PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
62


__ADS_3

" loh kamu bukannya lagi basket , kenapa kesini ?" tanya Andin heran , Rey sudah duduk di depan kamar kost nya sore ini.


" udah selesai ." jawabnya pendek . Lalu menaruh tasnya di atas meja . " kamu tadi diapain sama Agnes ?" tanyanya langsung , membuat Andin terkejut.


" nggak diapa-apain kok."


" nggak usah bohong !"


" Susi yang bilang ..?"


Rey mengangguk.


" udahlah nggak usah dibalas lagi."


Rey menatapnya . " kok nggak dibahas ?!"


" iya , nanti malah makin panjang masalahnya."


" tapi kali ini Agnes harus dikasih pelajaran ,biar nggak seenaknya sendiri . "


" udah ." seru Andin menenangkan , karena dari awal kesini tadi , wajah Rey terlihat bersungut. " mungkin dia emang lagi emosi aja , ntar juga baik sendiri ."


" kenapa kamu malah belain Agnes ?"


" nggak belain Rey , tapi kan kita berteman sama Agnes ."


Rey mendesah kesal.


****


" kalau bertemu Rey , mending kamu nggak usah bahas soal Rosa di depannya ."


Wina mengangguk .


" iya , tapi aku boleh minta sesuatu ?"


Gunawan menatapnya heran , selama mereka berhubungan , jarang sekali Wina meminta sesuatu , ia tergolong wanita mandiri yang lebih suka memenuhi kebutuhannya sendiri , ketimbang harus meminta padanya .


" tumben .." sindirnya . " memangnya ada barang yang ingin kamu beli ?"


Wina menggeleng . " bukan barang Mas ..."

__ADS_1


" terus..."


" aku cuma minta kamu lebih dekat sama Rey .."


Gunawan menyesap hot espresso yang sedari tadi tak disentuhnya .


" jangan sampai ia harus kehilangan sosok papanya juga sekarang."


Gunawan hanya diam mendengar ucapan Wina . Semua itu memang benar . Selama ini ia hanya memberikan materi yang berlimpah untuk putra tunggalnya itu , tapi ... ia tak pernah tahu , bahkan tak pernah menanyakan apa kebutuhannya , apa yang sedang dikerjakannya , dll . Mereka hanya mengobrol sekali waktu saat bertemu dan walaupun tinggal 1 rumah , jarang sekali mereka duduk berdua untuk sekedar bercengkerama .


" kalian kan jarang ketemu , harusnya kamu atur waktu seminggu sekali atau gimana untuk keluar bersama , paling tidak untuk kalian ngobrol lah."


Gunawan mengangguk ." iya nanti aku coba atur waktunya ."


" kamu juga nggak tahu kan dia dekat dengan siapa sekarang ?"


" dekat ? maksud kamu Rey punya pacar ?" tanyanya heran.


Wina menggeleng ." belum sih kayak nya kalau pacaran , tapi ... kalau yang aku lihat Rey memang suka sama dia .."


" Rey pernah cerita sama kamu ?"


" nggak , kamu kan tahu anak kamu itu tertutup kalau soal urusan pribadinya , tapi sekarang dia jauh berubah.."


" Rey yang sekarang terlihat lebih care dan penyayang , nggak cuek seperti dulu ."


Gunawan menatap wanita di depannya lekat , ternyata ia jauh lebih mengenal sifat Rey daripada dirinya dan hal itu membuatnya malu sebagai orang tua.


Wina mengambil ponsel di tasnya , tiba-tiba ia kepikiran untuk menelpon seseorang.


" mau nelpon siapa ?" tanya Gunawan.


" Rey.."


" Rey ? mau apa ?"


" biar nyusul kesini juga , nggak papa kan ?"


Gunawan mengangguk juga.


" kamu lagi dimana ?"

__ADS_1


" ditempat Andin tante , kenapa ?"


" mau keluar ?"


" nggak sih .."


" ya udah kamu kesini ya ... ajak Andin sekalian."


" kemana ?"


" Tante sharelok ya ."


" ok."


Wina memasukkan lagi ponselnya ke tas.


" Andin ?" tanya Gunawan yang sedari tadi memperhatikan Wina .


" iya namanya Andin ."


" teman satu sekolahnya ?"


" iya mas , Andin disini tinggal sendirian di tempat kost.."


" memang orang tuanya dimana ?"


" orang tuanya sudah meninggal.."


" meninggal ?" tanyanya ulang .


Wina mengangguk . " iya dia anak tunggal dan sekarang ia harus tinggal sendirian disini ..."


" kenapa harus tinggal di tempat kost , harusnya kan bisa ambil rumah disini atau di apartment begitu .."


Wina tersenyum , seperti yang diduga pasti Gunawan pun akan berpikir seperti itu , mengingat ia sekolah di tempat yang sama dengan Rey , itu artinya ia berasal dari keluarga berada.


" dia dari keluarga sederhana Mas , dia bisa sekolah ditempat Rey karena dapat beasiswa."


" oh ... " jawabnya pendek.


" kenapa ? Mas keberatan kalau Rey dekat sama Andin ?"

__ADS_1


Gunawan menggeleng . " nggak masalah yang penting anaknya baik dan bagus juga kalau ia bisa sekolah ditempat favorit karena prestasinya ."


Wina tersenyum lega.


__ADS_2