
Rey dan Wina masuk kedalam ruangan IGD , nampak disana laki-laki itu terbaring di salah satu ranjang , selang infus menempel di punggung tangan kirinya . Dokter memang bilang tadi ia sudah siuman , tapi sekarang ia tertidur setelah diberi obat . Nampak lecet di bagian tangan dan kakinya . Sepertinya kondisinya memang tak terlalu parah , seperti yang dibilang dokter tadi . Laki-laki itu sepertinya memang seusia dengannya , tubuhnya agak gemuk dengan kulit putih .
" Rey sepertinya kalian sepantaran ini ." ternyata Tante Wina pun berpendapat sama dengannya.
Rey mengangguk.
" mudah-mudahan tidak ada luka dalam." Wina tadi memang sempat bicara dengan dokter , memintanya untuk pemeriksaan lebih lanjut , untuk memastikan kondisinya benar-benar baik.
" Boby ..."
terdengar suara keras laki-laki yang masuk ke ruangan itu , ia dan istrinya segera berlari masuk dengan wajah khawatir.
" Rey.."
Rey mengangkat wajahnya. " mama.. "
Mungkin karena terdengar kegaduhan , pasien yang bernama Boby itu bangun dari tidurnya . " papa." panggilnya parau.
" kamu nggak papa. " Alex berjalan mendekati putranya itu .
__ADS_1
Boby hanya tersenyum tipis.
Alex menatap tajam ke Rey dan Wina.
" jadi kamu yang sudah menabrak anak saya..!" sentaknya , cara bicaranya yang kasar membuat Wina terkejut.
" saya nggak sengaja , dia yang nyebrang sembarangan .." Rey menyangkal , tapi kali ini ia benar , memang dia yang salah .
" iya pa , tadi aku memang nggak lihat-lihat pas nyebrang. " Boby menimpali , tapi Alex sepertinya tak menghiraukan ucapan putranya.
" udah mas ..." Rosa memegangi lengan suaminya , berusaha menenangkan .
" tetap saja kamu yang salah , kenapa bawa motor tidak hati-hati..!!" sentaknya lagi ,seperti tidak mau tahu alasan yang sebenarnya dan bahwa memang putranya yang salah dalam hal ini .
Alex mencibir . " kamu kira saya nggak mampu membiayai anak saya ..!" sergahnya .
Wina menarik nafas panjang , ia harus bisa menahan emosi sekarang , tapi laki-laki didepannya ini benar-benar tidak tahu sopan santun dalam berbicara .
" kalau sampai ada luka serius dengan anak saya ... masalah ini akan saya bawa ke jalur hukum ..!" kali ini ia menunjuk ke arah Rey dengan sorot matanya yang kejam.
__ADS_1
" pa , udahlah... aku nggak papa kok. " Boby bersuara kali ini.
Rosa masih memegangi lengan suaminya . " Mas udah ya , maafin Rey .." ucapnya memelas , tapi ia sama sekali tak memberi pembelaan untuk putranya sendiri . Ketakutannya pada suami membuatnya memilih untuk diam , meski ia tahu putranya itu tidak bersalah.
" kalau untuk itu sebaiknya Mas tanya dulu permasalahannya seperti apa .. karena yang tahu kejadian pastinya cuma Rey dan Boby .. " ucap Wina sedikit pelan , karena suster jaga yang berada tak jauh dari mereka , sempat melihat tadi , mendengar suara berisik. " bukankah anak Mas tadi sudah bilang sendiri kejadian yang sebenarnya .."
Alex masih menahan geram , nafasnya turun naik.
" saya nggak peduli , tetap saja apapun itu dia yang salah dan saya nggak akan tinggal diam kalau sampai ada apa-apa dengan anak saya .. !"
Sepertinya memang sulit berbicara dengan laki-laki ini , wajahnya yang emosional takkan bisa melihat siapa yang salah dan benar , ia hanya beranggapan kalau dialah yang benar.
Rosa masih mematung ,tak ada reaksi sedikitpun melihat suaminya menyudutkan putra kandungnya sendiri. Tak ada pembelaan apapun dari mulutnya .
Rey terlihat emosi , ia mengepalkan tangannya . Dari tadi ia sudah coba sabar , tapi laki-laki ini terus menyudutkannya. Ia hendak beranjak dari tempatnya berdiri sekarang dan menghampirinya . Tapi ia berhenti , ketika tangan Tante Wina mencengkeram lengannya dan menatapnya seolah memberi kode untuk tetap diam .
Wina menatap Rey dan Alex bergantian , mereka saling tatap sekarang , akan berbahaya kalau mereka berdua bisa sampai tersulut emosi , mungkin lebih baik ia pergi dari tempat ini .
" Mas .. Mbak , kalau begitu kami permisi dulu , kalau ada apa-apa kalian bisa menghubungi saya .." ucap Wina akhirnya . Rosa mengangguk , menatap Rey sebentar , tetap tak ada yang keluar dari mulutnya .
__ADS_1
Wina menarik tangan Rey keluar , untunglah ia menurut sekarang .
Maafin mama Rey , ucap Rosa dalam hati .