PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
120


__ADS_3

Wina sampai di rumah siang harinya ...


" Rey , tadi Tante Nisa telpon ,katanya bentar lagi mau kesini ."


Andin dan Rey sedang duduk di ruang tengah .


Bella berlari menghampiri dan duduk di pangkuan Andin .


" ya udah nggak papa ...memang aku mau ngomong sama mereka ."


Wina duduk disebelahnya .


" sebaiknya kamu putuskan sekarang , lebih cepat lebih baik ." Ucap Wina .


Rey mengangguk .


" tapi Papa nggak bisa pulang cepat ."


" ya udah biar aku aja yang ngomong nanti ."


-------


Nisa sampai di rumah Rey siang itu ...


Wajahnya nampak sinis sewaktu Wina mempersilahkan masuk .


" Rey kemana ?" Tanya nya ketus .


" mbak silahkan duduk dulu ,biar saya panggilkan ."


Wina bergegas masuk dan hanya memanggil Rey .


Andin dan Bella tetap di ruang tengah .


" kita kekamar aja yuk ." Ajak Andin , sebaiknya memang ia tak ikut campur untuk sekarang .


Bella mengangguk dan mengikutinya masuk .


Mereka berdua sudah ada di ruang tamu ,lalu duduk di depan Nisa .


" kita bicara berdua saja ." Seru Nisa sambil melirik Wina .


Merasa tak enak , Wina berdiri .


" mama disini aja ." Rey menarik tangannya dan memintanya duduk .

__ADS_1


Nisa melengos melihatnya .


" ya sudah kalau begitu ..." Nisa memulai pembicaraan ." Kita langsung saja karena saya juga nggak bisa lama-lama disini ."


Rey dan Wina masih diam mendengarkan .


" saya cuma mau acara pernikahan yang sempat tertunda kemarin , segera dilaksanakan , karena kondisi kamu juga sudah membaik bukan ..."


Rey menarik nafas panjang , sementara Wina masih terdiam disampingnya .


" sebelumnya saya minta maaf tante ...saya nggak bisa melanjutkan pernikahan ini ."


" apa ?!" Sentak Nisa ." Jadi kamu cuma mau mempermainkan anak saya saja begitu ?!"


" saya nggak ada sedikitpun bermaksud menyakiti Agnes , justru karena itu saya membuat keputusan ini , kalaupun dilanjutkan nantinya akan lebih menyakiti Agnes karena saya memang nggak bisa mencintai Agnes ."


Nisa menatapnya tajam . " apa ini semua karena perempuan itu ?" Tanyanya sinis .


" maksud tante..Andin ?"


" memangnya siapa lagi ."


" ini nggak ada hubungannya sama Andin..."


" tapi karena kehadiran dia , kamu jadi membatalkan pernikahan ini kan ?"


" mbak ...dari awal memang Rey nggak pernah punya perasaan sama Agnes dan memang Agnes nya aja yang nggak bisa terima itu ..." sambung Wina .


" jangan sok tahu kamu ...!"


" saya cuma bicara yang sebenarnya dan mbak juga pasti tahu itu kan ?" Cecar Wina .


" nggak usah ikut campur ...memangnya kamu itu siapa haaah ...kamu cuma orang luar yang cuma cari perhatian aja biar Rey lebih dekat sama kamu ketimbang Rosa , itu kan sebenarnya tujuan kamu ?"


" cukup tante jangan bicara sembarangan disini !" Sentak Rey , lama-lama omongan tante Nisa hanya membuatnya semakin emosi .


" Rey ...ngapain juga kamu bela dia , bukan siapa-siapa kamu juga ,dia cuma cari muka aja sama papa kamu ..." cibirnya .


Hal ini membuat emosi Rey semakin tersulut .Ia berdiri .


" Cukup !!" Sentaknya lebih keras . Nisa nampak terkejut ." Kalau tante kesini cuma mau hina mama saya , mending tante pulang ...saya tekankan sekali lagi ..saya nggak akan pernah menikahi Agnes ...titik !!!" wajahnya sudah memerah menahan marah .


Nisa menatapnya ...tak ada jawaban ,lalu mengambil tas dan bergegas keluar .


Begitu Nisa keluar ..Rey berniat berjalan masuk , tapi tiba-tiba kepalanya terasa sakit dan itu membuatnya sedikit keliyengan .

__ADS_1


" Rey kenapa ?" Tanya Wina panik , melihat nya hampir jatuh ." Pusing lagi ?"


Rey mengangguk .


" ya udah kita ke kamar ." Wina memapahnya masuk .


Sesampainya di kamar , Wina segera mengambil obat yang ada dilaci dan membukanya .


" kamu jangan emosi begitu , ingat kata dokter ...jangan berpikir yang terlalu berat dulu ." Nasehatnya sambil memberikan 2 butir capsul ke Rey .


" tapi Tante Nisa benar-benar nyebelin ."


" iya udah biarin ...mungkin dia begitu untuk membela anaknya aja ."


" ternyata ibu sama anak kelakuannya sama aja ."


" Rey udah ...nggak boleh begitu ."


Rey manyun , kesal ...lalu meminum obatnya .


---------------


Nisa masih dalam perjalanan pulang , ketika ponselnya berdering .


Bik Nurul .


" ada apa bik ?"


" Bu ...Mbak Agnes nggak ada dirumah .


" nggak ada dirumah gimana ?" Tanya Nisa panik .


" saya baru pulang dari belanja dan Mbak Agnes nggak ada di rumah waktu saya sampai ."


" kamu sudah coba hubungi ponselnya ?"


" sudah bu ,tapi ponselnya nggak aktif ."


Hari ini sopirnya nggak masuk .


Itu berarti Agnes pergi sendirian...


Selama ini atau lebih tepatnya setelah kondisinya seperti ini Agnes tak pernah pergi sendiri , selalu bersama sopir atau bersamanya .


Tapi kali ini ia pergi sendiri ..

__ADS_1


Kemana dia ?


Ia menambah kecepatan mobilnya , agar cepat sampai rumah .


__ADS_2