
"ibumu cuma nggak mau sampai kamu cemas ." budhe Iroh mengusap punggungnya.
Andin masih sesenggukan , kenapa selama ini ibu merahasiakan semuanya ..dan sekarang ia baru tahu setelah penyakit ibu sudah parah .
"ada kanker diperutnya , sudah setahun lebih , kata dokter sudah stadium akhir."
sudah lebih setahun ? bagaimana mungkin ibu menyembunyikan penyakit nya selama itu , bahkan pada waktu bapak masih ada dulu. Pada waktu ia pulang terakhir memang ibu terlihat lebih kurus , tapi ia tak menyangka kalau akan separah ini .
Apa ibu akan sembuh ?atau ... memikirkan itu membuatnya takut , jantungnya berdetak tak karuan .
Terlihat dokter keluar dari ruang rawat ibu , suster yang tadi di depan pintu berbicara dengan dokter.
"kamu disini dulu , biar budhe bicara sama dokter sebentar."
Andin mengangguk , ia tak bisa menghentikan tangisnya , melihat dari kejauhan , raut wajah dokter yang memeriksa ibu seperti menunjukkan semua tidak baik-baik saja.
"Ndin ." Rey yang sedari tadi duduk disamping, melingkarkan lengan di bahunya .
Andin semakin terisak , ketika Rey membenamkan ke dalam pelukannya .
"kenapa sih Nes ,malam -malam suruh kita kesini ?" Riki dan Rino sampai di rumah Agnes , setelah tadi sempat menelpon dan memintanya datang.
Agnes duduk sendirian di teras depan , kebetulan mamanya sedang tidak dirumah.
"Rey bilang nggak kalau sekarang lagi mengantar Andin pulang ?" tanyanya langsung ,begitu dua sahabatnya itu sudah duduk di depannya.
Mereka menggeleng bersamaan ." emang kenapa sama Andin?" tanya Riki heran.
"katanya sih ibunya sakit."
"owww ." Rino dan Riki saling berpandangan.
"kok gue ngerasa aneh ya . " seru Agnes , wajahnya terlihat kesal kalau harus membahas mereka berdua , terutama Andin.
Rino beralih menatapnya ." kenapa?"
__ADS_1
"Rey sepertinya sedang dimanfaatin sama Andin !"
Riki melotot. " manfaatin apanya ?"
"loe lihat sendiri kan , apa-apa minta Rey , dianterin pulang , dibeliin makan dan sekarang ibunya sakit malah minta Rey yang antar , nanti pasti suruh biayain juga itu ." Agnes mendengus kesal .
"Nes ,kok ngomongnya gitu ." Rino menggerutu .
"iya." Riki menimpali." loe harus pastiin dulu , siapa tahu emang Rey yang maksa buat nganterin ,kayak nggak tahu dia aja."
"nggak mungkinlah."
"tapi kalau emang Rey yang mau sendiri gimana?" Riki masih tak mau kalah.
"Rik , loe tahu kan Rey itu suka nggak tegaan orangnya , ya pasti gampanglah buat dibujukin."
"iya , tapi nggak gitu juga kali ,Rey biasanya cuek kalau dia nggak suka ."
"maksud loe dia suka sama Andin ?" Agnes menatapnya tajam.
"kok loe gitu sih , nggak belain gue ." Agnes mulai merajuk , ketika dilihatnya Riki sewot.
"gue nggak bela siapa-siapa , kan cuma mungkin ." elaknya.
"udah deh kenapa jadi ribut sendiri kalian." Rino menengahi.
"siapa tadi bu ?" tanya bik Inah , yang sedari tadi dikamar mendengar ada tamu yang datang.
"duduk sini deh bik ." bik Inah berjalan mendekat dan duduk di depan nya. "itu tadi temannya Rey namanya Agnes."
"oh." bik Inah mengangguk.
"bibik kenal?"
"iya bu , itu temannya Rey mulai smp dan mamanya Agnes juga sahabatnya bu Rosa."
__ADS_1
"mereka dekat?" selidik Wina.
" setahu saya sih dekat bu, temannya Rey yang sering kesini ya Riki , Rino ,kalau yang perempuan cuma Agnes ."
"apa mereka ada hubungan ?"
"pacaran maksud ibu ?" Wina mengangguk. "kayaknya sih enggak bu , dulu juga sering teman perempuannya datang ke rumah, tapi ya gitu ..Rey kan cuek kalau nggak suka ."
"tapi sama Agnes dekat juga kan ?" Wina seperti mengulang pertanyaan untuk memastikan.
bik Inah mengangguk.
" menurut bibik , apa mungkin mereka saling suka ?"
Kali ini bik Inah menggeleng."nggak tahu ya bu, Rey kan nggak pernah cerita kalau soal pacar."
Wina mendesah pelan ." kalau Andin bibik kenal dekat ?"
bik Inah menatapnya. "iya bu, dari kecil bibik kenal , kan rumah nya dekat ."
"menurut bibik Andin itu anaknya gimana?"
"baik , nggak pernah macem-macem , anaknya pintar.."
"kalau orang tuanya.. oh maaf maksud saya ibunya , kerja juga atau gimana?"
"ibunya nggak kerja bu , cuma biasanya sering bantu tetangga yang hajatan , bikin kue atau masakan gitu."
Wina mengangguk. " ow begitu ,tapi Andin kok bisa sekolah di tempat Rey ya ?"
"Andin dapat beasiswa bu , kalau misalnya tanpa beasiswa juga kayaknya nggak sanggup orangtuanya buat nyekolahin disini."
Jadi seperti itu , Andin memang murid berprestasi dan menurut bik Inah anaknya juga baik ...
Lalu ... bagaimana soal Agnes ? apa semua cuma karena dia cemburu ?
__ADS_1
Memikirkan ini membuatnya semakin penasaran , ia harus secepatnya bertemu sama Andin.