
Pagi hari , Andin sudah bersiap .Hari ini ia akan kembali ke Surabaya .
Mengenai masalah Agnes , memang belum ada penyelesaian sampai sekarang .
" iya Ndin ,Agnes sudah menghubungi mamanya dan bilang butuh waktu untuk sendiri ...dia juga bilang ini nggak ada hubungannya dengan Rey ...jadi kamu nggak perlu khawatir lagi , mamanya Agnes nggak bakal menyalahkan Rey kali ini ." Kata Susi kemarin .
Iya , ia bisa sedikit lega sekarang .
Tapi tetap ada yang mengganjal , sampai saat ini hubungan Rey dan Agnes masih menggantung , tak ada kejelasan .
Ia juga berada di tengah hubungan mereka , meski untuk ini orang tua Rey lebih berpihak padanya .
Tetap saja itu tak bisa membuatnya berpuas diri , bagaimanapun ia sudah menyakiti Agnes disini .
Sekarang , mungkin ini yang terbaik . Untuk itu ia tak mau berharap lebih .
Walaupun Rey akan selalu berpihak padanya ...belum tentu semua itu menjadi kenyataan , ia hanya tak mau berharap lebih kalau nantinya hal itu hanya akan menjadi impian semata .
Keluarga ini ..
Om Gunawan , Tante Wina dan Bella ...semua bersikap baik padanya dan ia merasakan mempunyai sebuah keluarga disini .
Seandainya semua menjadi kenyataan , ia akan sangat bahagia ...bisa mempunyai keluarga yang utuh lagi .
" kakak..."
Ia menoleh , Bella berjalan masuk ke kamarnya .
" kakak beneran pulang ?" Tanya Bella dengan wajah cemberut .
" iya ...Bella kok sedih gitu ."
" Bella nggak punya teman lagi ."
" kan ada papa, mama , sama kakak ."
" tapi ...Bella mau sama kakak juga ." Rengeknya .
Andin mengulurkan tangan dan Bella langsung duduk di pangkuannya .
" nanti kapan-kapan ketemu lagi ya ." Bujuknya .
" tapi kapan kakak kesini lagi ?"
" hmm..." Andin diam sebentar . " nanti kalau libur ya ..."
Sementara itu di rumah Riki ...
Agnes duduk di ruang tengah bersama Riki dan Susi .
" tadi gue nelpon Andin ..." ucap Susi .
Agnes menatapnya ." Terus ...?"
__ADS_1
" katanya hari ini dia mau pulang ke Surabaya ."
Agnes menarik nafas panjang , lalu diam .
" apa loe udah buat keputusan ?" Tanya Riki .
Agnes masih diam .
" ya kalau memang loe belum siap atau belum yakin , sebaiknya loe berpikir dulu lagi ...jangan sampai salah membuat keputusan ."
" apa Andin akan menetap di Surabaya ?" Tanya Agnes lagi .
" kayaknya sih gitu , karena memang Andin yang mau untuk mengelola toko disana ." Jawab Susi .
Agnes lagi-lagi diam , sepertinya ia masih sedikit ragu dengan keputusan yang mungkin sudah dibuatnya .
Cukup lama ia terdiam , Riki dan Susi pun seperti tahu kalau lebih baik tidak banyak bertanya dulu .
Ponsel Susi berdering .
Andin .
" iya Ndin ..."
" oh iya nanti aku bilang ke mama "
" iya nggak papa , jadi pulang hari ini ?"
" ya udah hati-hati , kabari kalau sampai ."
Susi menutup ponselnya .
" kenapa ?" Tanya Riki .
" tadi katanya hubungi mama ,tapi nggak aktif ."
" oh ...tapi jadi pulang hari ini ?"
Susi mengangguk ." Iya , mungkin agak siangan ."
" kalian mau kan nganterin ..?" Tanya Agnes tiba-tiba ,membuat mereka tersentak .
" mau kemana ?" Tanya Riki balik .
" ke rumah Rey .
Riki dan Susi membelalakkan matanya tak percaya .
" tapi ...tapi loe mau ngapain ?" Tanya Susi kali ini .
" gue udah membuat keputusan soal hubungan gue sama Rey ."
Riki dan Susi saling bertatapan .
__ADS_1
" apa loe yakin ?" Riki menatapnya serius .
Agnes mengangguk , lalu mengambil ponsel nya .
" hallo ma ." Rupanya ia menghubungi mamanya .
" mama bisa datang ke rumah Rey sekarang ."
" iya ini aku juga berangkat ,jadi kita ketemu disana ."
Dua Puluh Menit kemudian...
Mereka sampai di rumah Rey .
Wina yang membukakan pintu , nampak terkejut melihat kedatangannya .
" tante ...aku mau bicara sama Rey dan Andin ." Ucapnya serius .
" iya ...kalian masuk dulu aja , biar tante panggilkan dulu ."
Mendengar ada yang datang , Rey bergegas ke ruang tamu dan juga terkejut melihat Agnes datang bersama Riki dan Susi .
" kalian bisa barengan ?" Tanya Rey heran .
" Andin mana ?" Tanya Agnes .
" kenapa Nes ?" Tanya Andin balik , muncul dari ruang tengah , sudah berpakaian rapi .
" kamu mau pulang ?"
Andin mengangguk .
Wina menyusul di belakangnya .
" tunggu sebentar ,aku mau bicara ." Ucap Agnes serius ." Tapi tunggu mama aku kesini dulu ."
Andin dan Wina saling bertatapan sebentar , lalu duduk .
Terdengar suara ketukan di pintu depan .
Riki yang berdiri dan membukakan pintu , lalu ia berjalan masuk bersama Nisa .
" Nes , kamu baik-baik aja kan ?" Tanya Nisa cemas lalu mendekat ke putrinya itu .
" nggak papa ma ..."
" ini ada apa kok minta mama kesini ?" Tanyanya lagi .
" sebaiknya mama duduk dulu ." Setelah mamanya juga duduk , Agnes menatap ke sekeliling , semua sudah duduk dan sepertinya penasaran dengan apa yang mau disampaikannya .
" aku sudah memutuskan sesuatu ..." ucap Agnes memulai pembicaraan .
Semua mata menatap ke arahnya .
__ADS_1
" aku mau pernikahan ini dibatalkan ."