
" aku mau pernikahan ini dibatalkan ."
Semua yang disana nampak terkejut , tak terkecuali Rey .Sama sekali tak menyangka Agnes bisa membuat keputusan secepat ini untuk hubungan mereka .
" Nes kamu serius ?" Tanya Nisa kaget .
Agnes mengangguk .
" tapi kenapa ...bukankah kamu sangat menginginkan pernikahan ini ?"
" iya ma ...tapi buat apa juga aku menikah sama orang yang nggak pernah mencintai aku selama ini ." Jawab Agnes tegas , sambil menatap Rey dan melihat sorot mata itu nampak menunjukkan rasa bersalah padanya .
" tapi kamu selalu bilang kan , itu nggak masalah ...pasti nanti setelah menikah cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya ."
" nggak ma ...sepertinya itu salah ,kalau aku tetap memaksa untuk menikah , sama saja pada akhirnya aku juga akan tersiksa sendiri ."
Nisa mendesah pelan ." Ya sudah semua terserah kamu , yang penting kamu bahagia ."
Agnes diam sebentar , menatap semua orang disana , yang menatap iba padanya .Untuk kali ini ia berusaha tetap tegar , agar semua orang disini tahu , tanpa Rey pun hidupnya akan baik-baik saja , meski hatinya hancur berkeping-keping .
" Andin ..." panggilnya .
" ya ." Andin menatapnya .
" bisa kita bicara ...berdua aja ."
Andin menatap ke Wina dan melihat anggukan disana .
Ia berdiri dan menghampiri Agnes , lalu mereka berdua ke teras belakang .
" kenapa Nes ?" Tanyanya , mereka hanya berdua sekarang .
" aku ...aku udah ikhlasin kalau kamu mau balikan sama Rey ."
__ADS_1
Andin menatapnya , tatapan matanya mulai berkaca-kaca ,tapi senyuman di bibirnya seolah ingin menunjukkan kalau ia sedang baik-baik saja .
" kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran ?" Tanya Andin lagi .
" aku sudah berpikir ulang ...dan memang sebaiknya seperti ini , mau sekuat apapun aku memaksa , cinta Rey nggak akan pernah bisa aku miliki ." Ucapnya terbata ,tapi rupanya ia tak mampu lagi menyembunyikan kegundahan hatinya , air mata itu tumpah juga .
Andin mendekat dan memeluknya .
" aku minta maaf ya ." Ucapnya pelan .
Cukup lama mereka berpelukan , sampai saat terlepas , wajah Agnes nampak memerah dan sembab .
" aku udah menunggu selama 6 tahun ini ..." Agnes mulai berbicara , dengan pandangan matanya menerawang menatap rerumputan hijau di depannya ." menunggu untuk Rey bisa cinta sama aku ...tapi nggak ada yang berubah , ada ataupun nggak ada kamu , hati Rey nggak pernah berubah ...nggak pernah ada tempat buat aku disana ." Lanjutnya , menarik nafas dalam-dalam ,lalu mengusap air mata yang membasahi pipinya .
" selama ini aku coba untuk tak mau tahu soal itu ...kalau Rey tetap selalu mencari tahu apapun tentang kamu ...meski kalian tak pernah bertemu karena aku yakin suatu saat Rey akan menyerah dan membuka hati untuk aku , tapi ternyata salah ...setelah aku tahu Rey memang tidak memberikan kesempatan sedikitpun untuk aku masuk di hidupnya , bahkan hanya memakai cincin pertunangan kami pun tak dilakukannya .."
" maksud kamu ?" Tanya Andin penasaran .
" kamu pasti tahu kan cincin pertunangan kita yang memang sengaja aku mau dengan model yang sama seperti yang Rey pernah kasih ke kamu .."
" aku sengaja minta semua yang sama ...seperti yang diberikan ke kamu , karena aku mau suatu saat bisa menggantikan posisi kamu di hati Rey ..." ucapnya masih terisak .
" tapi aku lihat Rey selalu pakai cincin pertunangan kalian kan ..." jawab Andin .
Agnes mengangguk ." tapi itu bukan cincin pertunangan kita , karena cincin yang dipakai Rey ada nama kamu yang terukir di bagian dalamnya ."
Andin membelalakkan matanya ." kamu yakin ?" Tanya nya ulang .
Lagi-lagi Agnes mengangguk ." sewaktu mau operasi pada saat kecelakaan kemarin , aku melepaskan cincin itu dari tangan Rey ."
Andin menatapnya ,merasa sangat bersalah dengan apa yang dirasakan Agnes sekarang , lalu mengusap bahunya ." Nes , sekali lagi aku minta maaf ya ...mungkin karena aku juga kamu jadi seperti ini ."
Agnes menggeleng , lalu tersenyum ." harusnya dari awal aku sadar ,cinta Rey cuma buat kamu , meski aku mungkin lebih lama kenal dan dekat dengan Rey ."
__ADS_1
" Nes ...mungkin Rey bukan jodoh kamu ,tapi suatu saat kamu pasti menemukan laki-laki yang benar-benar tulus mencintai kamu ." Ucap Andin lagi .
" iya kamu benar .." Agnes memegangi tangan Andin ." mungkin lebih baik aku dan Rey tetap seperti dulu , dengan begitu hubungan kita akan tetap selamanya sebagai sahabat ."
Andin mengangguk mantap .
Agnes masih memegangi tangannya ." aku boleh minta sesuatu sama kamu ?" Pintanya lagi .
" iya ...tentu saja ."
" tolong jangan pernah tinggalin Rey lagi ...dia akan hancur kalau nggak ada kamu , selama 6 tahun belakangan ini aku bisa merasakan itu ,tidak ada semangat apapun dalam hidupnya ,sangat berbeda saat dulu kalian masih bersama ."
Andin hanya tersenyum , tanpa menjawab .
" aku Melihat Rey selalu bahagia dan bisa tertawa saat kamu ada disampingnya , itu nggak pernah terjadi saat bersama aku atau perempuan manapun juga ...mungkin kamu menjadi yang pertama dan terakhir untuknya dan aku menyerah untuk bisa mendapatkan cintanya lagi sekarang ."
" iya aku janji nggak akan ninggalin Rey ...dan juga nggak akan ninggalin kamu sendirian ...karena kita juga bersahabat kan ?"
Agnes mengangguk , lalu mereka berpelukan , lagi .
Setelah itu mereka kembali masuk ke ruang tamu .
" ma , kita pulang sekarang ." Ajaknya , Nisa mengangguk dan menghampirinya .
Riki dan Susi pun berpamitan pulang .
Wina kemudian ke dalam , melihat Bella dikamar .
Mereka hanya tinggal berdua saat Andin memegang tangan kiri Rey dan melepaskan cincin yang ada di jari nya .
" mau ngapain ?" Tanya Rey heran .
Tak menjawab , Andin langsung melepaskan cincin itu dan membaca ukiran nama yang ada di bagian dalam cincin .
__ADS_1
Agnes benar .Ada namanya disana .