
" Agnes ..! seru Andin kaget , begitu dilihatnya Agnes sudah berdiri di depan pintu kamarnya . " masuk yuk."
Tanpa bicara Agnes menerobos masuk kamar dan duduk di pinggirian kasur.
" ternyata kamu emang munafik ya !!!" cetus Agnes , menatapnya ... sorot matanya menunjukkan kebencian.
" maksud kamu apa ?"
" kamu pernah bilang nggak ada hubungan sama Rey , tapi kenyataannya apa heeeh...?!!"
Andin duduk di sebelahnya . " emang nggak ada , ngapain aku bohong ."
" yakin ?! ngapain kamu mau diajak ketemuan sama papanya Rey ?"
Andin menatapnya ."oh yang kemarin , iya memang aku diajak sama Rey , tapi waktu itu Rey juga nggak tahu kalau ada papanya... karena yang ngajak sebenarnya tante Wina."
Agnes mencibir ." pintar nyari alasan emang kamu ya ."
Andin menarik nafas panjang , harus bagaimana lagi menjelaskan semuanya ke Agnes , apapun yang dikatakan tak akan pernah dipercaya.
" terserah kamu mau percaya atau nggak , yang pasti emang aku nggak ada hubungan sama Rey , selain teman."
" ok , aku akan percaya sama omongan kamu , asal kamu mau bantu aku.."
" bantu apa ?" tanyanya penasaran.
" kamu harus bantu aku biar dekat sama Rey .."
Andin diam . Entah apa maksud Agnes sebenarnya. Tapi kalau ia menolak sama saja memunculkan peemasalahan baru . Agnes akan semakin membencinya dan ia takut membayangkan apa yang akan dilakukan Agnes selanjutnya.
" kenapa .. nggak mau ? " Agnes menatapnya sinis . " berarti emang benar kan kamu suka sama Rey ?"
" iya... aku akan bantu kamu ."
" kenapa nggak diangkat juga ." ucap Rey panik , sudah berkali-kali menelpon papanya tapi cuma nada sambung tak ada jawaban.
Tadi .. didepan sebuah mini market ... kondisi jalanan memang terbilang sepi , ia bahkan hanya mengendarai kecepatan motornya tak terlalu kencang . Sampai tiba-tiba ada seorang laki-laki menyebrang jalan , tanpa melihat kanan-kiri dan tentu saja membuatnya terkejut , sampai akhirnya...
Brakkk!!!!
__ADS_1
Laki-laki itu sudah tersungkur di depan motornya , matanya terbelalak kaget , beberapa orang didepan minimarket menghampiri dan segera melihat kondisi laki-laki itu .
Ia langsung turun dari motor dan mendekat.
" gimana Pak ?" tanyanya pada laki-laki yang berseragam tukang parkir itu , ia yang kini mengecek keadaannya.
" sepertinya nggak papa mas , mungkin pingsan karena kaget aja."
" Pak , bantu saya bawa kerumah sakit ya ."
tukar parkir itu mengangguk setuju.
Ia sudah dirumah sakit sekarang , tepatnya di depan IGD dan belum ada tanda-tanda dokter atau suster keluar untuk memberitahukan kondisinya .
Ia mondar-mandir sendirian. Ponsel papanya pun tetap tak ada jawaban .
Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan mengambil ponselnya lagi , menghubungi seseorang.
" kenapa , Rey..?"
" tante lagi sama papa ?"
Oh pantas saja daritadi telponnya tak diangkat , batinnya.
" kenapa , Rey ..?" tanya Wina lagi.
Mungkin lebih baik ia bicara sama Tante Wina saja .. nggak ada yang bisa membantunya lagi sekarang .
" Rey..."
" iya tante ... aku dirumah sakit sekarang."
" rumah sakit ? kenapa?"
" aku nggak sengaja nabrak orang."
" haaaahhhh!!!! ."
" tante kesini ya.."
__ADS_1
" kamu di rumah sakit mana ?"
" rumah sakit permata.."
Tak ada jawaban , Wina langsung menutup sambungan telponnya .
Tiga puluh menit kemudian...
" Rey ." dari lorong Wina berjalan tergopoh-gopoh ke ruang IGD , dilihatnya Rey berdiri sendirian disana.
" gimana ?" tanya Wina panik , nafasnya turun naik.
" kata dokter sih nggak papa , tadi dia pingsan karena shock aja ."
" syukurlah ." Wina menarik nafas lega. " Gimana ceritanya ..?" ia menatap Rey yang masih terlihat panik.
Rey menceritakan kejadian yang tadi dialaminya . Kalau orang itu tiba-tiba saja muncul didepannya , untung saja ia tidak ngebut saat itu , entah apa yang akan terjadi kalau sampai ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
" ya udah lah , syukur dia nggak parah ." ucap Wina menenangkan.
" kalau nanti papa marah gimana ?" tanya Rey lagi.
" kalau kamu nggak salah ngapain takut , papa pasti ngerti ."
" permisi mas .." suster yang tadi memberitahukan kondisi laki-laki itu tiba-tiba ada di depannya .
" iya sus.."
" tadi saya sudah memeriksa identitas pasien dan sudah menghubungi pihak keluarganya .."
" oh iya , makasih sus.."
" sebentar lagi orang tuanya kesini .."
Rey mengangguk .
" kalau boleh tahu... nama nya siapa ya .
" Boby Setiawan ..."
__ADS_1