
" butek banget muka loe bro ?" tanya Rino , melihat Riki manyun dari tadi , es coffe yang didepannya hanya diaduk-aduk nggak jelas.
" marahan sama Susi loe ? " kali ini Rey yang bertanya , tapi Riki masih diam .
" sebel gue !" tiba-tiba Riki bersuara.
Rey dan Rino berpandangan , baru kali ini mereka melihat Riki galau . Biasanya selalu bersemangat seperti tak pernah punya masalah dalam hidupnya.
Mereka bertiga sedang berada di Bunny Cafe sekarang , setelah tadi Riki memaksa mereka untuk datang menemaninya disini.
Setelah mengaduk-aduk es coffe nya , Riki langsung meneguknya sampai habis . Setelah itu ia memanggil waiters . " es capuccino 1." pesannya .
Rino mendekatkan wajahnya ke Rey . " kesurupan kali si Riki . " bisiknya.
Rey terbahak , membuat Riki langsung memelototinya.
" Loh Rey , udah lama ?"
Rey menengok , seorang perempuan memakai dress hitam pendek , dengan rambut tergerai berdiri disana.
" Tante Sisca ." sapanya. " udah setengah jam an lah."
" ow oke ." jawabnya singkat , lalu melihat kearah Rino dan Riki. " nggak sama Andin ?"
Rey menggeleng ." nggak tante ."
" Bu Sisca ." salah satu waiters yang sedang mengantar pesanan di meja pojok , memanggilnya.
" ya sudah , tante kesana dulu ya ." lalu ia berbalik dan menghampiri salah satu karyawannya itu.
" siapa bro ?" tanya Rino pelan .
" yang punya cafe ini ."
" what ???" Rino kaget ." kok loe bisa kenal ?"
" kepo..." jawab Rey , lalu meminum es coffe latte nya.
" kalian nggak nanya gue kenapa ?!" tiba-tiba Riki bersuara , mereka berdua langsung beralih menatapnya . " sorry bro. " seru Rino .
" Susi kenapa marah sama loe ? " tanya Rey langsung.
" gara-gara Agnes ." jawab Riki kesal.
" Agnes ??" tanya mereka berdua berbarengan.
__ADS_1
Riki mengangguk . " kemarin dia tiba-tiba nyamperin ke rumah , maksa gue nemenin dia nongkrong sekalian curhat , gue nggak enak juga nolaknya .."
" terus..."
" padahal waktu itu gue juga janjian keluar sama Susi ... jadinya acara sama Susi yang gue batalin."
" terus Susi marah.."
Riki mengangguk. " chat gue sampai sekarang nggak dibales , gue samperin ke rumahnya , mamanya bilang kalau keluar , tapi gue yakin kok dia ada di rumah , cuma emang sengaja nggak mau ketemu gue ."
" Susi tahu loe pergi sama Agnes ?" tanya Rey.
" iya , gue jujur kok bilang pergi sama Agnes ." gerutu Riki. " terus gue mesti gimana sekarang ?"
" udah biarin dulu , ntar kalau udah nggak emosi , pasti baik lagi."
" tapi kalau marah nya lanjut terus gimana ?"
" ya gimana ya ." Rey menggosok-gosok keningnya . " loe coba minta bantuan temen ceweknya deh buat bujukin." usulnya kemudian.
" siapa ?" tanya Riki balik.
" mana gue tahu." Rey mengangkat bahunya.
Riki mendengus kesal. " gue nggak kenal temen ceweknya Susi , kan gue nggak pernah nongkrong sama mereka." tapi kemudian ia teringat sesuatu . " eh apa gue minta bantuan Andin aja ya , kan Andin sekarang lumayan dekat juga sama Susi."
Riki beralih ke Rey . " bro bantuin gue ya."
" bantu apa ..?"
" bilangin ke Andin buat bujukin Susi."
" kenapa nggak bilang sendiri aja ?"
" gue nggak enak , loe aja ya..." bujuk Riki.
Rey mengangguk ." ya gampanglah."
" emang Agnes curhat masalah apa sama loe sampai maksa-maksa gitu ?" tanya Rino kali ini.
" ya biasalah .."
Rey mengernyitkan alisnya ." biasa apaan?"
" ya soal loe , apalagi emangnya."
__ADS_1
" gue ." tegasnya . " kenapa sama gue ."
" nggak usah sok nggak tahu gitu ." Riki menepuk lengannya . " ya biasalah , dia jealous sama Andin. "
" yaelah , ngapain jealous orang gue nggak ada apa-apa sama dia ."
" yang loe maksud dia itu siapa ? Andin ?" selidik Riki.
" Agnes lah."
" kalau Andin ...? "
Rey diam.
" eh bro .." potong Rino . " tapi tante-tante yang itu tadi siapa namanya.. ?"
" tante Sisca."
" ah iya , tante Sisca ..kok bisa kenal sama Andin juga ?" tanya Rino beruntun.
" ya kenal , orang pernah gue ajak kesini." Rey menyilangkan tangannya didada.
" what!!" lagi-lagi Rino terkejut. " gue nggak pernah lihat loe kesini sama cewek , sama Agnes aja nggak pernah."
" emang kenapa ?"
" aneh aja ..."
" apanya yang aneh ?"
" loe ingat nggak dulu pernah bilang apa ?"
" apa?"
" loe bilang cafe ini tempatnya terlalu romantis , makanya loe malas ngajak cewek kesini."
Rey terdiam . Dulu awal-awal kesini ia pernah bilang begitu , makanya ia lebih nyaman bareng Rino dan Riki kalau kemari.
" terus kenapa ?"
" terus ... kenapa loe malah ajakin Andin kesini ?"
" suka-suka gue lah ." Rey meminum es coffelatte nya yang tinggal sedikit.
Rino manyun mendengar jawaban nya.
__ADS_1
Sementara Riki , begitu es capuccino pesanannya tadi datang , ia langsung menghabiskannya dalam sekali teguk.
Rino hanya geleng-geleng kepala melihat dua sobatnya yang sama-sama sibuk memikirkan kisah percintaannya.