bohong." gertak Andin.


" nggak , cuma sedikit pusing .mungkin masuk angin." Rey membuka helm dan menaruhnya di spion.


"kamu duduk disitu dulu." Andin menunjuk kursi panjang di depan warteg." sebentar ya." lalu ia masuk kedalam.


Tak lama , Andin keluar dengan teh hangat ditangannya.


" ini minum dulu."Rey mengambil tehnya dan meminumnya sedikit.


"kamu langsung pulang aja deh ,ntar kalau tambah pusing gimana ? bahaya kan nyetir sendiri." Andin terlihat panik dan duduk disampingnya.


Rey menatapnya sebentar.


" nggak papa kok ,ini udah sembuh." imbuhnya lagi.


Tak berapa lama ,ibu penjualnya mengantarkan pesanannya tadi ,selesai membayar Andin langsung berdiri.

__ADS_1


" kamu pulang aja ya sekarang ,aku pulang sendiri aja."


Rey berdiri "nggak ,aku anter." ia berjalan duluan ke motor.



" aku ganti baju dulu ya. " Andin melangkah masuk.


Rey duduk di kursi depan , sebenarnya ini menjadi alasannya untuk tak pulang ke rumah .


Saat dirumah akan selalu mengingatkannya tentang peristiwa kemarin . Mama pergi meninggalkannya tanpa alasan , papa yang juga belum menampakkan batang hidungnya dan masalah yang membuat nya penasaran . Ada apa dengan rumah tangga orang tuanya? apa mereka akan berakhir dengan perceraian ?


Rey memejamkan matanya sejenak dan bersandar di kursi , angin yang melambai ,membuat pikirannya sedikit tenang .


Terdengar suara pintu terbuka ,Rey membelalakkan matanya. Andin menghampiri dan duduk di sampingnya .


" kamu kenapa? kayak lagi ada masalah?" selidiknya .


Rey menggeleng pelan.


" ya nggak papa sih kalo nggak mau cerita." Andin coba menimpali pertanyaannya sendiri ,nggak enak juga kalau terlalu banyak ingin tahu. Mereka kenal belum lama juga. " tapi kalo memang ada masalah ,semoga cepat selesai ya . " pungkasnya.


Rey tiba-tiba berdiri . "kita jalan-jalan aja yuk ,kamu ga ada acara kan? " ajaknya tiba-tiba , membuat Andin heran.


"iya memang sedikit demam." gumamnya.


Rey memegangi pergelangan tangannya. "kenapa?" tanyanya heran.


"agak demam." ucapnya pelan.


" apa hubungannya?" seru Rey lagi , ia hanya mengajaknya jalan ,tapi Andin malah menatapnya aneh.


" kamu kayaknya lagi ngigau ." desis Andin.


" aku sadar sepenuhnya ." Rey mengambil kunci motornya. " yuk." ajaknya.


Belum memberi jawaban , Rey sudah menariknya naik ke atas motor.



BUNNY CAFE


cafe outdoor yang terletak tak jauh dari persawahan , bangunan cafenya tepat berada ditengah-tengah persawahan , disampingnya ada kolam ikan besar mengelilingi separuh badan cafe. ada 3 lantai


terdapat papan tulisan besar disamping pintu masuk

__ADS_1


lt 1 ~> smoking area


lt 2 ~> no smoking area


lt 3 ~> rooftop area


"yuk ." Rey tiba-tiba menarik tangannya ,melewati beberapa meja menuju tangga disudut ruangan.


Mereka sampai di lantai 3 , memilih tempat duduk di pojok , sehingga pemandangan alam di bawah terlihat jelas ,hijau menyejukkan mata , ditambah siang ini cuaca sedikit mendung.


waiters yang bertubuh agak gemuk ,menghampiri mereka . name tag di dadanya tertulis LIA.


" Mas Rey ,lama nggak kesini ?" tanyanya sembari menunjukkan buku menu ,ternyata mereka sudah saling kenal.


Rey hanya membalasnya dengan senyuman.


" french fries sama hot cappucino ya . " mbak Lia mencatat pesanannya . "tumben ga minum ice " tanyanya menatap Rey sekilas.


" nggak papa lagi nggak pingin aja." jawabnya pendek tanpa ekspresi.


"mbaknya apa?" ia beralih menatapnya.


"samain aja ."


Rey menatapnya. "pesen makanan berat aja ,kamu kan belum sempat makan tadi."


ehemm .. mbak lia menggoda mereka . "pacarnya ya mas , baru sekarang kesini sama cewek."


Rey mendelik ,dan mbak Lia langsung berbalik pergi.


" kamu sering kesini? " tanya Andin setelah mereka hanya tinggal berdua.


Rey mengangguk ." tapi sekarang udah jarang sih."


10 menit kemudian pesanan sampai ,tapi bukan mbak Lia tadi yang mengantar ,jadi hanya menaruhnya lalu pergi , tanpa berbasa-basi.


Rey menyesap kopi ditangannya perlahan . ia hanya terdiam menatap hamparan hijau yang dilihatnya dengan jelas dari atas tempatnya duduk , sesekali ia mendesah pelan ,memperlihatkan kegalauan di hatinya.


" kamu kenapa?" suara Andin memecah kesunyian yang dari tadi tercipta dari mereka berdua.


Rey menatapnya. "kenapa?" tanyanya balik.


"kamu sebenarnya kenapa? ada masalah." Andin mulai menyelidik. Rey diam . " ya udah nggak papa , kalau memang kamu belum mau cerita ."


Rey menatapnya tajam ,tak berkedip. Tak berapa lama tiba-tiba air matanya menetes.

__ADS_1


__ADS_2