
Wina sampai di rumah siang harinya ...
" Rey , tadi Tante Nisa telpon ,katanya bentar lagi mau kesini ."
Andin dan Rey sedang duduk di ruang tengah .
Bella berlari menghampiri dan duduk di pangkuan Andin .
" ya udah nggak papa ...memang aku mau ngomong sama mereka ."
Wina duduk disebelahnya .
" sebaiknya kamu putuskan sekarang , lebih cepat lebih baik ." Ucap Wina .
Rey mengangguk .
" tapi Papa nggak bisa pulang cepat ."
" ya udah biar aku aja yang ngomong nanti ."
-------
Nisa sampai di rumah Rey siang itu ...
Wajahnya nampak sinis sewaktu Wina mempersilahkan masuk .
" Rey kemana ?" Tanya nya ketus .
" mbak silahkan duduk dulu ,biar saya panggilkan ."
Wina bergegas masuk dan hanya memanggil Rey .
Andin dan Bella tetap di ruang tengah .
" kita kekamar aja yuk ." Ajak Andin , sebaiknya memang ia tak ikut campur untuk sekarang .
Bella mengangguk dan mengikutinya masuk .
Mereka berdua sudah ada di ruang tamu ,lalu duduk di depan Nisa .
" kita bicara berdua saja ." Seru Nisa sambil melirik Wina .
Merasa tak enak , Wina berdiri .
" mama disini aja ." Rey menarik tangannya dan memintanya duduk .
__ADS_1
Nisa melengos melihatnya .
" ya sudah kalau begitu ..." Nisa memulai pembicaraan ." Kita langsung saja karena saya juga nggak bisa lama-lama disini ."
Rey dan Wina masih diam mendengarkan .
" saya cuma mau acara pernikahan yang sempat tertunda kemarin , segera dilaksanakan , karena kondisi kamu juga sudah membaik bukan ..."
Rey menarik nafas panjang , sementara Wina masih terdiam disampingnya .
" sebelumnya saya minta maaf tante ...saya nggak bisa melanjutkan pernikahan ini ."
" apa ?!" Sentak Nisa ." Jadi kamu cuma mau mempermainkan anak saya saja begitu ?!"
" saya nggak ada sedikitpun bermaksud menyakiti Agnes , justru karena itu saya membuat keputusan ini , kalaupun dilanjutkan nantinya akan lebih menyakiti Agnes karena saya memang nggak bisa mencintai Agnes ."
Nisa menatapnya tajam . " apa ini semua karena perempuan itu ?" Tanyanya sinis .
" maksud tante..Andin ?"
" memangnya siapa lagi ."
" ini nggak ada hubungannya sama Andin..."
" tapi karena kehadiran dia , kamu jadi membatalkan pernikahan ini kan ?"
" mbak ...dari awal memang Rey nggak pernah punya perasaan sama Agnes dan memang Agnes nya aja yang nggak bisa terima itu ..." sambung Wina .
" jangan sok tahu kamu ...!"
" saya cuma bicara yang sebenarnya dan mbak juga pasti tahu itu kan ?" Cecar Wina .
" nggak usah ikut campur ...memangnya kamu itu siapa haaah ...kamu cuma orang luar yang cuma cari perhatian aja biar Rey lebih dekat sama kamu ketimbang Rosa , itu kan sebenarnya tujuan kamu ?"
" cukup tante jangan bicara sembarangan disini !" Sentak Rey , lama-lama omongan tante Nisa hanya membuatnya semakin emosi .
" Rey ...ngapain juga kamu bela dia , bukan siapa-siapa kamu juga ,dia cuma cari muka aja sama papa kamu ..." cibirnya .
Hal ini membuat emosi Rey semakin tersulut .Ia berdiri .
" Cukup !!" Sentaknya lebih keras . Nisa nampak terkejut ." Kalau tante kesini cuma mau hina mama saya , mending tante pulang ...saya tekankan sekali lagi ..saya nggak akan pernah menikahi Agnes ...titik !!!" wajahnya sudah memerah menahan marah .
Nisa menatapnya ...tak ada jawaban ,lalu mengambil tas dan bergegas keluar .
Begitu Nisa keluar ..Rey berniat berjalan masuk , tapi tiba-tiba kepalanya terasa sakit dan itu membuatnya sedikit keliyengan .
__ADS_1
" Rey kenapa ?" Tanya Wina panik , melihat nya hampir jatuh ." Pusing lagi ?"
Rey mengangguk .
" ya udah kita ke kamar ." Wina memapahnya masuk .
Sesampainya di kamar , Wina segera mengambil obat yang ada dilaci dan membukanya .
" kamu jangan emosi begitu , ingat kata dokter ...jangan berpikir yang terlalu berat dulu ." Nasehatnya sambil memberikan 2 butir capsul ke Rey .
" tapi Tante Nisa benar-benar nyebelin ."
" iya udah biarin ...mungkin dia begitu untuk membela anaknya aja ."
" ternyata ibu sama anak kelakuannya sama aja ."
" Rey udah ...nggak boleh begitu ."
Rey manyun , kesal ...lalu meminum obatnya .
---------------
Nisa masih dalam perjalanan pulang , ketika ponselnya berdering .
Bik Nurul .
" ada apa bik ?"
" Bu ...Mbak Agnes nggak ada dirumah .
" nggak ada dirumah gimana ?" Tanya Nisa panik .
" saya baru pulang dari belanja dan Mbak Agnes nggak ada di rumah waktu saya sampai ."
" kamu sudah coba hubungi ponselnya ?"
" sudah bu ,tapi ponselnya nggak aktif ."
Hari ini sopirnya nggak masuk .
Itu berarti Agnes pergi sendirian...
Selama ini atau lebih tepatnya setelah kondisinya seperti ini Agnes tak pernah pergi sendiri , selalu bersama sopir atau bersamanya .
Tapi kali ini ia pergi sendiri ..
__ADS_1
Kemana dia ?
Ia menambah kecepatan mobilnya , agar cepat sampai rumah .