PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
112


__ADS_3

Hari ini grand opening toko baru di Surabaya .


Beberapa kerabat dan teman dari tante Mayang ikut hadir .


Tapi karena Tante Mayang tidak bisa hadir , Susi yang mewakilinya datang kesini .


Meski cuma sendirian karena Riki berhalangan .


Karena nggak mungkin juga untuk mengajak Amel .


Amel sendiri tidak tahu posisi Andin sekarang ada di Surabaya .


" kamu sendirian ?" Tanya nya melihat Susi menghampirinya di depan toko .


Susi mengangguk lalu memeluknya sebentar ." Iya dari bandara , aku langsung kesini ."


Mereka menemui beberapa tamu yang sudah mulai ramai berdatangan .


Selain disini ada dua cabang yang akan di buka .


Untuk 2 outlet baru dibuka dua minggu lagi .


30 menit kemudian ...


Acara selesai ...semua tamu sudah berpamitan .


Sementara 3 karyawan baru disini sedang bersih-bersih di dalam .


Mereka berdua memilih duduk di depan toko . Sambil menikmati segelas orange juice .


Cuaca cukup panas siang ini .


" Ndin , hari ini akad nikahnya Rey sama Agnes loh .." ucap Susi .


Andin mendesah pelan ." Iya aku tahu kok , kemarin pas aku nelpon Riki nyari kamu ...Riki yang cerita semua nya ."


Susi menatapnya ." Kamu nggak papa kan ?" Tanyanya serius .


" ya nggak papa lah .."


" bener ?"


Andin mengangguk ." Semoga semuanya lancar ." Lalu tersenyum .


Susi menatap sahabatnya itu . Memang bibirnya bisa tersenyum , tapi tidak dengan matanya .


" ya iya sih ...semoga setelah ini kamu benar-benar bisa lepas dari Rey dan mulai menata hidup baru lagi ."


Andin diam dan meminum sedikit orange juice nya .


" kamu harus memulai membuka hati untuk orang lain ." Lanjut Susi .


" maksud kamu ?"

__ADS_1


" Ndin ...setelah nggak sama Rey , aku belum pernah melihat kamu dekat sama cowok lain ."


" ya...untuk itu sih aku belum tahu ya ." Ucapnya pelan .


" itu artinya kamu memang belum bisa sepenuhnya move on dari Rey kan ?"


Andin balas menatapnya ." Aku cuma mau fokus sama kerjaan dulu aja sekarang ."


" ya okelah ...terserah kalau memang itu bikin kamu bahagia .."


Andin tersenyum .


" kemarin lusa Rey datang ke rumah ."


" oh ya .?"


Susi mengangguk ." Dia sudah ke toko dan tahu kalau kamu resign .."


" apa kamu kasih kertas yang waktu itu ..?" Tanya Andin lagi .


" iya ..."


" terus ...?"


" yaah ...aku nggak tega lihat Rey waktu itu ...dia terlihat sangat hancur .."


" semua akan baik-baik saja ...apalagi setelah dia menikah , perlahan dia pasti bisa menerima kehadiran Agnes ."


" tapi aku nggak yakin soal itu ..."


" memang aku juga nggak dekat sekali sama Rey dan semalam aku juga bahas ini sama Riki ..dan Riki jauh lebih dekat sama Rey daripada kita ...iya kan ?"


Andin mengangguk .


" sampai sekarang pun mereka masih sangat dekat ...ini sudah 6 tahun berlalu dan Rey tak pernah sekalipun berhenti memikirkan kamu .."


" maksud kamu ?" Tanya Andin kaget .


" mungkin Amel ,Rino dan Riki juga nggak pernah ngomong ke kamu , hampir setiap hari Rey menghubungi salah satu dari mereka cuma untuk nanya kabar kamu ..."


Andin tertawa ." Kamu ada-ada aja sih ..."


" Ndin ...aku serius ." Susi menatapnya tajam ." Selama 6 tahun belakangan ini ,Rey selalu tahu apa yang terjadi sama kamu ...kalau kamu sakit , atau sedang ada masalah pekerjaan dan yang lain ...apapun itu . Yang paling penting lagi ...dan mungkin kamu nggak tahu sampai sekarang .."


" apa ?" Andin mengernyitkan dahinya .


" kamu ingat waktu dulu pernah sakit tipes sampai harus opname di rumah sakit .."


Andin mengangguk ." Iya tentu saja , memang apa hubungannya sama Rey ?"


" waktu itu kamu sendirian di toko dan akhirnya pingsan di depan toko .."


" iya waktu itu Amel kan yang bawa aku ke rumah sakit dibantu satpam ruko disana ."

__ADS_1


Susi menggeleng . " Sebenarnya Rey yang nolongin dan membawa kamu ke rumah sakit ..."


Andin membelalakkan matanya tak percaya .


" sesampainya disana ia baru menghubungi Amel dan menyuruhnya merahasiakan semua ini ."


Andin diam , masih sedikit tak percaya dengan apa yang diceritakan Susi .


" dan semua itu diketahui Agnes , kamu tahulah seperti apa dia kalau sudah cemburu . Agnes berniat melabrak kamu .


Rey mencegahnya masuk ke rumah sakit malam itu ...dan menyeretnya masuk mobil , memaksanya pulang . Terjadi pertengakaran hebat di mobil saat perjalanan ke rumah Agnes dan akhirnya ....kecelakaan itu terjadi ."


Andin menutup mulutnya dengan telapak tangan , tak menyangka ternyata ada kejadian seperti ini .


" apa ini kecelakaan yang sudah membuat Agnes jadi lumpuh ?" Tanya nya memastikan .


Susi mengangguk .


Andin diam , lagi-lagi masih tak percaya dengan semua ini .


Berarti secara tidak langsung ia menjadi penyebab apa yang sudah menimpa Agnes waktu itu .


Mereka cukup lama diam setelah percakapan itu sampai akhirnya ponsel Susi berdering .


" iya sayang ." Ternyata itu Riki .


" apa ?!!!!"


--------------------------------------


Mereka sudah berkumpul di depan ruang IGD .


Gunawan dan Wina juga sudah disana , setelah tadi mengantarkan Bella pulang dulu ke rumah .


Kondisi Wina memang masih lemas setelah tadi pingsan ,tapi memaksa tetap ikut ke rumah sakit .


Agnes menangis histeris di pelukan mamanya , dengan masih memakai kebaya pernikahannya tadi .


Rosa berdiri di sudut pintu , menangis sesenggukan , sendiri ...dan menyesali apa yang terjadi dengan putranya sekarang .


Hubungan mereka memang cukup renggang sampai detik ini ,tapi sekarang ...ia benar-benar tak bisa memaafkan diri sendiri kalau sampai terjadi sesuatu dengan Rey .


Sudah cukup lama dokter memeriksa di dalam IGD ,tapi sampai sekarang ..belum ada kepastian apapun tentang kondisinya .


Suara pintu berderit dari ruang IGD terdengar begitu keras ,sontak membuat mereka semua langsung mengarahkan pandangan kesana .


Mereka berlari menghampiri seorang dokter yang baru saja keluar .


" dokter ...bagaimana kondisi anak saya ?" Tanya Gunawan panik .


Wajah dokter yang sudah cukup tua itu terlihat masam ..hal itu tentu saja membuat semua mata yang memandangnya nampak semakin cemas .


Dokter itu menggelengkan kepalanya pelan .

__ADS_1


" kondisinya sangat kritis ...luka dikepalanya cukup parah ."


__ADS_2