PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
57


__ADS_3

" butek banget muka loe bro ?" tanya Rino , melihat Riki manyun dari tadi , es coffe yang didepannya hanya diaduk-aduk nggak jelas.


" marahan sama Susi loe ? " kali ini Rey yang bertanya , tapi Riki masih diam .


" sebel gue !" tiba-tiba Riki bersuara.


Rey dan Rino berpandangan , baru kali ini mereka melihat Riki galau . Biasanya selalu bersemangat seperti tak pernah punya masalah dalam hidupnya.


Mereka bertiga sedang berada di Bunny Cafe sekarang , setelah tadi Riki memaksa mereka untuk datang menemaninya disini.


Setelah mengaduk-aduk es coffe nya , Riki langsung meneguknya sampai habis . Setelah itu ia memanggil waiters . " es capuccino 1." pesannya .


Rino mendekatkan wajahnya ke Rey . " kesurupan kali si Riki . " bisiknya.


Rey terbahak , membuat Riki langsung memelototinya.


" Loh Rey , udah lama ?"


Rey menengok , seorang perempuan memakai dress hitam pendek , dengan rambut tergerai berdiri disana.


" Tante Sisca ." sapanya. " udah setengah jam an lah."


" ow oke ." jawabnya singkat , lalu melihat kearah Rino dan Riki. " nggak sama Andin ?"


Rey menggeleng ." nggak tante ."


" Bu Sisca ." salah satu waiters yang sedang mengantar pesanan di meja pojok , memanggilnya.


" ya sudah , tante kesana dulu ya ." lalu ia berbalik dan menghampiri salah satu karyawannya itu.


" siapa bro ?" tanya Rino pelan .


" yang punya cafe ini ."


" what ???" Rino kaget ." kok loe bisa kenal ?"


" kepo..." jawab Rey , lalu meminum es coffe latte nya.


" kalian nggak nanya gue kenapa ?!" tiba-tiba Riki bersuara , mereka berdua langsung beralih menatapnya . " sorry bro. " seru Rino .


" Susi kenapa marah sama loe ? " tanya Rey langsung.


" gara-gara Agnes ." jawab Riki kesal.


" Agnes ??" tanya mereka berdua berbarengan.

__ADS_1


Riki mengangguk . " kemarin dia tiba-tiba nyamperin ke rumah , maksa gue nemenin dia nongkrong sekalian curhat , gue nggak enak juga nolaknya .."


" terus..."


" padahal waktu itu gue juga janjian keluar sama Susi ... jadinya acara sama Susi yang gue batalin."


" terus Susi marah.."


Riki mengangguk. " chat gue sampai sekarang nggak dibales , gue samperin ke rumahnya , mamanya bilang kalau keluar , tapi gue yakin kok dia ada di rumah , cuma emang sengaja nggak mau ketemu gue ."


" Susi tahu loe pergi sama Agnes ?" tanya Rey.


" iya , gue jujur kok bilang pergi sama Agnes ." gerutu Riki. " terus gue mesti gimana sekarang ?"


" udah biarin dulu , ntar kalau udah nggak emosi , pasti baik lagi."


" tapi kalau marah nya lanjut terus gimana ?"


" ya gimana ya ." Rey menggosok-gosok keningnya . " loe coba minta bantuan temen ceweknya deh buat bujukin." usulnya kemudian.


" siapa ?" tanya Riki balik.


" mana gue tahu." Rey mengangkat bahunya.


Riki mendengus kesal. " gue nggak kenal temen ceweknya Susi , kan gue nggak pernah nongkrong sama mereka." tapi kemudian ia teringat sesuatu . " eh apa gue minta bantuan Andin aja ya , kan Andin sekarang lumayan dekat juga sama Susi."


Riki beralih ke Rey . " bro bantuin gue ya."


" bantu apa ..?"


" bilangin ke Andin buat bujukin Susi."


" kenapa nggak bilang sendiri aja ?"


" gue nggak enak , loe aja ya..." bujuk Riki.


Rey mengangguk ." ya gampanglah."


" emang Agnes curhat masalah apa sama loe sampai maksa-maksa gitu ?" tanya Rino kali ini.


" ya biasalah .."


Rey mengernyitkan alisnya ." biasa apaan?"


" ya soal loe , apalagi emangnya."

__ADS_1


" gue ." tegasnya . " kenapa sama gue ."


" nggak usah sok nggak tahu gitu ." Riki menepuk lengannya . " ya biasalah , dia jealous sama Andin. "


" yaelah , ngapain jealous orang gue nggak ada apa-apa sama dia ."


" yang loe maksud dia itu siapa ? Andin ?" selidik Riki.


" Agnes lah."


" kalau Andin ...? "


Rey diam.


" eh bro .." potong Rino . " tapi tante-tante yang itu tadi siapa namanya.. ?"


" tante Sisca."


" ah iya , tante Sisca ..kok bisa kenal sama Andin juga ?" tanya Rino beruntun.


" ya kenal , orang pernah gue ajak kesini." Rey menyilangkan tangannya didada.


" what!!" lagi-lagi Rino terkejut. " gue nggak pernah lihat loe kesini sama cewek , sama Agnes aja nggak pernah."


" emang kenapa ?"


" aneh aja ..."


" apanya yang aneh ?"


" loe ingat nggak dulu pernah bilang apa ?"


" apa?"


" loe bilang cafe ini tempatnya terlalu romantis , makanya loe malas ngajak cewek kesini."


Rey terdiam . Dulu awal-awal kesini ia pernah bilang begitu , makanya ia lebih nyaman bareng Rino dan Riki kalau kemari.


" terus kenapa ?"


" terus ... kenapa loe malah ajakin Andin kesini ?"


" suka-suka gue lah ." Rey meminum es coffelatte nya yang tinggal sedikit.


Rino manyun mendengar jawaban nya.

__ADS_1


Sementara Riki , begitu es capuccino pesanannya tadi datang , ia langsung menghabiskannya dalam sekali teguk.


Rino hanya geleng-geleng kepala melihat dua sobatnya yang sama-sama sibuk memikirkan kisah percintaannya.


__ADS_2