PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
123


__ADS_3

Pagi hari , Andin sudah bersiap .Hari ini ia akan kembali ke Surabaya .


Mengenai masalah Agnes , memang belum ada penyelesaian sampai sekarang .


" iya Ndin ,Agnes sudah menghubungi mamanya dan bilang butuh waktu untuk sendiri ...dia juga bilang ini nggak ada hubungannya dengan Rey ...jadi kamu nggak perlu khawatir lagi , mamanya Agnes nggak bakal menyalahkan Rey kali ini ." Kata Susi kemarin .


Iya , ia bisa sedikit lega sekarang .


Tapi tetap ada yang mengganjal , sampai saat ini hubungan Rey dan Agnes masih menggantung , tak ada kejelasan .


Ia juga berada di tengah hubungan mereka , meski untuk ini orang tua Rey lebih berpihak padanya .


Tetap saja itu tak bisa membuatnya berpuas diri , bagaimanapun ia sudah menyakiti Agnes disini .


Sekarang , mungkin ini yang terbaik . Untuk itu ia tak mau berharap lebih .


Walaupun Rey akan selalu berpihak padanya ...belum tentu semua itu menjadi kenyataan , ia hanya tak mau berharap lebih kalau nantinya hal itu hanya akan menjadi impian semata .


Keluarga ini ..


Om Gunawan , Tante Wina dan Bella ...semua bersikap baik padanya dan ia merasakan mempunyai sebuah keluarga disini .


Seandainya semua menjadi kenyataan , ia akan sangat bahagia ...bisa mempunyai keluarga yang utuh lagi .


" kakak..."


Ia menoleh , Bella berjalan masuk ke kamarnya .


" kakak beneran pulang ?" Tanya Bella dengan wajah cemberut .


" iya ...Bella kok sedih gitu ."


" Bella nggak punya teman lagi ."


" kan ada papa, mama , sama kakak ."


" tapi ...Bella mau sama kakak juga ." Rengeknya .


Andin mengulurkan tangan dan Bella langsung duduk di pangkuannya .


" nanti kapan-kapan ketemu lagi ya ." Bujuknya .


" tapi kapan kakak kesini lagi ?"


" hmm..." Andin diam sebentar . " nanti kalau libur ya ..."


Sementara itu di rumah Riki ...


Agnes duduk di ruang tengah bersama Riki dan Susi .


" tadi gue nelpon Andin ..." ucap Susi .


Agnes menatapnya ." Terus ...?"

__ADS_1


" katanya hari ini dia mau pulang ke Surabaya ."


Agnes menarik nafas panjang , lalu diam .


" apa loe udah buat keputusan ?" Tanya Riki .


Agnes masih diam .


" ya kalau memang loe belum siap atau belum yakin , sebaiknya loe berpikir dulu lagi ...jangan sampai salah membuat keputusan ."


" apa Andin akan menetap di Surabaya ?" Tanya Agnes lagi .


" kayaknya sih gitu , karena memang Andin yang mau untuk mengelola toko disana ." Jawab Susi .


Agnes lagi-lagi diam , sepertinya ia masih sedikit ragu dengan keputusan yang mungkin sudah dibuatnya .


Cukup lama ia terdiam , Riki dan Susi pun seperti tahu kalau lebih baik tidak banyak bertanya dulu .


Ponsel Susi berdering .


Andin .


" iya Ndin ..."


" oh iya nanti aku bilang ke mama "


" iya nggak papa , jadi pulang hari ini ?"


" ya udah hati-hati , kabari kalau sampai ."


Susi menutup ponselnya .


" kenapa ?" Tanya Riki .


" tadi katanya hubungi mama ,tapi nggak aktif ."


" oh ...tapi jadi pulang hari ini ?"


Susi mengangguk ." Iya , mungkin agak siangan ."


" kalian mau kan nganterin ..?" Tanya Agnes tiba-tiba ,membuat mereka tersentak .


" mau kemana ?" Tanya Riki balik .


" ke rumah Rey .


Riki dan Susi membelalakkan matanya tak percaya .


" tapi ...tapi loe mau ngapain ?" Tanya Susi kali ini .


" gue udah membuat keputusan soal hubungan gue sama Rey ."


Riki dan Susi saling bertatapan .

__ADS_1


" apa loe yakin ?" Riki menatapnya serius .


Agnes mengangguk , lalu mengambil ponsel nya .


" hallo ma ." Rupanya ia menghubungi mamanya .


" mama bisa datang ke rumah Rey sekarang ."


" iya ini aku juga berangkat ,jadi kita ketemu disana ."


Dua Puluh Menit kemudian...


Mereka sampai di rumah Rey .


Wina yang membukakan pintu , nampak terkejut melihat kedatangannya .


" tante ...aku mau bicara sama Rey dan Andin ." Ucapnya serius .


" iya ...kalian masuk dulu aja , biar tante panggilkan dulu ."


Mendengar ada yang datang , Rey bergegas ke ruang tamu dan juga terkejut melihat Agnes datang bersama Riki dan Susi .


" kalian bisa barengan ?" Tanya Rey heran .


" Andin mana ?" Tanya Agnes .


" kenapa Nes ?" Tanya Andin balik , muncul dari ruang tengah , sudah berpakaian rapi .


" kamu mau pulang ?"


Andin mengangguk .


Wina menyusul di belakangnya .


" tunggu sebentar ,aku mau bicara ." Ucap Agnes serius ." Tapi tunggu mama aku kesini dulu ."


Andin dan Wina saling bertatapan sebentar , lalu duduk .


Terdengar suara ketukan di pintu depan .


Riki yang berdiri dan membukakan pintu , lalu ia berjalan masuk bersama Nisa .


" Nes , kamu baik-baik aja kan ?" Tanya Nisa cemas lalu mendekat ke putrinya itu .


" nggak papa ma ..."


" ini ada apa kok minta mama kesini ?" Tanyanya lagi .


" sebaiknya mama duduk dulu ." Setelah mamanya juga duduk , Agnes menatap ke sekeliling , semua sudah duduk dan sepertinya penasaran dengan apa yang mau disampaikannya .


" aku sudah memutuskan sesuatu ..." ucap Agnes memulai pembicaraan .


Semua mata menatap ke arahnya .

__ADS_1


" aku mau pernikahan ini dibatalkan ."


__ADS_2