
Hari ini grand opening toko baru di Surabaya .
Beberapa kerabat dan teman dari tante Mayang ikut hadir .
Tapi karena Tante Mayang tidak bisa hadir , Susi yang mewakilinya datang kesini .
Meski cuma sendirian karena Riki berhalangan .
Karena nggak mungkin juga untuk mengajak Amel .
Amel sendiri tidak tahu posisi Andin sekarang ada di Surabaya .
" kamu sendirian ?" Tanya nya melihat Susi menghampirinya di depan toko .
Susi mengangguk lalu memeluknya sebentar ." Iya dari bandara , aku langsung kesini ."
Mereka menemui beberapa tamu yang sudah mulai ramai berdatangan .
Selain disini ada dua cabang yang akan di buka .
Untuk 2 outlet baru dibuka dua minggu lagi .
30 menit kemudian ...
Acara selesai ...semua tamu sudah berpamitan .
Sementara 3 karyawan baru disini sedang bersih-bersih di dalam .
Mereka berdua memilih duduk di depan toko . Sambil menikmati segelas orange juice .
Cuaca cukup panas siang ini .
" Ndin , hari ini akad nikahnya Rey sama Agnes loh .." ucap Susi .
Andin mendesah pelan ." Iya aku tahu kok , kemarin pas aku nelpon Riki nyari kamu ...Riki yang cerita semua nya ."
Susi menatapnya ." Kamu nggak papa kan ?" Tanyanya serius .
" ya nggak papa lah .."
" bener ?"
Andin mengangguk ." Semoga semuanya lancar ." Lalu tersenyum .
Susi menatap sahabatnya itu . Memang bibirnya bisa tersenyum , tapi tidak dengan matanya .
" ya iya sih ...semoga setelah ini kamu benar-benar bisa lepas dari Rey dan mulai menata hidup baru lagi ."
Andin diam dan meminum sedikit orange juice nya .
" kamu harus memulai membuka hati untuk orang lain ." Lanjut Susi .
" maksud kamu ?"
__ADS_1
" Ndin ...setelah nggak sama Rey , aku belum pernah melihat kamu dekat sama cowok lain ."
" ya...untuk itu sih aku belum tahu ya ." Ucapnya pelan .
" itu artinya kamu memang belum bisa sepenuhnya move on dari Rey kan ?"
Andin balas menatapnya ." Aku cuma mau fokus sama kerjaan dulu aja sekarang ."
" ya okelah ...terserah kalau memang itu bikin kamu bahagia .."
Andin tersenyum .
" kemarin lusa Rey datang ke rumah ."
" oh ya .?"
Susi mengangguk ." Dia sudah ke toko dan tahu kalau kamu resign .."
" apa kamu kasih kertas yang waktu itu ..?" Tanya Andin lagi .
" iya ..."
" terus ...?"
" yaah ...aku nggak tega lihat Rey waktu itu ...dia terlihat sangat hancur .."
" semua akan baik-baik saja ...apalagi setelah dia menikah , perlahan dia pasti bisa menerima kehadiran Agnes ."
" tapi aku nggak yakin soal itu ..."
" memang aku juga nggak dekat sekali sama Rey dan semalam aku juga bahas ini sama Riki ..dan Riki jauh lebih dekat sama Rey daripada kita ...iya kan ?"
Andin mengangguk .
" sampai sekarang pun mereka masih sangat dekat ...ini sudah 6 tahun berlalu dan Rey tak pernah sekalipun berhenti memikirkan kamu .."
" maksud kamu ?" Tanya Andin kaget .
" mungkin Amel ,Rino dan Riki juga nggak pernah ngomong ke kamu , hampir setiap hari Rey menghubungi salah satu dari mereka cuma untuk nanya kabar kamu ..."
Andin tertawa ." Kamu ada-ada aja sih ..."
" Ndin ...aku serius ." Susi menatapnya tajam ." Selama 6 tahun belakangan ini ,Rey selalu tahu apa yang terjadi sama kamu ...kalau kamu sakit , atau sedang ada masalah pekerjaan dan yang lain ...apapun itu . Yang paling penting lagi ...dan mungkin kamu nggak tahu sampai sekarang .."
" apa ?" Andin mengernyitkan dahinya .
" kamu ingat waktu dulu pernah sakit tipes sampai harus opname di rumah sakit .."
Andin mengangguk ." Iya tentu saja , memang apa hubungannya sama Rey ?"
" waktu itu kamu sendirian di toko dan akhirnya pingsan di depan toko .."
" iya waktu itu Amel kan yang bawa aku ke rumah sakit dibantu satpam ruko disana ."
__ADS_1
Susi menggeleng . " Sebenarnya Rey yang nolongin dan membawa kamu ke rumah sakit ..."
Andin membelalakkan matanya tak percaya .
" sesampainya disana ia baru menghubungi Amel dan menyuruhnya merahasiakan semua ini ."
Andin diam , masih sedikit tak percaya dengan apa yang diceritakan Susi .
" dan semua itu diketahui Agnes , kamu tahulah seperti apa dia kalau sudah cemburu . Agnes berniat melabrak kamu .
Rey mencegahnya masuk ke rumah sakit malam itu ...dan menyeretnya masuk mobil , memaksanya pulang . Terjadi pertengakaran hebat di mobil saat perjalanan ke rumah Agnes dan akhirnya ....kecelakaan itu terjadi ."
Andin menutup mulutnya dengan telapak tangan , tak menyangka ternyata ada kejadian seperti ini .
" apa ini kecelakaan yang sudah membuat Agnes jadi lumpuh ?" Tanya nya memastikan .
Susi mengangguk .
Andin diam , lagi-lagi masih tak percaya dengan semua ini .
Berarti secara tidak langsung ia menjadi penyebab apa yang sudah menimpa Agnes waktu itu .
Mereka cukup lama diam setelah percakapan itu sampai akhirnya ponsel Susi berdering .
" iya sayang ." Ternyata itu Riki .
" apa ?!!!!"
--------------------------------------
Mereka sudah berkumpul di depan ruang IGD .
Gunawan dan Wina juga sudah disana , setelah tadi mengantarkan Bella pulang dulu ke rumah .
Kondisi Wina memang masih lemas setelah tadi pingsan ,tapi memaksa tetap ikut ke rumah sakit .
Agnes menangis histeris di pelukan mamanya , dengan masih memakai kebaya pernikahannya tadi .
Rosa berdiri di sudut pintu , menangis sesenggukan , sendiri ...dan menyesali apa yang terjadi dengan putranya sekarang .
Hubungan mereka memang cukup renggang sampai detik ini ,tapi sekarang ...ia benar-benar tak bisa memaafkan diri sendiri kalau sampai terjadi sesuatu dengan Rey .
Sudah cukup lama dokter memeriksa di dalam IGD ,tapi sampai sekarang ..belum ada kepastian apapun tentang kondisinya .
Suara pintu berderit dari ruang IGD terdengar begitu keras ,sontak membuat mereka semua langsung mengarahkan pandangan kesana .
Mereka berlari menghampiri seorang dokter yang baru saja keluar .
" dokter ...bagaimana kondisi anak saya ?" Tanya Gunawan panik .
Wajah dokter yang sudah cukup tua itu terlihat masam ..hal itu tentu saja membuat semua mata yang memandangnya nampak semakin cemas .
Dokter itu menggelengkan kepalanya pelan .
__ADS_1
" kondisinya sangat kritis ...luka dikepalanya cukup parah ."