
" loe kenapa bro ?"
Rino yang tiba-tiba muncul heran melihat mukanya yang penuh lebam.
" nggak papa ."
" nggak papa gimana ... muka loe kayak gitu ."
" nggak papa ... udah nih ." Rey menyerahkan jaket ke Rino. " loe kesini mau ngambil ini kan ?"
" sorry ya gue nggak bisa nginap sini nemenin loe , bokap gue kambuh lagi sakitnya ."
" iya nggak papa santai aja .. Riki udah berangkat ?"
" udah tadi sore."
Riki dan keluarganya mudik ke Surabaya ,karena neneknya sedang sakit keras.
" Atau mau gue panggilin Andin biar kesini ?"
" nggak.. jangan bilang , emang malem-malem mau loe suruh kesini , yang bener aja..." cetus Rey.
Rino menatapnya heran ." hmm...tanda-tanda nih."
Rey menatapnya heran . " tanda-tanda apa ..heh?"
Rino terkekeh . " atau loe mau ditemenin Agnes aja ." godanya.
Rey melempar jaket yang ada disebelahnya ke wajah Rino.
" nggak usah macem-macem !"
" takut loe sekarang sama Agnes ." Rino terbahak.
__ADS_1
" ngapain takut..." Rey melengos ." males aja gue ."
" hmm.. kalo tiba-tiba Agnes nembak loe , kira-kira bakalan loe terima nggak ?"
" nggak !" jawabnya pendek.
" kalo Andin ?"
" kenapa Andin ?"tanya Rey balik.
" kalo Andin nembak loe ..."
" nggak mungkin."
" kan gue bilang kalo ... loe mau nolak juga ?"
Rey tak bereaksi.
" hmmm.. gue yakin kalo Andin yang nembak loe ... loe bakalan jungkir balik kegirangan ." sindir Rino . Rey masih diam , sambil mengusap ujung bibirnya yang membiru.
" apa sih , udah pulang sana , katanya bokap sakit tapi malah keluyuran kesini ...
Rino menggerutu . " ya udah... " lalu ia berdiri. " sebelum pulang , gue mau ke tempat Andin dulu , bilang kalo loe babak belur .."
" heeh... awas loe ya kalo sampai Andin tahu..."
Rino hanya melambaikan tangannya , sebelum benar-benar pergi .
Rey berdiri , menutup pintu depan dan berjalan kembali kekamarnya . Kepalanya mulai pusing sekarang . Lebih baik ia tidur , mungkin besok kondisinya akan membaik.
Wina tengah menonton tv sendirian rumah , kegiatannya sekarang lebih banyak dihabiskan didalam rumah , apalagi sejak ia resign dari kantor . Dan sejak kejadian malam itu , ia tak berkomunikasi sekalipun dengan Rey dan juga papanya . Memang sengaja ia melakukan itu , karena ia merasa tak enak . Mas Gunawan memang menghubunginya sehari setelah malam itu , tapi tak dihiraukan dan sepertinya sekarang mulai mengerti , karena ia tak coba menghubunginya lagi , mungkin memberinya waktu untuk berfikir , mungkin juga sudah menyadari hubungan mereka ini akan berakhir seperti apa .
Ia mengambil remote , mengganti beberapa chanel tapi tak ada satupun acara yang diminatinya , lalu ia mematikan tv dan mengambil ponsel .Membalas beberapa pesan yang masuk ,lalu tiba-tiba berhenti karena ada telpon masuk.
__ADS_1
..Mbak Rosa ..
" hallo mbak ." sapanya .
" Wina ...maaf mengganggu.. kamu sibuk ?"
" oh nggak kok mbak , ada apa ?"
" tadi aku nelpon Mas Gun , katanya lagi ada di Malaysia ada kerjaan ."
Mas Gunawan sedang di Malaysia , apa itu sebabnya ia tak pernah menghubunginya lagi 2 harian ini .
" dan Mas Gun juga bilang kalo bik Inah pulang kampung , jadi Rey cuma sendirian sekarang ."
" memangnya kenapa mbak ? Rey juga sering kok dirumah sendirian ."
" bukannya gitu Win , tapi kondisinya sekarang berbeda."
" berbeda gimana mbak ?" Wina mulai cemas , mendengar nada suara Rosa yang sepertinya khawatir.
" tadi...Rey berantem sama Mas Alex .."
" apa ?!" Wina sampai berteriak .
" iya Win , tadi mereka berantem di depan cafe . Mbak khawatir sama kondisi Rey , tadi wajahnya lebam-lebam , tapi... mbak nggak bisa bantuin ." ucap Rosa terbata , seperti menahan tangis.
" mbak minta tolong kamu cek keadaan Rey ya , nanti tolong kabari.."
" iya mbak."
telpon terputus.
Wina masih terdiam dengan memegangi ponselnya . Apa yang harus dilakukannya sekarang ?
__ADS_1
Rey sendirian dirumah , mana mungkin ia kesana ? tapi kalo tidak kesana , gimana kalo terjadi apa-apa sama Rey ?
Wina berdiri dan mengambil kunci mobil , lalu berjalan keluar.