PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
67


__ADS_3

" Agnes ..! seru Andin kaget , begitu dilihatnya Agnes sudah berdiri di depan pintu kamarnya . " masuk yuk."


Tanpa bicara Agnes menerobos masuk kamar dan duduk di pinggirian kasur.


" ternyata kamu emang munafik ya !!!" cetus Agnes , menatapnya ... sorot matanya menunjukkan kebencian.


" maksud kamu apa ?"


" kamu pernah bilang nggak ada hubungan sama Rey , tapi kenyataannya apa heeeh...?!!"


Andin duduk di sebelahnya . " emang nggak ada , ngapain aku bohong ."


" yakin ?! ngapain kamu mau diajak ketemuan sama papanya Rey ?"


Andin menatapnya ."oh yang kemarin , iya memang aku diajak sama Rey , tapi waktu itu Rey juga nggak tahu kalau ada papanya... karena yang ngajak sebenarnya tante Wina."


Agnes mencibir ." pintar nyari alasan emang kamu ya ."


Andin menarik nafas panjang , harus bagaimana lagi menjelaskan semuanya ke Agnes , apapun yang dikatakan tak akan pernah dipercaya.


" terserah kamu mau percaya atau nggak , yang pasti emang aku nggak ada hubungan sama Rey , selain teman."


" ok , aku akan percaya sama omongan kamu , asal kamu mau bantu aku.."


" bantu apa ?" tanyanya penasaran.


" kamu harus bantu aku biar dekat sama Rey .."


Andin diam . Entah apa maksud Agnes sebenarnya. Tapi kalau ia menolak sama saja memunculkan peemasalahan baru . Agnes akan semakin membencinya dan ia takut membayangkan apa yang akan dilakukan Agnes selanjutnya.


" kenapa .. nggak mau ? " Agnes menatapnya sinis . " berarti emang benar kan kamu suka sama Rey ?"


" iya... aku akan bantu kamu ."


" kenapa nggak diangkat juga ." ucap Rey panik , sudah berkali-kali menelpon papanya tapi cuma nada sambung tak ada jawaban.


Tadi .. didepan sebuah mini market ... kondisi jalanan memang terbilang sepi , ia bahkan hanya mengendarai kecepatan motornya tak terlalu kencang . Sampai tiba-tiba ada seorang laki-laki menyebrang jalan , tanpa melihat kanan-kiri dan tentu saja membuatnya terkejut , sampai akhirnya...


Brakkk!!!!

__ADS_1


Laki-laki itu sudah tersungkur di depan motornya , matanya terbelalak kaget , beberapa orang didepan minimarket menghampiri dan segera melihat kondisi laki-laki itu .


Ia langsung turun dari motor dan mendekat.


" gimana Pak ?" tanyanya pada laki-laki yang berseragam tukang parkir itu , ia yang kini mengecek keadaannya.


" sepertinya nggak papa mas , mungkin pingsan karena kaget aja."


" Pak , bantu saya bawa kerumah sakit ya ."


tukar parkir itu mengangguk setuju.


Ia sudah dirumah sakit sekarang , tepatnya di depan IGD dan belum ada tanda-tanda dokter atau suster keluar untuk memberitahukan kondisinya .


Ia mondar-mandir sendirian. Ponsel papanya pun tetap tak ada jawaban .


Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan mengambil ponselnya lagi , menghubungi seseorang.


" kenapa , Rey..?"


" tante lagi sama papa ?"


Oh pantas saja daritadi telponnya tak diangkat , batinnya.


" kenapa , Rey ..?" tanya Wina lagi.


Mungkin lebih baik ia bicara sama Tante Wina saja .. nggak ada yang bisa membantunya lagi sekarang .


" Rey..."


" iya tante ... aku dirumah sakit sekarang."


" rumah sakit ? kenapa?"


" aku nggak sengaja nabrak orang."


" haaaahhhh!!!! ."


" tante kesini ya.."

__ADS_1


" kamu di rumah sakit mana ?"


" rumah sakit permata.."


Tak ada jawaban , Wina langsung menutup sambungan telponnya .


Tiga puluh menit kemudian...


" Rey ." dari lorong Wina berjalan tergopoh-gopoh ke ruang IGD , dilihatnya Rey berdiri sendirian disana.


" gimana ?" tanya Wina panik , nafasnya turun naik.


" kata dokter sih nggak papa , tadi dia pingsan karena shock aja ."


" syukurlah ." Wina menarik nafas lega. " Gimana ceritanya ..?" ia menatap Rey yang masih terlihat panik.


Rey menceritakan kejadian yang tadi dialaminya . Kalau orang itu tiba-tiba saja muncul didepannya , untung saja ia tidak ngebut saat itu , entah apa yang akan terjadi kalau sampai ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.


" ya udah lah , syukur dia nggak parah ." ucap Wina menenangkan.


" kalau nanti papa marah gimana ?" tanya Rey lagi.


" kalau kamu nggak salah ngapain takut , papa pasti ngerti ."


" permisi mas .." suster yang tadi memberitahukan kondisi laki-laki itu tiba-tiba ada di depannya .


" iya sus.."


" tadi saya sudah memeriksa identitas pasien dan sudah menghubungi pihak keluarganya .."


" oh iya , makasih sus.."


" sebentar lagi orang tuanya kesini .."


Rey mengangguk .


" kalau boleh tahu... nama nya siapa ya .


" Boby Setiawan ..."

__ADS_1


__ADS_2