PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
16


__ADS_3

Andin sudah berada di dalam bus sejak satu jam lalu ,sudah separuh perjalanan. Ia hanya mengamati ponselnya dari tadi , telpon masuk berkali-kali dari Rey tak dipedulikannya.


Tak lama beberapa chat masuk.


Rey.. lagi dimana?


Ibu .. nduk jadi pulang ini?


Agnes .. Ndin ,aku maen ke kost an kamu boleh nggak?


Ia masih membaca nya satu-satu dan segera mungkin membalas chat ibu


ibu.. iya bu, ini sudah di dalam bus ,paling sejam an lagi sampai.


Agnes.. sorry nes ,aku nggak di kost an ,ibu aku sakit ,jadi harus pulang.


Dan Rey...


Belum membalas chatnya , ia menaruh ponsel di pangkuannya.



Mobil merah memasuki pelataran rumah mewah itu , begitu keluar di lihatnya bik Inah berdiri diteras.


" lagi ngapain bik?" tanya Agnes lalu menyalaminya ,Mereka juga cukup akrab karena dulu sebelum pindah ke Surabaya ,Agnes hampir tiap hari maen kesini.


"Tante Rosa mana?" bi Inah terdiam . Rupanya Rey belum menceritakan tentang mamanya atau memang tak mau semua orang mengetahui yang sebenarnya.


" lagi keluar kota." jawab bik Inah berbohong.


Agnes mengangguk. "Rey ada kan?


" Ada barusan pulang."


Agnes langsung berjalan masuk , dilihatnya Rey sedang duduk di ruang makan.

__ADS_1


"sibuk loe?" Rey menaruh hp yang sedari tadi dipandanginya.


Ia menggeleng.


"jalan yuk."


"kemana?"


"ngopi."


Rey langsung mengiyakan , mood nya lagi kurang bagus sekarang ,mungkin dengan keluar bisa membuatnya terhibur.


Rey berniat mengambil kunci motor, Agnes mencegahnya . " Pakai mobil gue aja." Rey menatapnya."iya , gue pinjem mobil mama." jelasnya lagi.


Merekapun keluar bersama.



" ke bunny cafe aja ya." saran Agnes ,mereka sudah dijalanan sekarang ,tapi masih bingung menentukan pilihan mau kemana.


" ketempat lain aja. " sahut Rey , sambil membelokkan mobilnya ke kiri.


" nggak papa ,bosen aja."


" ya udah terserah loe aja."


Agnes sibuk dengan ponselnya.


Beberapa menit mereka terdiam ,sampai Rey membelokkan mobil ke pelataran sebuah cafe.


" kesini aja ya?"


Agnes mengangguk setuju.


Mereka duduk di indoor area. Cafe lumayan rame karena ini hari Sabtu , hanya tersisa 1 meja yang mereka tempati sekarang.

__ADS_1


" tumben loe tiba -tiba ngajak jalan?" tanya Rey setelah ice coffe latte pesanannya sudah dihidangkan. "jangan-jangan karena gebetan loe batalin kencan." Rey terkekeh ,sambil mencicipi sedikit kopi nya.


Agnes melotot. " gue bingung mau ngapain, tadinya mau ke kost an Andin ,eh ternyata dia nya nggak ada."


Rey menatapnya. " Andin nggak ada ? kemana?" tanyanya terus ,nampak kekhawatiran di wajahnya.


" tadi gue wa katanya pulang ,nyokapnya sakit."


wa? tadi ia nggak dibalas , telpon pun nggak diangkat?




Rey masuk ke kamarnya dan dilihatnya Rino sudah tiduran di kasurnya . Yah , tadi memang Rino sempat menelponnya pas dijalan ,bilang kalau mau nginap.


"gimana bokap loe?." tanya Rey sambil melepas jaketnya dan melempar ke kasur.


" udah baikan ,tadi juga udah pulang ke rumah."


Rey masuk ke kamar mandi . Tak lama ia keluar mendengar panggilan Rino.


" kenapa sih?!"


" hp loe tuh bunyi terus ."


Ia langsung menyambar ponsel 1 panggilan tak terjawab dan beberapa chat masuk.


Telpon dari Agnes.


Lalu membuka chatnya dan raut wajahnya seketika berubah.


" kenapa loe?" tanya Rino heran.


Rey menaruh lagi ponselnya di kasur ."nggak papa."

__ADS_1


"yakin? tapi muka loe butek gitu."Rino terkekeh.


"rese loe." umpatnya , melempar guling ke wajah Rino.


__ADS_2